Nur Fadhila Amri
Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bosowa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Profitabilitas, Solvabilitas, Dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Pertambangan Sitty Aisyah; Chahyono Chahyono; Nur Fadhila Amri
ACCESS: Journal of Accounting, Finance and Sharia Accounting Vol. 4 No. 1 (2026): ACCESS: Journal of Accounting, Finace and Sharia Accounting, April 2026
Publisher : Program Studi Akuntasi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/access.v4i1.3462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, solvabilitas, dan pertumbuhan perusahaan terhadap opini audit going concern pada perusahaan pertambangan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksplanatori melalui analisis regresi linear berganda. Data penelitian berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan selama periode pengamatan yang telah ditentukan, yang mencakup informasi mengenai laba, total aset, total kewajiban, serta pertumbuhan penjualan. Tahapan analisis dilakukan melalui pengujian asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas untuk memastikan kelayakan model regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap opini audit going concern, sementara solvabilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap opini tersebut. Pertumbuhan perusahaan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap opini audit. Pengujian simultan menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap opini audit going concern. Temuan ini menunjukkan bahwa struktur keuangan perusahaan menjadi faktor utama dalam penilaian auditor, sedangkan indikator pertumbuhan dan profitabilitas belum sepenuhnya mencerminkan risiko keberlanjutan usaha. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan struktur modal dan pengendalian risiko keuangan dalam menjaga keberlangsungan perusahaan.   This study aims to analyze the influence of profitability, solvency, and company growth on going concern audit opinions in mining companies. The research employs a quantitative approach with an explanatory design using multiple linear regression analysis. The data used are secondary data obtained from the company’s annual financial statements during the observation period, including information on profit, total assets, total liabilities, and sales growth. The analysis process involves classical assumption tests, including normality, multicollinearity, and heteroscedasticity tests, to ensure the feasibility of the regression model. The results indicate that profitability does not have a significant effect on going concern audit opinions, while solvency has a significant effect on the opinion. Company growth does not show a significant partial effect on the audit opinion. Simultaneously, the three independent variables significantly influence going concern audit opinions. These findings indicate that the company’s financial structure is the main factor considered by auditors, while growth and profitability indicators do not fully reflect business sustainability risks. The study highlights the importance of managing capital structure and financial risk control to maintain business continuity.
Penerapan Sistem Pengendalian Internal Dalam Akuntansi Penjualan Kredit Pada PT Hadji Kalla Toyota Cabang Bulukumba Muhammad Azhar Yusuf; Muhlis Ruslan; Nur Fadhila Amri
ACCESS: Journal of Accounting, Finance and Sharia Accounting Vol. 3 No. 3 (2025): ACCESS: Journal of Accounting, Finace and Sharia Accounting, Desember 2025
Publisher : Program Studi Akuntasi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/access.v3i3.3352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem pengendalian internal dalam akuntansi penjualan kredit pada PT Hadji Kalla Toyota Cabang Bulukumba. Penjualan kredit merupakan salah satu strategi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan konsumen yang memiliki keterbatasan dalam melakukan transaksi secara tunai, namun pada saat yang sama berpotensi menimbulkan risiko apabila tidak didukung oleh sistem pengendalian internal yang memadai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, yang berfokus pada pengungkapan kondisi aktual pengendalian internal melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan secara purposive dengan mempertimbangkan keterlibatan langsung dalam proses penjualan kredit. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan makna secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal pada akuntansi penjualan kredit telah diterapkan melalui lima komponen utama, yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Lingkungan pengendalian tercermin dari komitmen manajemen dan pembagian peran yang jelas antara perusahaan, lembaga pembiayaan, dan konsumen. Penilaian risiko dilakukan dengan mengalihkan risiko kredit kepada pihak leasing, sementara perusahaan tetap mengendalikan aspek administratif dan reputasi. Aktivitas pengendalian diwujudkan melalui penerapan SOP, verifikasi dokumen, dan tindak lanjut langsung kepada konsumen. Sistem informasi dan komunikasi didukung oleh kontrak pembiayaan sebagai dasar pencatatan akuntansi. Pemantauan dilakukan melalui pengawasan langsung dan evaluasi berkala, meskipun masih menghadapi keterbatasan pada pengawasan karyawan di luar perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal berperan penting dalam mendukung kelancaran akuntansi penjualan kredit dan menjaga stabilitas operasional perusahaan. This study aims to analyze the implementation of internal control systems in credit sales accounting at PT Hadji Kalla Toyota Bulukumba Branch. Credit sales are adopted as a strategic approach to accommodate customers who are unable to conduct cash transactions, while simultaneously presenting potential risks if not supported by an effective internal control system. This research employs a qualitative approach with a descriptive design to capture the actual conditions of internal control practices. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, with informants selected purposively based on their direct involvement in credit sales activities. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and systematic interpretation. The findings indicate that the internal control system in credit sales accounting has been implemented through five key components, namely the control environment, risk assessment, control activities, information and communication, and monitoring. The control environment is reflected in management commitment and the clear division of roles among the company, financing institutions, and customers. Risk assessment is carried out by transferring credit risk to leasing companies, while the firm maintains control over administrative and reputational aspects. Control activities are implemented through standard operating procedures, document verification, and direct follow-up with customers to prevent irregularities. Information and communication are supported by financing contracts that serve as the primary basis for accounting records. Monitoring is conducted through direct supervision and periodic evaluation, although limitations remain in supervising employees operating outside the company. These findings highlight the importance of internal control systems in supporting effective credit sales accounting and maintaining organizational stability.