Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya populer dalam film Janji Joni yang disutradarai oleh Joko Anwar, dengan menggunakan perspektif postmodernisme dari Jean Francois Lyotard. Fokus utama penelitian ini adalah pada dialog dan adegan yang mengandung elemen ironi, parodi, dan camp. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui penayangan film secara berulang, pencatatan, dan transkripsi dialog serta adegan yang relevan dengan ketiga elemen postmodernisme tersebut, kemudian data dikelompokkan berdasarkan elemen ironi, parodi, dan camp. Analisis data dilakukan dengan menginterpretasikan dialog dan adegan untuk mengidentifikasi bentuk postmodernisme serta representasi budaya populer di kalangan masyarakat urban Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Janji Joni menampilkan ironi melalui perbedaan antara ekspektasi dan realitas, parodi melalui pembesaran dan ejekan terhadap situasi, kebiasaan, serta norma sosial, dan camp melalui cara berbicara, perilaku, serta situasi yang berlebihan dan humoris. Ketiga elemen ini berfungsi untuk menggambarkan budaya populer masyarakat urban Jakarta melalui dunia bioskop, gaya hidup, interaksi sosial, konsumsi hiburan, dan kebiasaan masyarakat. Selain itu, elemen-elemen ini juga menunjukkan adanya berbagai makna dan penolakan terhadap narasi besar yang sejalan dengan prinsip-prinsip postmodernisme Lyotard. Penelitian ini menegaskan bahwa film Janji Joni tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk memahami representasi budaya populer, identitas, dan interaksi masyarakat urban dari sudut pandang postmodernisme.