Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Mahasiswa Magang Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia UNM dalam Pengutamaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik Fitriya Nurul Husna; Filawati Filawati; Nafa Syahwa Salzabila; Nuratika Jamhur; Naufal Hadi Nugraha; Yusril Saputra
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.560

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik melalui program magang di Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan mencakup observasi, analisis kesalahan dalam berbahasa, pendampingan masyarakat, serta pembuatan konten literasi bahasa melalui media sosial. Hasil kegiatan magang ini menunjukkan bahwa mahasiswa berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penggunaan bahasa, meningkatkan kualitas bahasa di ruang publik, serta menghasilkan konten edukatif yang dapat diakses oleh banyak orang. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat untuk masyarakat, tetapi juga memperkuat kemampuan linguistik dan kesadaran sosial mahasiswa
Relasi Kuasa dalam Novel Sunyi adalah Minuman Keras Karya Sapardi Djoko Damono: Analisis Wacana Kritis Michel Foucault Aslan Abidin; Ridwan Ridwan; Yusril Saputra
Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v11i1.3716

Abstract

This study analyses Sapardi Djoko Damono's novel Sunyi adalah Minuman Keras (Silence is Alcohol), focusing on power relations over the body and mind, as well as forms of resistance that emerge in the text. This study aims to analyse Sapardi Djoko Damono's novel Sunyi adalah Minuman Keras (Silence is Alcohol), focusing on power relations over the body and mind, as well as forms of resistance that emerge in the text. Using a qualitative approach and Michel Foucault's critical discourse analysis, this study explains how power operates through language and shapes individual subjectivity in the novel. The results show that cognitive control mechanisms such as manipulation, objectification, and stigmatisation reflect power relations over the mind. These mechanisms shape the way characters view themselves and their world. Furthermore, social control that regulates physical actions, lifestyles, and bodily discipline reveals that power relations over the body are often reinforced by cultural and religious norms. The novel also depicts resistance to power through various explicit and implicit means in the characters' storylines. This study shows that Sunyi is Minuman Keras is not merely a work of literature, but also a complex representation of the power dynamics that shape human life. This study helps us understand how literary discourse can both replicate and challenge power structures in society.
BUDAYA POPULER DALAM FILM JANJI JONI KARYA JOKO ANWAR: KAJIAN POSTMODERNISME JEAN FRANCOIS LYOTARD Aslan Abidin; Ridwan Ridwan; Yusril Saputra
Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Arbitrer: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Pattimura (Indonesia Language and Literature Education Department, The Faculty of Teacher's Training and Educational Sciences, University of Pattimura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arbitrervol8no1hlm81-96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya populer dalam film Janji Joni yang disutradarai oleh Joko Anwar, dengan menggunakan perspektif postmodernisme dari Jean Francois Lyotard. Fokus utama penelitian ini adalah pada dialog dan adegan yang mengandung elemen ironi, parodi, dan camp. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui penayangan film secara berulang, pencatatan, dan transkripsi dialog serta adegan yang relevan dengan ketiga elemen postmodernisme tersebut, kemudian data dikelompokkan berdasarkan elemen ironi, parodi, dan camp. Analisis data dilakukan dengan menginterpretasikan dialog dan adegan untuk mengidentifikasi bentuk postmodernisme serta representasi budaya populer di kalangan masyarakat urban Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Janji Joni menampilkan ironi melalui perbedaan antara ekspektasi dan realitas, parodi melalui pembesaran dan ejekan terhadap situasi, kebiasaan, serta norma sosial, dan camp melalui cara berbicara, perilaku, serta situasi yang berlebihan dan humoris. Ketiga elemen ini berfungsi untuk menggambarkan budaya populer masyarakat urban Jakarta melalui dunia bioskop, gaya hidup, interaksi sosial, konsumsi hiburan, dan kebiasaan masyarakat. Selain itu, elemen-elemen ini juga menunjukkan adanya berbagai makna dan penolakan terhadap narasi besar yang sejalan dengan prinsip-prinsip postmodernisme Lyotard. Penelitian ini menegaskan bahwa film Janji Joni tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk memahami representasi budaya populer, identitas, dan interaksi masyarakat urban dari sudut pandang postmodernisme.
Identitas Budaya dalam Novel Lusifer Lusifer karya Venerdi Handoyo: Kajian Postmodernisme Jean Francois Lyotard Yusril Saputra; Irma Satriani
DIDAKTIS : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 1 (2025): DIDAKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Fakultas Sastra, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/didaktis.v3i1.790

Abstract

This study explores cultural identity in the novel Lusifer Lusifer by Venerdi Handoyo using Jean Francois Lyotard postmodernism approach. Concentrating on the representation of cultural identity in the form of religion, identity deception and masking, cultural adoption, and forms of irony. concentrating on irony in the text, religious representation, identity deception, and cultural adoption. The novel Lusifer Lusifer by Venerdi Handoyo shows how elements of Christian culture influence the daily lives of its characters through family relationships, religious rituals, and spiritual symbols. In this novel, postmodernism is depicted through the perspective that modernism does not meet the needs of humans as a whole and that religion is part of a collective identity, not just a personal belief. The results show that it offers a reflection on the relationship between religion, culture, and identity and criticizes the norms of modern society. The symbols used and adapted by the characters in this work form a cultural identity, depicting the conflict between the influence of modern culture and religious beliefs.