Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH BRAND IMAGE TERHADAP LOYALITAS DAN KEPUASAN KONSUMEN PADA PENGGUNA TOKOPEDIA DI KOTA MAKASSAR Nurul Fadilah Aswar; Annisa Paramaswary Aslam; Irma Satriani
Jurnal Ilmiah Manajemen "E M O R" Vol 7, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/jim.v7i1.2494

Abstract

Pada era globalisasi ini, hampir semua aktivitas dan kegiatan sehari-hari dapat dilakukan hanya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi seperti internet. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Data Indonesia, diketahui bahwa kebiasaan masyarakat Indonesia di dalam berinternet paling banyak salah satunya untuk melakukan aktivitas berbelanja online yang mencapai angka 42,2% persen dari total pengakses internet. Seperti yang telah dipaparkan mengenai data-data industri e-commerce di Indonesia, salah satu yang menjadi pemain besar di industri e-commerce tersebut adalah Tokopedia. Pendekatan penelitian saat ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data pada penelitian saat ini menggunakan teknik pengumpulan data kuantitatif dengan survei sebagai instrumennya. Populasi pengguna Tokopedia yang berjumlah 158,3 juta, teknik pengambilan sampel non-probability sampling dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana melalui alat SPSS 23.0. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Terdapat pengaruh secara positif dan signgikan untuk variabel brand image yang dimiliki Tokopedia terhadap loyalitas konsumen oleh Pengguna Tokopedia di Makassar, (2) Terdapat pengaruh secara positif dan signifikan untuk variabel brand image yang dimiliki Tokopedia terhadap kepuasan konsumen oleh Pengguna Tokopedia di Makassar.
PEREMPUAN, CINTA, DAN RELIGI DALAM DI BAWAH LINDUNGAN KA’BAH KARYA HAMKA: KEBERAKSARAAN DAN KELISANAN Inung Setyami; Irma Satriani
SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik Vol 24 No 2 (2023): SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik
Publisher : Diterbitkan oleh Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember bekerja sama dengan Himpunan Sarjana - Kesusastraan Indonesia (HISKI), Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) dan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/semiotika.v24i2.34300

Abstract

Film is the result of the culture of high-tech society that is presented through audio-visuals. many blockbusters whose screenplays are adaptations or inspirations from literary works. One example of the many literary works that have been multimediaized is the novel Di Bawah Lindungan Ka’ bah (DBLK). This study aims to describe the representation of women, love, and religion in Hamka's novel DBLK. in terms of literacy and orality both. The research data source is the novel DBLK by Hamka. The DBLK novel was first published by the publisher Bulan Bintang in 1938. The type of research is descriptive qualitative research. The method used is the method of listening, reading, recording and comparison. The results of the study show that 1) the media has made a diversion. The transfers made by the media in the DBLK novel into film form, namely the transfer of images of women, love, and religion. 2) There is an overlap between orality and literacy, namely the dialogues presented by the characters in the film are literacy from the novel. In visualizing the novel into a DBLK film as a second oral form, it still relies on the use of characters to refer to when (year) and where (place).
Struktur dan Fungsi Satra Lisan dalam Cerita Rakyat Siengkang di Kabupaten Wajo : Kajian Strukturalisme Levi-Strauss Irma Satriani; Inung Setyami
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2385

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeksripsikan struktur dan fungsi cerita rakyat Siengkang. Cerita rakyat ini menceritakan tentang seorang putri yang Bernama We Tadampalik di Kabupaten Wajo. Salah satu sastra lisan masyarakat Bugis Wajo Provinsi Sulawesi Selatan itu adalah Siengkang. Cerita rakyat Siengkang diawali dengan bersatunya putri We Tadampalik, anak Datu Luwu dengan putra dari Arung Palakka Bone sehingga disebut dengan Siengkang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan fungsi cerita tersebut bagi masyarakat Wajo melalui tahapan pengamatan, wawancara, rekam dan catat, dan analisis data melalui tahap identifikasi data, klasifikasi, dan deskripsi. Data berupa teks dianalisis dengan menggunakan teori struktural Levi-Strauss dengan fokus penelitian struktur dan fungsi sosial sastra lisan cerita rakyat Siengkang. Adapun hasil dalam penelitian ini terkait dengan struktur yang meliputi motif, alur, latar, tokoh, dan penokohan, dan tema menggambarkan suatu keterkaitan yang saling berkesinambungan dan terdapat keterkaitan filosofi dan petuah-petuah suku Bugis dalam kehidupan bermasyarakat. Adapun fungsi sosial sastra lisan tak terlepas dari kehidupan masyarakat Bugis Wajo berupa petuah-petuah dan nilai lokal-lokal tetap lestari di tengah masyarakat Bugis sebagai hiburan dan Pendidikan.
Makna Cinta dan Transendensi dalam Antologi Ketika Cinta Berbuah Surga Karya Habiburahman El Shirazy Kajian Hermeneutik Paul Ricoeur Irma Satriani; Suarni Syam Saguni; Anita Candra Dewi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2398

Abstract

Penelitian ini bertujuan menafsirkan makna cinta, religiusitas, dan transendensi dalam antologi Ketika Cinta Berbuah Surga karya Habiburrahman El Shirazy dengan menggunakan teori hermeneutik Paul Ricoeur. Antologi ini merepresentasikan perjalanan spiritual manusia yang menjadikan cinta sebagai medium menuju kesadaran ilahi dan penyucian diri. Pendekatan hermeneutik Ricoeur digunakan untuk menafsirkan simbol, bahasa, dan struktur naratif dalam teks melalui tiga tahap utama, yaitu pemahaman (understanding), penafsiran (interpretation), dan apropriasi (appropriation). Hasil analisis menunjukkan cinta tidak hanya bermakna emosional dan interpersonal, tetapi simbol transendensi yang menuntun manusia menuju Tuhan. Tokoh-tokohnya merepresentasikan proses eksistensial yang melibatkan pergulatan batin antara nafsu duniawi dan kerinduan spiritual. Habiburrahman El Shirazy menarasikan cinta sebagai jalan menuju kesempurnaan moral dan spiritual melalui simbol-simbol religius, seperti pengorbanan, doa, dan kesabaran. Penelitian ini menggambarkan bahwa karya sastra religius dapat dianalisis melalui hermeneutik yang menghubungkan estetika, etika, dan iman. Hasil penelitian diharapkan memperkaya kajian sastra Indonesia modern dengan menggunakan teori hermeneutik sebagai sarana pemaknaan mendalam terhadap karya sastra bernuansa relegius.
Integrasi Konsep Deep Learning dalam Pengajaran Menulis: Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Reflektif Siswa Anita Candra Dewi; Sakinah Fitri; Irma Satriani; Rizki Herdiani
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 5 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i5.459

Abstract

Pembelajaran menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang kompleks karena menuntut kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan kreatif. Namun, praktik pengajaran menulis di sekolah masih sering bersifat prosedural dan berorientasi pada hasil akhir, bukan pada proses berpikir mendalam yang menyertainya. Artikel ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengkaji integrasi konsep deep learning dalam pengajaran menulis Bahasa Indonesia sebagai upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif siswa. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai penelitian terkini (2019–2025) yang relevan dengan topik pembelajaran menulis berbasis deep learning. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan deep learning dalam pengajaran menulis dapat memperkuat dimensi metakognitif siswa melalui strategi seperti project-based learning, refleksi diri, kolaborasi, dan penilaian autentik. Pendekatan ini tidak hanya menekankan penguasaan teknis menulis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran terhadap proses berpikir, kemampuan mengaitkan ide, serta keberanian menyampaikan pandangan kritis secara logis dan sistematis. Implikasi praktis dari studi ini adalah perlunya guru Bahasa Indonesia untuk mendesain pembelajaran menulis yang menekankan eksplorasi ide, diskusi reflektif, serta integrasi teknologi digital sebagai media kolaboratif. Dengan demikian, integrasi deep learning dalam pembelajaran menulis menjadi strategi yang efektif untuk mengembangkan profil pelajar yang kritis, reflektif, dan adaptif terhadap tantangan abad ke-21.
Pemenuhan Kebutuhan Hierarki Abraham Maslow dalam Dinamika Keluarga: Analisis Film “Keluarga Cemara2” Reski Reski; Irma Satriani
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 1 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i1.46-56

Abstract

This article presents an analysis of the fulfillment of Abraham Maslow's hierarchical needs in the family dynamics shown in the film "Family Cemara". This research aims to identify how the characters in the film fulfill Maslow's five levels of needs, namely physiological needs, security, affection, self-esteem and self-actualization. The method used is a qualitative approach with narrative analysis of interactions between family members. The research results show that this film depicts the importance of emotional and social support in meeting basic needs and how relationships between family members contribute to well-being and harmony. In the context of the film, it can be seen that despite facing various challenges and difficulties, the Cemara family is still able to maintain solidarity and support each other. These findings provide insight into the relevance of Maslow's theory in the context of family life and highlight the important role of communication and solidarity in building healthy family dynamics. Apart from that, this article also discusses the implications of fulfilling these needs for individual and collective development in the family, as well as how values transmitted through daily interactions can shape the character and identity of family members. Thus, this research not only enriches filmography studies but also contributes to the understanding of family psychology in the context of Indonesian culture
Kajian Semiotika Peirce tentang Simbol dan Kekuasaan dalam Naskah Drama Visa Karya Goenawan Mohamad Irma Satriani; Anita Candra Dewi; Rizki Herdiani
Leksikon: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2025): LEKSIKON: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, & Budaya
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leksikon.v3i2.487

Abstract

Penelitian ini berjudul Kajian Semiotika Peirce tentang Simbol dan Kekuasaan dalam Naskah Drama Visa Karya Goenawan Mohamad. Tujuan penelitian ini  mengungkap tanda dan simbol dalam drama Visa merepresentasikan relasi kekuasaan antara individu dan institusi. Pendekatan yang digunakan semiotika Peirce yang berfokus pada tiga unsur utama, yaitu representamen, objek, dan interpretan, serta klasifikasi tanda menjadi ikon, indeks, dan simbol. Data penelitian berupa dialog atau monolog yang terdapat dalam naskah. Hasil analisis menunjukkan simbol visa, ruang tunggu, dan proses wawancara menjadi tanda kekuasaan yang beroperasi secara sistemik dan ideologis. Ruang tunggu melambangkan batas eksistensial antara “yang diizinkan” dan “yang ditolak,” sedangkan visa menjadi simbol kekuasaan global yang mengatur mobilitas manusia. Kekuasaan dalam Visa tidak hadir secara fisik, tetapi melalui mekanisme administratif dan bahasa birokrasi yang menundukkan subjek. Melalui perspektif Peirce, drama ini mengungkap makna-makna laten tentang ketidaksetaraan, kontrol, dan resistensi dalam kehidupan modern. Penelitian ini menegaskan bahwa karya Mohamad merupakan refleksi kritis terhadap struktur sosial dan ideologis yang membatasi kebebasan manusia melalui sistem tanda yang halus, namun dominan.
Pelatihan Analisis Wacana Kritis untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Ideologi dan Relasi Kuasa dalam Teks Digital Faisal Faisal; Muhammad Rapi; Suriadi Suriadi; Suarni Syam Saguni; Irma Satriani
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.881

Abstract

Pelatihan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi kritis anggota eLTIM FBS UNM dalam membaca ideologi dan relasi kuasa pada teks digital. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya intensitas mahasiswa dalam mengakses berita daring, opini, dan media sosial yang belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan analisis kritis dan sistematis. Pelatihan dilaksanakan melalui empat tahap utama, yaitu pemaparan konsep, praktik analisis teks digital, diskusi kelompok, dan presentasi hasil analisis. Materi difokuskan pada tiga dimensi AWK van Dijk, yaitu struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil kegiatan menunjukkan capaian rata-rata peserta sekitar 82%. Sebanyak 88% peserta mampu memahami struktur teks, 84% memahami kognisi sosial, 82% memahami konteks sosial, 80% mampu mengidentifikasi ideologi, dan 78% mampu membaca relasi kuasa dalam teks digital. Peserta juga menunjukkan kemampuan menghubungkan bukti tekstual dengan konteks sosial serta menyusun dan mempresentasikan hasil analisis secara sistematis. Pelatihan ini mendorong pergeseran pola membaca dari pemahaman isi menuju pembacaan yang lebih kritis, berbasis bukti, dan kontekstual. Dengan demikian, AWK model Teun A. van Dijk dapat digunakan sebagai perangkat penguatan literasi kritis mahasiswa dalam memahami teks digital sebagai ruang konstruksi representasi, ideologi, dan relasi kuasa.