Silakhudin Silakhudin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSTRUKSI PENDIDIKAN DI ERA KENABIAN MUHAMMAD SAW: Suatu Telaah Praktek Pendidikan Islam Silakhudin Silakhudin
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2019): Darul Ulum, Volume 10 Nomor 1, 2019
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v10i1.32

Abstract

Salah satu pertanyaan yang sering dikemukakan terkait dengan Islam adalah bagaimana konsep pendidikan Islam. Tentu konsep pendidikan Islam berangkat dari nilai normatif sebagaimana terkanduing dalam Alquran dan sunnah. Tetapi secara historis, perlu ditelaah pendidikan Islam itu ketika Nabi Muhammad SAW memulai risalah Islam, berdakwah pada masa Islam awal dan melakukan proses pendidikan bagi kalangan muslim di Mekah dan Madinah. Pendidikan pada masa Rasulullah yaitu priode Makkah dan periode Madinah. Periode pertama sejak tahun 611-622 M atau selama 12 tahun 5 bulan 21 hari. Sistem pendidikan Islam lebih bertumpu kepada nabi yang menentukan materi-materi pendidikan. Nabi memberikan pendidikan secara sembunyi-sembunyi terutama kepada keluarganya, di samping dengan berpidato dan ceramah-ceramah di tempat-tempat yang ramai dikunjungi orang. Sedangkan materi pengajaran yang diberikan hanya berkisar ayat-ayat al-quran sejumlah 93 surat dan petunjuknya. Bentuk pendidikan pada zaman Nabi Muhammad SAW yaitu Shuffah, suatu tempat untuk aktivitas pendidikan yang dilengkapi dengan tempat pemondokan bagi pendatang dan miskin. Yang kedua adalah Kuttab/maktab yaitu tempat untuk menulis, atau tempat di mana dilangsungkan kegiatan tulis menulis. Kuttab atau maktab memiliki istilah yang sama dalam arti lembaga pendidikan Islam tingkat dasar di mana di dalamnya diajarkan membaca dan menulis kemudian ditingkatkan dengan membaca al-quran dan pengetahuan agama tingkat dasar. Halaqah adalah lingkaran yaitu sistem pengajaran yang dilaksanakan dengan cara murid melingkar di sekitar gurunya. Majlis yaitu tempat duduk yaitu tempat-tempat pelaksanaan belajar mengajar. Majlis berarti sesi di mana aktivitas pengajaran atau diskusi berlangsung. Majlis adalah aktivitas pengajaran dengan nama tempat sesuai dengan gurunya. Yang terakhir adalah masjid dimana masjid menjadi salah satu wadah penyelenggaraan pendidikan.
PENDIDIKAN KEIMANAN: (Perspektif al-Quran dan Hadis) Silakhudin Silakhudin
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2019): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 201
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v10i2.35

Abstract

Al-Quran dan hadis secara pasti mengandung berbagai isu-isu keimanan yang perlu dielaborasi lagi dalam sudut pandang pendidikan. Pendidikan iman menjadi mutlak dilakukan untuk menghasilkan anak-anak dan peserta didik yang memiliki kemantapan akidah dan keimanan. Konsep iman merupakan suatu keyakinan mendasar pembenarannya melalui hati, diiqrarkan dengan lisan dan diamalkan dengan dengan anggota badan. Ini berarti bahwa iman merupakan satu kesatuan yang integral antara hati, ucapan dan tindakan nyata. Keberimanan seseorang sangat memerlukan aksi nyata dalam bentuk tindakan yang disebut dengan “amalun sāleh”. Secara garis besar, tujuan pendidikan keimanan yaitu kebahagiaan hidup dunia akhirat, beribadah kepada Allah, pengembangan potensi, memperkuat iman/keyakinan, menghindarkan diri dari kerusakan iman, menghadapi ujian Allah, meninggikan status/derajat sebagai orang yang beriman. Materi pendidikan keimanan secara garis besar yaitu 1. Allah sebagai Khālik (pengakuan terhadap eksistensi ketuhanan), 2. Allah sebagai Rabb (penghayatan terhadap pemeliharaan Tuhan), dan 3. Allah sebagai Ilāh (Pengabdian hanya kepada Tuhan). Materi tersebut diajarkan melalui proses pendidikan dengan pendekatan dan metode yang digali dari Al-Quran seperti metode Hiwār, Ibrah Mau’izhah, Amtsāl, Qishshah, Tajribah, Targhīb Tarhīb dan Uswah Hasanah.