Al-Quran dan hadis secara pasti mengandung berbagai isu-isu keimanan yang perlu dielaborasi lagi dalam sudut pandang pendidikan. Pendidikan iman menjadi mutlak dilakukan untuk menghasilkan anak-anak dan peserta didik yang memiliki kemantapan akidah dan keimanan. Konsep iman merupakan suatu keyakinan mendasar pembenarannya melalui hati, diiqrarkan dengan lisan dan diamalkan dengan dengan anggota badan. Ini berarti bahwa iman merupakan satu kesatuan yang integral antara hati, ucapan dan tindakan nyata. Keberimanan seseorang sangat memerlukan aksi nyata dalam bentuk tindakan yang disebut dengan “amalun sāleh”. Secara garis besar, tujuan pendidikan keimanan yaitu kebahagiaan hidup dunia akhirat, beribadah kepada Allah, pengembangan potensi, memperkuat iman/keyakinan, menghindarkan diri dari kerusakan iman, menghadapi ujian Allah, meninggikan status/derajat sebagai orang yang beriman. Materi pendidikan keimanan secara garis besar yaitu 1. Allah sebagai Khālik (pengakuan terhadap eksistensi ketuhanan), 2. Allah sebagai Rabb (penghayatan terhadap pemeliharaan Tuhan), dan 3. Allah sebagai Ilāh (Pengabdian hanya kepada Tuhan). Materi tersebut diajarkan melalui proses pendidikan dengan pendekatan dan metode yang digali dari Al-Quran seperti metode Hiwār, Ibrah Mau’izhah, Amtsāl, Qishshah, Tajribah, Targhīb Tarhīb dan Uswah Hasanah.
Copyrights © 2019