Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TAFSIR ILMI TENTANG PENCIPTAAN MANUSIA DALAM TAFSIR AL-JAWAHIR KARYA THANTHAWI JAWHARI Muhammad Nasir; Asep Nana Sonjaya; Kerwanto
Al Kareem Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Vol 2 No 1 (2024): Al Kareem: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : STAI Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In response to this interpretation of science, there are two groups of scholars: opposers and supporters. In fact, many contemporary scholars are more moderate in responding to the interpretation of "knowledge" because the scientific theories are not the final form of interpretation or the Qur'an is not the book of science but the Book of guidance and mercy for human life. There is an attempt to justify that the Qur'an contains all knowledge, religion and general. This article aims to analyze the history of the emergence of the scientific interpretation, methods and approaches, the description of the intellectual interpretation of the process of human creation by Thanthawî. The research is carried out using methods of library study using sources from books and articles. This article discusses the upcoming cycle of tafsir ilmi beginning in the golden age of Islamic victories in the Abbasid dynasty. Study of the scientific interpretation of the Qur'an by using the methods of tahlîlî and scientific approaches.
Hukuman Bagi Koruptor Berdasarkan KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) dalam Perspektif Al-Qur’an Fuad Akbar; Muhammad Su’aib Tahir; Kerwanto
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5799

Abstract

Penerapan sanksi pidana yang tegas memiliki posisi strategis dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi, terutama sebagai sarana memberikan efek jera bagi pelaku. Dalam sistem hukum pidana Indonesia, pengaturan mengenai korupsi tidak hanya termuat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), tetapi juga diatur secara khusus dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 junto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang bahkan membuka kemungkinan penerapan pidana mati pada kondisi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk sanksi pidana bagi pelaku korupsi dalam perspektif KUHP serta mengkaji relevansinya dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif dan studi komparatif, melalui pengkajian literatur berupa peraturan perundang-undangan serta penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan konsep al-amânah, al-akl bi al-bâthil, dan fasâd fî al-ardh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanksi pidana bagi pelaku korupsi dalam hukum positif bersifat variatif, meliputi pidana penjara, denda, pidana tambahan berupa pencabutan hak, hingga pidana mati dalam kondisi tertentu. Sementara itu, dalam perspektif hukum Islam, tindakan korupsi dapat dikategorikan sebagai jarîmah ta’zîr, sehingga penentuan jenis dan berat ringannya hukuman diserahkan kepada otoritas hakim atau penguasa. Dengan demikian, integrasi antara hukum positif dan nilai-nilai Al-Qur’an dapat menjadi pendekatan alternatif dalam memperkuat penegakan hukum dan pencegahan korupsi.