Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) menganalisis bentuk modal sosial yang berkembang di antara pelaku UMKM yang berjualan di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Makassar, 2) mengidentifikasi peran jejaring usaha dalam memperkuat keberlangsungan UMKM, serta 3) memahami strategi para pelaku usaha dalam menghadapi tantangan melalui pemanfaatan modal sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pelaku UMKM yang berjualan secara rutin di CFD, observasi aktivitas perdagangan di lokasi, dan dokumentasi pendukung seperti materi promosi dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial dalam bentuk kepercayaan, norma kebersamaan, dan jaringan informal menjadi kekuatan utama yang menopang aktivitas usaha di CFD. Jejaring usaha yang terbangun melalui hubungan antar pedagang, komunitas olahraga, dan pelanggan tetap terbukti berperan dalam memperluas pasar, meningkatkan visibilitas produk, dan membuka peluang kolaboratif. Penelitian juga menemukan bahwa tantangan seperti persaingan harga, ketidakpastian lokasi, serta keterbatasan modal dapat diminimalkan melalui strategi berbasis modal sosial, termasuk kolaborasi penjualan dan koordinasi komunitas pedagang. Analisis data menegaskan pentingnya penguatan modal sosial sebagai strategi keberlanjutan UMKM urban. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya dukungan kebijakan, pelatihan pemasaran digital, dan fasilitasi jejaring bisnis untuk meningkatkan kapasitas UMKM di kawasan CFD Makassar.