Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKTIFITAS ANTIDIABETES Cell-Free SUPERNATANT DARI MIKROBA ENDOFIT UBI JALAR UNGU (Ipomea batata) TERHADAP MENCIT JANTAN (mus musculus) pakaya, mahdalena sy.; djuarno, endah nurrohwinta; Manno, Mohamad Reski; Azzahra, Fatimah
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 1 No. 1 (2024): Volume 1, Edisi 1, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v1i1.29

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit degenaratif yang menjadi masalah kesehatan diseluruh dunia termasuk di Indonesia. DM terjadi karena gangguan metabolisme yang secara genetik dan klinis termasuk heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat, jika telah berkembang penuh secara klinis maka DM ditandai dengan hiperglikemia. Kemampuan mikroba endofit dalam menghasilkan senyawa bioaktif yang sama dengan tumbuhan inangnya merupakan peluang untuk mendapatkan sumber bahan obat antidabetes yang alami, murah dan ramah lingkungan. manfaat yang dimiliki bakteri endofit berpeluang sebagai pengganti sumber daya bahan baku tanaman herbal. Supernatan merupakan kultur yang berpotensi mengurangi resiko yang ditimbulkan oleh aplikasi sel bakteri hidup yang mampu menyebar secara tidak terkendali dan mengganggu keseimbangan ekosistem, terutama jika diaplikasikan dalam volume besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji aktifitas antidiabetes dari cell free supernatant ubi jalar ungu (Ipomea batata) pada mencit dilakukan dengan pengukuran penurunan gula darah tiap persatuan waktu. Uji aktifitas antidiabetes menggunakan 25 ekor mencit dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I (Kontrol Negatif : Na-MC), Kelompok II ( Kontrol Positif : Glibenclamide), Kelompok III: (Cell Free Supernatant NB Daun), Kelompok IV : ( Cell free Supernatant PDB Akar), Kelompok V : ( Cell Free Supernatant PDB Daun). Hasil yang didapatkan Semua kelompok uji yang diinduksi dengan Cell Free Supernatant dari mikroba endofit ubi jalar ungu berkhasiat sebagai antidiabetes pada mencit
Profil Farmakokinetik Senyawa Flavonoid Ekstrak Metanol Bunga Telang (Clitoria ternatea.L) Pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus) Menggunakan High-Performance Liquid Chromatography Abdulkadir, Widy Susanti; Hiola, Faramita; Papeo, Dizky Ramadani Putri; Djuarno, Endah Nurrohwinta; Domili, Rahmat Hidayat
Jambura Journal of Chemistry Vol 8, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v8i1.35084

Abstract

Butterfly pea (Clitoria ternatea L.) is a climbing plant known for its medicinal properties and contains bioactive compounds such as tannins, carbohydrates, saponins, triterpenoids, polyphenols, flavanol glycosides, proteins, alkaloids, anthraquinones, anthocyanins, stigmasterol-4-ene-3,6-dione, volatile oils, and steroids. This study aimed to determine the pharmacokinetic profile—Area Under the Curve (AUC), maximum concentration (Cmax), time to reach maximum concentration (Tmax), half-life (t½), elimination rate constant (Ke), absorption rate constant (Ka), clearance (Cl), and volume of distribution (Vd)—of flavonoid compounds from the methanolic extract of butterfly pea (Clitoria ternatea L.) in rabbit plasma using a time-series experimental design.Two rabbits were fasted for 12 hours, then administered a positive control dose of 16.05 mg/kg and an extract dose of 5.952 mg orally. Blood samples were collected at 0, 1, 2, 4, 6, 12, and 24 hours after administration, and plasma concentrations were analyzed using HPLC with quercetin as the standard. The results showed that flavonoid compounds were detected in plasma with an AUC of 633.316 µg·h/mL, Cmax of 20.59 µg/mL, Tmax of 4 hours, t½ of 22.5 hours, Ka of 0.7202/h, Ke of 0.03375/h, and Vd of 48.451 mL.