Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI PENGELOLAAN KELAS POJOK BACA: PROGRAM PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAH UNTUK MENINGKATAN LITERASI MEMBACA SISWA SD Boa, Margaretha; Milo, Kristina; Wau, Maria Patrisia
Jurnal Citra Magang dan Persekolahan Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Citra Magang dan Persekolahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcmp.v3i1.4261

Abstract

Literasi merupakan salah satu budaya yang harus diterapkan dalam dunia pendidikan, terutama pada tingkat SD. literasi membaca perlu dibiasakan, karena merupakan proses membuat sesuatu yang menjadikan seseorang terbiasa. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh literasi membaca siswa kelas V SDN Bena serta untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan literasi membaca siswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode ini menekankan pada pemahaman mendalam terhadap fenomena yang diteliti melalui pengumpulan data seperti wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa minat membaca siswa di SDN Bena kelas V ini sudah mulai meningkat karena dipengaruhi adanya fasilitas berupa ketersediaan buku-buku bergambar yang tersedia dipojok baca. Selain itu pendampingan yang dilakukan oleh guru kepada siswa dalam kegiatan literasi membaca sehingga menumbuhkan minat membaca siswa.
STRATEGI PENGELOLAAN KELAS POJOK BACA: PROGRAM PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAH UNTUK MENINGKATAN LITERASI MEMBACA SISWA SD Boa, Margaretha; Milo, Kristina; Wau, Maria Patrisia
Jurnal Citra Magang dan Persekolahan Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Citra Magang dan Persekolahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcmp.v3i1.4261

Abstract

Literasi merupakan salah satu budaya yang harus diterapkan dalam dunia pendidikan, terutama pada tingkat SD. literasi membaca perlu dibiasakan, karena merupakan proses membuat sesuatu yang menjadikan seseorang terbiasa. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh literasi membaca siswa kelas V SDN Bena serta untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan literasi membaca siswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode ini menekankan pada pemahaman mendalam terhadap fenomena yang diteliti melalui pengumpulan data seperti wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa minat membaca siswa di SDN Bena kelas V ini sudah mulai meningkat karena dipengaruhi adanya fasilitas berupa ketersediaan buku-buku bergambar yang tersedia dipojok baca. Selain itu pendampingan yang dilakukan oleh guru kepada siswa dalam kegiatan literasi membaca sehingga menumbuhkan minat membaca siswa.
PEMBELAJARAN INKLUSI SEBAGAI UPAYA MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR RAMAH ANAK DI SD KRISTEN GENERASI UNGGUL Boa, Margaretha; Moma, Stefania Klaudia Fransiska; Awe, Ermelinda Yosefa
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i2.6584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran inklusi di SD Kristen Generasi Unggul dan bagaimana dampaknya dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi anak. Melalui metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, peneliti menggali informasi langsung dari guru kelas melalui wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Kristen Generasi Unggul memiliki komitmen yang sangat kuat dalam menerima semua anak tanpa membeda-bedakan latar belakang mereka. Sekolah ini telah berhasil membangun suasana belajar yang aman, harmonis, dan bebas dari tindakan perundungan (bullying). Guru-guru di sini juga sudah mulai menerapkan pembelajaran berdiferensiasi untuk menyesuaikan materi dengan kemampuan siswa yang beragam. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah belum adanya Guru Pembimbing Khusus (GPK), sehingga guru kelas harus bekerja ekstra keras mendampingi anak berkebutuhan khusus sambil tetap mengejar target kurikulum. Terkadang, keterbatasan ini membuat anak berkebutuhan khusus belum bisa terlibat sepenuhnya dalam materi pelajaran yang mendalam. Kesimpulannya, sekolah ini sudah berhasil menciptakan lingkungan yang ramah secara sosial dan emosional, namun masih memerlukan dukungan tenaga ahli, teknologi, serta kebijakan kurikulum yang lebih fleksibel agar setiap anak bisa berkembang maksimal sesuai potensinya.