Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Edukasi Kader Posyandu Deteksi Risiko Stunting Balita Dengan Kartu Menuju Sehat 2024 Manalu, Minton; Faisal, Faisal
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah masalah kesehatan global yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis selama 1.000 hari pertama kehidupan, yang dapat memengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Wilayah kerja Puskesmas Hutabalang, Kabupaten Tapanuli Tengah, memiliki prevalensi stunting yang cukup tinggi, yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan kader Posyandu tentang deteksi dini risiko stunting. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu melalui edukasi mengenai penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk mendeteksi dini risiko stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Edukasi diberikan kepada 50 kader Posyandu melalui metode partisipatif, seperti diskusi interaktif, simulasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan kader, yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan kader. Sebelum intervensi, hanya 28% kader yang memiliki pengetahuan baik, sementara setelah pelatihan, angka ini meningkat menjadi 92%. Hasil ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis KMS efektif dalam meningkatkan kemampuan kader Posyandu dalam mendeteksi risiko stunting. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pemberdayaan kader Posyandu melalui pelatihan berbasis KMS dapat menjadi strategi yang efektif dalam mengatasi masalah stunting di tingkat komunitas. Keberlanjutan program ini memerlukan dukungan dari tenaga kesehatan dan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan edukasi dan memastikan intervensi yang tepat waktu bagi balita berisiko stunting.
Edukasi “ Gizi Seimbang “ sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Sitohang, Tiur Romatua; Saragi, Maria Magdalena; Yusniar, Yusniar; Faisal, Faisal; Ramlan, Ramlan; Manalu, Minton
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15932

Abstract

ABSTRAK Stunting menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Pemerintah Indonesia menargetkan penurunan angka gagal tumbuh atau stunting sebesar 14 persen pada tahun 2024. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk  edukasi pada ibu hamil dan ibu balita berjumlah 30 orang.  Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk mewujudkan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi, meningkatkan pengetahuan tentang Ibu hamil dan ibu balita tentang gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting.  Dari hasil evaluasi diperoleh pengetahuan ibu hamil dan ibu balita sebelum diberikan edukasi mayoritas cukup sebanyak 63,3% dan setelah dilakukan edukasi mayoritas baik  sebanyak 76,6%. Dengan adanya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapakan kepada Ibu hamil dan Ibu balita dapat meningkatkan pengetahuan mengenai gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting.  Kata Kunci: Edukasi, Gizi Seimbang, Stunting  ABSTRACT Stunting is a health issue in Indonesia. The Indonesian government aims to reduce the rate of growth failure or stunting by 14 percent by 2024. Community service is provided in the form of instruction for 30 pregnant women and mothers with toddlers. The goal of this community service is to realize community service as one of Higher Education's Tri Dharma activities, by boosting pregnant women's and mothers' under-five understanding of balanced nutrition in order to prevent stunting. According to the evaluation results, the majority of pregnant women and moms of toddlers had sufficient knowledge at 63.3% before receiving schooling, and the majority was good at 76.6% thereafter. It is believed that by participating in this community service activity, pregnant women and moms of toddlers can have a better understanding of balanced diet and therefore avoid stunting. Keywords: Education, Balanced Nutrition, Stunting
PERAN PENGAWAS MENELAN OBAT TERHADAP KEPATUHAN MENELAN OBAT PENDERITA TUBERKULOSIS DI KECAMATAN SARUDIK KABUPATEN TAPANULI TENGAH Faisal; Manalu, Minton
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 19 No. 3 (2024): Vol. 19 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v19i3.2183

Abstract

Tuberculosis is one of ten infectious diseases that cause death in the world. In 2017 the number of new cases of Tuberculosis in Indonesia was 420,994 cases, 1.4 times greater in men than women. The World Health Organization has recommended the Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) Strategy as a strategy for controlling Tuberculosis. One of the DOTS components developed in Indonesia is the standardization of treatment component with patient supervision and support. Indonesia developed this strategy in the Observed Taking Medication Directly program, a form of monitoring compliance with taking medication according to the program for Tuberculosis sufferers. Medication supervisor who monitors and reminds Tuberculosis sufferers to swallow medicine regularly. Monitoring medication swallowing is very important to accompany sufferers to achieve optimal treatment results. The success of Tuberculosis treatment is an essential performance indicator in evaluating the performance of the national TB control program. The aim of the research was to determine the relationship between medication swallowing supervisors and medication compliance in pulmonary tuberculosis sufferers. This research is a quantitative research with a cross sectional design. The subjects in this research were residents of Sarudik District, Central Tapanuli Regency who were undergoing TB treatment with the DOTS strategy from January 2024 to June 2024, totaling 30 people. The measuring instrument uses a questionnaire sheet and then tested using the chi-square test. The research results showed that 7 respondents (23.3%) did not support the Observed Taking Medication Directly and 23 respondents (76.7%) did not support it. There were 5 respondents (16.7%) who did not comply with taking medication and 25 respondents (83.3%) were compliant with taking medication for TB sufferers. The statistical test results show that there is a significant relationship between the role of the Medicine Supervisor and compliance with taking medicine with a p-value of 0.000 < 0.05; RP= 7.286 with a contingency coefficient (C) of 0.715
Edukasi Pentingnya Pengawas Obat Terhadap Kepatuhan Menelan Obat Penderita Tuberkulosis Paru Dikecamatan Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2025 Manalu, Minton; Faisal, Faisal; Hariani, Muthoh
Jurnal Inovasi Global Vol. 3 No. 12 (2025): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v3i12.479

Abstract

Community Service by the Ministry of Health, Medan Polytechnic of Nursing Diploma III Program in Central Tapanuli aims to raise awareness about the importance of the role of Medication Supervisors (PMO) in supporting patient adherence to TB therapy. Patient adherence to long-term drug therapy is a major challenge in TB management, and PMOs play a crucial role in ensuring patients take their medications regularly as prescribed. Education was provided through outreach, seminars, and training for PMOs and patients' families to enable them to become effective medication supervisors. The results of the community service showed that the majority of PMO respondents, namely 90%, met the criteria for good supervision. Based on age, most participants were aged 18–40 years (56%), with the majority being male (77%). Respondents' education varied, with 50% having a junior high school background. Pre-test results showed that 27% had good knowledge of PMOs, while after being given education in the post-test, this figure increased to 90%. Kartikasari's research [2] showed that PMOs from family members play a major role in improving medication adherence, such as motivating and directly supervising patients. It is hoped that with good supervision, patient compliance in TB treatment will increase, accelerate the healing process, and support the achievement of the National TB elimination target.
EDUKASI PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA ALTERNATIF UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Faisal, Faisal; Sitohang, Tiur Romatua; Yusniar, Yusniar; Saragi, Maria Magdalena; Manalu, Minton; Ramlan, Ramlan; Siregar, Ganti Tua
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34610

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih kita temui di Indonesia. Pada tahun 2024 Pemerintah Indonesia memiliki target untuk menurunkan gagal tumbuh atau stunting sebesar 14 persen. Dampak stunting dapat menimbulkan gangguan perkembangan otak, kecerdasan, masalah pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh, penurunan kemampuan kognitif, kemampuan belajar, menurunnya system imunitas sehingga mudah sakit. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat (Kader posyandu, ibu balita, ibu yang memiliki anak balita) dalam memanfaatkan daun kelor sebagai upaya alternatif untuk pencegahan stunting. Peserta kegiatan sebanyak 40 orang yang terdiri dari kader posyandu, Ibu hamil dan ibu Balita. Metode kegiatan adalah pre test dengan menggunakan 15 butir pertanyaan, ceramah dan dilanjutkan dengan tanya jawab, simulasi pemanfaatan daun kelor, pembagian benih/bibit daun kelordiakhiri dengan post test menggunakan 15 butir pertanyaan. Hasil kegiatan diperoleh peningkatan pengetahuan kader, ibu hamil dan ibu balita mayoritas cukup sebanyak 60% dan 40% pengetahuan baik. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat mampu meningkatkan pengetahuan kader, ibu hamil dan ibu balita mengenai stunting dan pemanfaatan daun kelor sebagai upaya alternatif pencegahan stunting.Abstract: Stunting is a health problem that we still encounter in Indonesia. By 2024 the Indonesian Government has a target to reduce growth failure or stunting by 14 percent. Stunting has an impact on children's cognitive, motor and verbal development which is not optimal. In the future, stunted children have a higher risk of obesity and other diseases. Apart from that, children's learning capacity and performance as well as productivity and work capacity are also not optimal. The aim of this Community Service is to increase community knowledge (Posyandu cadres, mothers of toddlers, mothers of children under five) in using Moringa leaves as an alternative measure to prevent stunting. There were 40 activity participants consisting of posyandu cadres, pregnant women and toddler mothers. The activity method is a lecture followed by questions and answers, a simulation of the use of Moringa leaves, distribution of Moringa leaf seeds. The results of the activity obtained an increase in the knowledge of cadres, the majority of pregnant women and mothers of toddlers had sufficient knowledge of 60% and 40% had good knowledge. Implementation of Community Service Activities is able to increase the knowledge of cadres, pregnant women and mothers of toddlers regarding stunting and the use of Moringa leaves as an alternative measure to prevent stunting.