Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan kimia medisinal dalam Menanggulangi Mekanisme Resistensi Antibiotik pada Bakteri Gram-Positif dan Gram-Negatif Amin, Saeful; Nabila, Yesita Yumna
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wolgitj.v1i2.8

Abstract

Resistensi antibiotik pada bakteri Gram-positif dan Gram-negatif menjadi tantangan besar dalam pengobatan infeksi. Pengembangan senyawa antibakteri baru yang efektif untuk mengatasi masalah ini sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendekatan kimia medisinal dalam mengatasi resistensi antibiotik pada kedua jenis bakteri tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis literatur dan wawancara dengan ahli kimia medisinal untuk mengidentifikasi senyawa antibakteri yang dapat mengatasi resistensi. Mekanisme resistensi bakteri Gram-positif dan Gram-negatif, seperti produksi enzim β-laktamase dan perubahan membran, dapat diatasi dengan senyawa kimia seperti derivatif imidazol dan tiazol. Senyawa ini efektif untuk mengatasi resistensi pada Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pendekatan kimia medisinal yang menargetkan mekanisme resistensi spesifik dapat membantu mengembangkan terapi antibakteri yang lebih efektif untuk mengatasi bakteri resisten.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Cabai Merah ( Capsicum Annum L. ) Menggunakan Metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) Amin, Saeful; Muttaqin, Muhammad Zainal; Nabila, Yesita Yumna; Meyanti, Reti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i4.177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan pada cabai merah (Capsicum annuum) menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Cabai merah diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti vitamin C, flavonoid, dan karotenoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Ekstrak cabai merah diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak cabai merah memiliki aktivitas antioksidan yang signifikan dengan nilai IC50 sebesar 45,2 µg/mL, Cabai merah dimaserasi dengan etanol 70 % dan diperoleh rendemen ekstrak 15 % bahwa dari 30 g simplisia cabai merah ,dihasilkan 45 g ekstrak kental.mununjukan . mengindikasikan potensinya sebagai sumber antioksidan alami. Temuan ini mendukung pemanfaatan cabai merah dalam industri pangan dan kesehatan.