Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Relationship Between Cigarette Consumption And Poverty: Analysing The Role Of Price Pramita, Suwardi Dwi; Khoirunurrofik, Khoirunurrofik
EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 13 No 2 (2025): April
Publisher : UNIVED Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/ekombis.v13i2.7506

Abstract

Poverty has been a global concern until recently. In Indonesia, the poverty rate will reach 9.57 per cent in 2023 or at least 26 million people below the poverty line. A phenomenon occurs in poor communities in Indonesia where half of the households spend money on cigarettes. Cigarette consumption burdens households through consumption costs as well as health costs and reduced household productivity, which can affect the welfare of smoker households. Conversely, environmental factors, especially in poor communities, also influence cigarette consumption habits. This study aims to examine the relationship between cigarette consumption and poverty. For this reason, the instrumental variable method is used to avoid endogeneity bias due to reverse causality when analysing the relationship between cigarette consumption and poverty. Cigarette price is used as the instrument variable. The data used in the study is pooled cross section data from the National Socio-Economic Survey from 2014 to 2021. The results of the analysis show a significant negative relationship of cigarette prices to household cigarette consumption and cigarette consumption increases the probability of households being poor.
EKSTENSIFIKASI CUKAI TERHADAP “SAVOURY FOOD” UNTUK KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Riansyah, Boy; Pramita, Suwardi Dwi; Rinaldi, Destiko Teguh
Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI) Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI)
Publisher : Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian, Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33827/akurasi2024.vol6.iss1.art231

Abstract

Produk pangan olahan merupakan salah satu produk yang konsumsinya cukup besar di Indonesia. Terbukti dari semakin meningkatnya jumlah konsumsi masyarakat Indonesia terhadap konsumsi produk pangan olahan dari tahun ke tahun. Di balik besarnya konsumsi masyarakat akan produk pangan olahan, kandungan natrium dari produk pangan olahan yang tersedia saat ini telah melebihi batas anjuran atau kewajaran konsumsi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan atau BPOM. Kelebihan konsumsi natrium pada kenyataannya telah menyebabkan penyakit degeneratif seperti obesitas, hipertensi atau penyakit lainnya. Biaya kesehatan akibat adanya penyakit tersebut juga semakin membebani anggaran kesehatan negara. Oleh sebab itu perlu adanya pengaturan pengendalian konsumsi baik dengan kebijakan fiskal maupun kebijakan non fiskal. Kebijakan fiskal dapat berupa cukai yang dapat mengendalikan konsumsi, mengubah pola konsumsi, mendorong produsen untuk memproduksi produk olahan yang lebih sehat sekaligus mengompensasi eksternalitas negatif yang ditimbulkan oleh produk pangan olahan tersebut. Penelitian ini ditujukan untuk melihat kelayakan cukai dilihat dari rasionalitas, desain dan administrasi cukai, dan upaya peningkatan kesehatan melalui cukai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Berdasarkan pendekatan tersebut didapatkan hasil bahwa cukai merupakan kebijakan yang dianggap tepat dalam mengendalikan natrium yang terkandung dalam produksi pangan olahan jika dibarengi dengan kebijakan non fiskal lain seperti edukasi, pelabelan kandungan natrium, dan penetapan batasan konsumsi natrium yang wajar.