Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KESESUAIAN PERSYARATAN MANAJEMEN BERDASARKAN PERKA BAPETEN DI RUMAH SAKIT JIWA MENUR SURABAYA kusumawardani, winda; Muhaimin, Muhaimin; Putri, Berliana Devianti; Wahjuningdiah, Ero; Putri, Rahmi Romadhona Salsabila; Pradayanti, Nasya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42476

Abstract

Perka BAPETEN Nomor 4 Tahun 2020 memuat peraturan persyaratan yang harus dipenuhi mengenai keselamatan radiasi pada radiologi diagnostik dan intervensi. Data hasil uji kesesuaian yang dilakukan BAPETEN menunjukkan bahwa 42% pesawat sinar-X tidak layak digunakan serta tidak diizinkan beroperasi. Menganalisis kesesuaian radiasi di unit radiologi dengan Perka Bapeten Nomor 4 Tahun 2020 ini merujuk kepada Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya yang pada bulan Maret memiliki unit radiologi di gedung baru sehingga ketika terdapat bangunan yang baru direnovasi, atau berpindah tempat diperlukan adanya peninjauan paparan radiasi pada daerah kerja tersebut. Permasalahan lain berkaitan dengan pekerja radiasi yang tidak patuh dalam memakai TLD ketika melakukan pemeriksaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan mengambil data melalui observasi menggunakan checklist dan wawancara untuk mempertegas hasil observasi. Teknik sampel yang digunakan yaitu total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. RSJ Menur Surabaya, mendapatkan 100% di beberapa kriteria. Persyaratan manajemen yaitu kriteria penanggungjawab keselamatan radiasi, budaya keselamatan, personel, pendidikan dan pelatihan proteksi dan keselamatan radiasi. Persyaratan proteksi radiasi seluruh kriteria mendapat persentase 100% Penerapan keselamatan radiasi di unit radiologi RSJ Menur dengan Perka BAPETEN Nomor 4 Tahun 2020 belum sepenuhnya sesuai.
DETERMINAN FAKTOR PRAKTIK PENGGUNAAN PERALATAN PROTEKTIF RADIASI PADA PENDAMPING PASIEN PEDIATRIK Putri, Berliana Devianti; Puspadewanti, Kadek Alit; Praptono, Soegardo Indra; Muhaimin, Muhaimin; Wahjuningdiah, Ero
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30696

Abstract

Pemeriksaan X-Ray merupakan salah satu pemeriksaan radiologi yang memanfaatkan sinar X. Paparan sinar X berpotensi bahaya dalam bentuk efek somatik pada jaringan tubuh. Sinar X tidak terlihat sehingga hanya pasien saja yang diperbolehkan berada di dalam ruang pemeriksaan dengan menggunakan peralatan protektif radiasi yang tepat. Namun, sebagian besar pasien anak selalu membutuhkan pendamping selama melakukan pemeriksaan tersebut karena mereka mudah merasa cemas jika berada di lingkungan yang baru. Apabila pendamping pasien ikut masuk kedalam ruang pemeriksaan, maka pendamping tersebut berisiko terkena paparan sinar X. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan faktor yang berhubungan dengan praktik penggunaan peralatan protektif radiasi pada pendamping pasien pediatrik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian ini berlokasi di Instalasi Radiologi RSI Jemursari Surabaya pada bulan Juni-Juli 2023. Penelitian ini melibatkan 152 pendamping pasien pediatrik yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Seluruh data dianalisis menggunakan Chi-Square Test (CI=95%) dengan bantuan software JAMOVI. Hasil olah data menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan praktik penggunaan peralatan protektif radiasi (p=0,000), serta ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan praktik penggunaan peralatan protektif radiasi (p=0,003). Keduanya menunjukkan adanya korelasi positif, artinya semakin tinggi pengetahuan dan sikap yang dimiliki pendamping pasien pediatrik maka mereka akan semakin aktif dalam meminta peralatan protektif radiasi sebelum memasuki ruang pemeriksaan X-Ray. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap pendamping pasien pediatrik berhubungan signifikan dengan praktik penggunaan peralatan protektif radiasi selama pemeriksaan X-Ray berlangsung.
Evaluasi Pengecekan Antara Dosis Radiasi dan Validasi Pembacaan TLD Menggunakan Sumber Cesium-137 Sakinah, Sakinah; Wahjuningdiah, Ero; Wardhani, Primasari Cahya; Islamiyah, Syuaibatul
Jurnal Teras Fisika: Teori, Modeling, dan Aplikasi Fisika Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Teras Fisika: Teori, Modeling, dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jtf.2025.8.2.16092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membaca Thermoluminescence Dosimeter (TLD) Badge setelah dilakukan penyinaran dengan radioaktif yaitu Cesium-137. Lima dosimeter disinari dengan dosis bertingkat, yaitu 0,1 mSv, 0,2 mSv, 0,5 mSv, 1 mSv, dan 20 mSv. Pembacaan dosis dilakukan menggunakan TLD Reader yang telah dikalibrasi dengan nilai Reader Calibration Factor (RCF) sebesar 0,0357 nC/µSv, serta koreksi individu melalui Element Correction Coefficient (ECC) untuk meningkatkan akurasi pembacaan. Hasil menunjukkan bahwa nilai dosis akhir (DA) yang diperoleh berkorelasi kuat dengan dosis yang diberikan, dengan deviasi yang masih dalam batas toleransi. Pola hubungan linier antara dosis dan respons TLD mengindikasikan bahwa sistem kalibrasi dan pembacaan yang digunakan cukup andal untuk digunakan sebagai acuan pembacaan TLD selama satu tahun. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam penguatan sistem kalibrasi alat ukur radiasi serta peningkatan standar keselamatan dalam lingkungan kerja yang melibatkan paparan radiasi.
HUBUNGAN PUBLIC SPEAKING DENGAN PEMAHAMAN PASIEN RADIOGRAFI PANORAMIK DI RSUD SYARIFAH AMBAMI RATU EBU BANGKALAN Az Zahra, Amelia; kusumawardani, Winda; Wahjuningdiah, Ero; Putri, Berliana Devianti; Karnoto, Karnoto; Muhaimin, Muhaimin
Dentin Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v9i3.17918

Abstract

ABSTRACT Background: Panoramic radiography is an imaging examination used to visualize the teeth and oral cavity using X-rays. This examination requires proper patient positioning and clear instructions to prevent imaging errors, such as the appearance of artifacts. Providing effective instructions can be initiated through good public speaking skills. Effective communication between radiographers and patients is essential to achieve optimal image quality. Radiographers who deliver clear instructions and explanations can assist patients in understanding the examination procedures they will undergo. Objective: This study aimed to analyze the relationship between public speaking indicators—respect, empathy, audible, clarity, and humble—and patient understanding during panoramic radiographic examinations. Methods: Data were collected using a questionnaire completed by outpatients undergoing panoramic radiography. The data were then statistically analyzed using the chi-square correlation test. Results: Based on the correlation analysis between public speaking and patient understanding, among the five indicators of effective communication (respect, empathy, audible, clarity, and humble), two indicators showed a significant relationship with patient understanding (p-value < 0.05), while the remaining three indicators had p-values > 0.05, indicating no significant relationship. Conclusion: Most respondents were aged 21–30 years and were female, and they perceived radiographer communication as effective with a generally good level of patient understanding. The chi-square test results demonstrated that the clarity and humble indicators had a significant relationship with patient understanding, whereas respect, empathy, and audible showed no significant association. Keywords : panoramic radiography, patient understanding, public speaking ABSTRAK  Latar Belakang:Radiografi panoramik merupakan pemeriksaan untuk melihan gigi dan rongga mulut menggunakan sinar X. pemeriksaan radiografi panoramik memerlukan pemosisian dan isntruksi yang tepat agar tidak terjadi kesalahan foto seperti munculnya artefak. Pemberian instruksi yang baik dapat dimulai dengan public speaking. Komunikasi yang efektif antara radiografer dan pasien diperlukan agar mencapai tujuan yaitu hasil foto yang baik. Radiografer yang memberikan instruksi dan penjelasan dengan baik dapat membantu pasien dalam memahami prosedur pemeriksaan yang akan dilakukannya. Tujuan: Penelitian betujuan untuk menganalisis hubungan public speaking indikator respect, empathy, audible, clarity, humble dengan pemahaman pasien saat pemeriksaan radiografi panoramik. Metode: Pengambilan data menggunakan kuisioner yang diisi oleh pasien rawat jalan radiografi panoramik yang kemudian hasilnya diolah secara statistika menggunakan uji korelasi chisquare. Hasil: Berdasarkan hasil uji korelasi antara public speaking dengan pemahaman pasien, diketahui dari lima indicator komunikasi efeltif (respect, empathy, audible, clarity, humble) terdapat dua indicator yang berhubungan dengan nilai p value< 0.05 dan tiga indicator lain memiliki p value>0.05 sehingga tidak ada hubungan dengan pemahaman pasien. Kesimpulan: Mayoritas responden berusia 21–30 tahun dan berjenis kelamin perempuan, serta menilai komunikasi radiografer telah efektif dengan tingkat pemahaman pasien yang tergolong baik. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa indikator clarity dan humble memiliki hubungan signifikan dengan pemahaman pasien, sedangkan indikator respect, empathy, dan audible tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kata kunci : pemahaman pasien, public speaking, radiografi panoramik