Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN OBESITAS DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MAHASISWA Pratiwi, Mahardita Hanum; Rahim, Anita Faradilla; Rahmanto, Safun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42689

Abstract

Resistensi insulin, produksi hormon insulin yang tidak mencukupi, atau gabungan keduanya dapat mengakibatkan penyakit metabolik yang disebut diabetes melitus. Diabetes tipe 1 pada remaja sering kali disebabkan oleh kondisi autoimun dan genetik yang mencegah sel beta pankreas memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup. Berdasarkan penelitian, saat ini penyakit DM banyak ditemukan pada remaja, karena mereka suka mengonsumsi berbagai jenis makanan tanpa menerapkan gaya hidup sehat. Dalam penelitian ini, hubungan antara kadar glukosa darah mahasiswa dan BMI diteliti. Teknik cross-sectional penelitian ini menggabungkan analisis observasional. Dengan menggunakan pendekatan sampel acak dasar, 30 responden dengan BMI lebih dari 25 kg/m2 dan usia berkisar antara 19 hingga 23 dipilih. Uji korelasi Pearson untuk analisis data. Berdasarkan hasil penelitian, hanya ada satu responden yang termasuk dalam kelompok overweight, sepuluh responden obesitas, dan sembilan belas responden obesitas 2. Terdapat 19 responden yang hasil pemeriksaan kadar glukosa darahnya di bawah 100 mg/dl, dan 11 responden yang hasil pemeriksaannya di atas 100 mg/dl. Berdasarkan hasil uji normalitas, hasil uji BMI dan glukosa menunjukkan nilai yang signifikan (p>0,05). Akibatnya, data uji BMI dan diabetes disebarluaskan secara rutin. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,185 (>0,05). Berdasarkan hasil tersebut, tidak ada korelasi antara kedua faktor tersebut. Dengan demikian, tidak ada hubungan antara kadar glukosa darah siswa dan BMI, menurut hasil penelitian.
Penyuluhan Fisioterapi Komunitas dalam Program Terapi Latihan pada Kasus Trigger Finger pada Pekerja Pabrik Rokok di PT Agung Karya Atta Pratiwi, Mahardita Hanum; Wardojo, Sri Sunaringsih Ika; Wijastuti, Ratih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i1.4173

Abstract

Trigger finger hand adalah stenosis tenosinovitis yang terjadi pada selubung atau lapisan pelindung dari fleksor jari akibat penggunaan yang berulang. Penyempitan selubung fleksor yang dikombinasikan dengan hipertrofi serta peradangan antar tendon dan selubung tersebut kemudian menyebabkan terjadinya stenosing tenosinovitis sehingga tendon menjadi tertahan dan terasa kaku. Industri olahan tembakau merupakan salah satu sektor ekonomi yang memiliki peran ganda dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, industri ini menyumbang penerimaan negara yang sangat besar melalui pajak dan cukai, sementara di sisi lain, menjadi sumber kontroversi karena dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Akan tetapi, tahapan produksi yang kebanyakan masih dilakukan secara manual membuat pekerja rentan mengalami gangguan neuro akibat gerakan berulang dalam jangka waktu yang lama tanpa ada istirahat. Tujuan kegiatan ini ialah untuk memberikan informasi dan mengidentifikasi risiko kerja di pabrik rokok. Kegiatan ini dilaksanakan di pabrik rokok PT. Agung Karya Atta dengan metode observasional deskriptif. Dari hasil penyuluhan ini mengidentifikasikan bahwa para pekerja pabrik rokok telah paham tentang trigger finger meliputi pengertian, penyebab, tanda dan gejala, penanganan fisioterapi, serta latihan mandiri yang bisa dilakukan di rumah. Pengetahuan ini sangat berguna bagi para  pekerja untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas mereka dalam bekerja. Walaupun  program ini telah memberikan hasil yang positif, masih terdapat pekerja yang memerlukan pendalaman materi. Oleh karena itu, pelaksanaan teratur dan berkelanjutan sangat penting   untuk menjamin pemahaman menyeluruh, sehingga upaya pencegahan dan pengelolaan trigger  finger di komunitas pekerja pabrik rokok dapat dilaksanakan secara optimal dan berkelanjutan.