Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Literature Review: Identifikasi Mikroplastik Terhadap Lingkungan Laut Dan Biota Laut Chairun Annisa Aryanti; Fatmawati; Fitriah Amir; Haeruddin; Maria Yosephine Simbolon
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 7 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v7i1.111

Abstract

Laut Indonesia diperkirakan menerima kiriman limbah plastik yang digunakan untuk kebutuhan manusia dalam jumlah sangat besar setiap tahunnya. Limbah plastic dapat berubah menjadi mikroplastik yang berukuran 1µm - 5µm, dimana tidak memiliki daya larut dalam air sehingga dapat mencemari lingkungan pesisir dan biota laut. Kajian komprehensif terkait dampak negatif mikroplastik terhadap keanekaragaman hayati laut dan kualitas lingkungan pesisir. Penelitian ini adalah sebuah tinjauan pustaka. Pencarian literatur dalam penelitian ini dilakukan melalui Google Scholar dengan menggunakan kata kunci "mikroplastik, marine microplastic, dan microplastic in biota”, yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Artikel yang didapat ditapis sesuai topik terkait pencemaran mikroplastik di wilayah pesisir, yang dapat terunduh dan artikel yang terbit sejak 2019-2024. Penelitian ini didukung oleh kajian mendalam terhadap lima artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil tinjauan pustaka menemukan bahwa kelimpahan mikroplastik di suatu perairan tergantung pada aktivitas dan populasi kepadatan di lokasi tersebut. Dari 5 artikel yang di riview bentuk mikroplastik yang paling banyak ditemukan adalah fiber dan fragmen, sedangkan polimer mikroplastik yang dominan adalah polystyrene dan polycarbonate. Polimer mikroplastik tersebut jika masuk kedalam biota berpotensi masuk ke dalam rantai makanan serta menyebabkan dampak negatif bagi organisme laut dan manusia yang mengkonsumsinya. Berdasarkan hasil tinjauan pustaka, ditemukan bahwa lingkungan perairan laut telah terkontaminasi mikroplastik baik pada sedimen dan air laut. Pencemaran mikroplastik di lingkungan perairan dapat menyebabkan kontaminasi pada biota laut.
Literature Review: Identifikasi Mikroplastik Terhadap Lingkungan Laut Dan Biota Laut Chairun Annisa Aryanti; Fatmawati; Fitriah Amir; Haeruddin; Maria Yosephine Simbolon
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 7 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v7i1.111

Abstract

Laut Indonesia diperkirakan menerima kiriman limbah plastik yang digunakan untuk kebutuhan manusia dalam jumlah sangat besar setiap tahunnya. Limbah plastic dapat berubah menjadi mikroplastik yang berukuran 1µm - 5µm, dimana tidak memiliki daya larut dalam air sehingga dapat mencemari lingkungan pesisir dan biota laut. Kajian komprehensif terkait dampak negatif mikroplastik terhadap keanekaragaman hayati laut dan kualitas lingkungan pesisir. Penelitian ini adalah sebuah tinjauan pustaka. Pencarian literatur dalam penelitian ini dilakukan melalui Google Scholar dengan menggunakan kata kunci "mikroplastik, marine microplastic, dan microplastic in biota”, yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Artikel yang didapat ditapis sesuai topik terkait pencemaran mikroplastik di wilayah pesisir, yang dapat terunduh dan artikel yang terbit sejak 2019-2024. Penelitian ini didukung oleh kajian mendalam terhadap lima artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil tinjauan pustaka menemukan bahwa kelimpahan mikroplastik di suatu perairan tergantung pada aktivitas dan populasi kepadatan di lokasi tersebut. Dari 5 artikel yang di riview bentuk mikroplastik yang paling banyak ditemukan adalah fiber dan fragmen, sedangkan polimer mikroplastik yang dominan adalah polystyrene dan polycarbonate. Polimer mikroplastik tersebut jika masuk kedalam biota berpotensi masuk ke dalam rantai makanan serta menyebabkan dampak negatif bagi organisme laut dan manusia yang mengkonsumsinya. Berdasarkan hasil tinjauan pustaka, ditemukan bahwa lingkungan perairan laut telah terkontaminasi mikroplastik baik pada sedimen dan air laut. Pencemaran mikroplastik di lingkungan perairan dapat menyebabkan kontaminasi pada biota laut.
SOSIALISASI PEMANFAATAN PEKARANGAN DI WILAYAH PESISIR UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DAN GIZI MASYARAKAT DESA TANJUNG BUNGA, KECAMATAN WAWOLESEA, KABUPATEN KONAWE UTARA fitriah amir; La Ode Adi Parman Rudia; Haeruddin; Rahman Hasima; Idris Saputra; Sri Wahyuni Basoka
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.5721

Abstract

Tanjung Bunga Village, located in Wawolesea District, North Konawe Regency, is one of the coastal villages endowed with abundant natural resources, both terrestrial and marine. Most of its residents work as fishermen and live in houses facing the sea. However, the use of home yards has not yet been optimized as a source of food or for improving family nutrition. Based on the identification results, two main problems were found: the low awareness of the community regarding the importance of yard utilization and the lack of knowledge about proper management techniques. To address these issues, a community service activity was carried out through a socialization program on yard utilization in coastal areas. This activity aimed to enhance the awareness and knowledge of fishing communities about the importance of productive yard management. The results showed an increase in understanding and motivation among participants to utilize their home yards as alternative food sources and as an effort to improve family nutrition. It can be concluded that the socialization program has successfully increased participants’ awareness of the importance of yard utilization to strengthen food security and community nutrition. Keywords: Coastal area, yard utilization, food security