Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS JENIS UKURAN BUTIR SEDIMEN DI PERAIRAN SLUKE, REMBANG Chairun Annisa Aryanti; Muslim Muslim; Murdahayu Makmur
Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.383 KB)

Abstract

Perairan Sluke, Rembang, merupakan perairan yang terletak di Pantai Utara Jawa Tengah. Di kawasan ini terdapat aktivitas nelayan dan perusahaan listrik tenaga uap. Persebaran sedimen di kawasan ini perlu diketahui untuk informasi berkaitan dengan aktivitas perusahaan listrik tenaga uap maupun kegiatan nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ukuran butir  yang dihubungkan dengan pola pergerakan arus di Perairan Sluke, Rembang. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 8 Maret 2015 dengan menggunakan metode purposive sampling. Data tersebut diperolehdari 9 stasiun penelitian yang mewakili wilayah perairan tersebut. Data primer berupa sampel sedimen dasar dan data arus lautsedangkan data sekunder meliputi peta batimetri Perairan Sluke.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode analisa tekstur sedimen menggunakan metode dry sieving (pengayakan) dan wet sieving (pemipetan). Metode pengukuran arus menggunakan metode euler.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekstur sedimen di Perairan Sluke didominasi oleh lanau. Kecepatan arus relatif kecil sehingga jenis sedimen didominasi oleh lanau.
Literature Review: Identifikasi Mikroplastik Terhadap Lingkungan Laut Dan Biota Laut Chairun Annisa Aryanti; Fatmawati; Fitriah Amir; Haeruddin; Maria Yosephine Simbolon
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 7 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v7i1.111

Abstract

Laut Indonesia diperkirakan menerima kiriman limbah plastik yang digunakan untuk kebutuhan manusia dalam jumlah sangat besar setiap tahunnya. Limbah plastic dapat berubah menjadi mikroplastik yang berukuran 1µm - 5µm, dimana tidak memiliki daya larut dalam air sehingga dapat mencemari lingkungan pesisir dan biota laut. Kajian komprehensif terkait dampak negatif mikroplastik terhadap keanekaragaman hayati laut dan kualitas lingkungan pesisir. Penelitian ini adalah sebuah tinjauan pustaka. Pencarian literatur dalam penelitian ini dilakukan melalui Google Scholar dengan menggunakan kata kunci "mikroplastik, marine microplastic, dan microplastic in biota”, yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Artikel yang didapat ditapis sesuai topik terkait pencemaran mikroplastik di wilayah pesisir, yang dapat terunduh dan artikel yang terbit sejak 2019-2024. Penelitian ini didukung oleh kajian mendalam terhadap lima artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil tinjauan pustaka menemukan bahwa kelimpahan mikroplastik di suatu perairan tergantung pada aktivitas dan populasi kepadatan di lokasi tersebut. Dari 5 artikel yang di riview bentuk mikroplastik yang paling banyak ditemukan adalah fiber dan fragmen, sedangkan polimer mikroplastik yang dominan adalah polystyrene dan polycarbonate. Polimer mikroplastik tersebut jika masuk kedalam biota berpotensi masuk ke dalam rantai makanan serta menyebabkan dampak negatif bagi organisme laut dan manusia yang mengkonsumsinya. Berdasarkan hasil tinjauan pustaka, ditemukan bahwa lingkungan perairan laut telah terkontaminasi mikroplastik baik pada sedimen dan air laut. Pencemaran mikroplastik di lingkungan perairan dapat menyebabkan kontaminasi pada biota laut.
Analisis Sedimentasi dan Peredaman Gelombang Akibat Pemecah Gelombang Ambang Rendah di Pantai Sigandu Simbolon, Maria Yosephine; Hendra Achiari; Dede M Sulaiman; Chairun Annisa Aryanti
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 7 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v7i1.118

Abstract

Kurangnya pertimbangan aspek lingkungan dalam pemanfaatan ruang pantai menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan Pantai Sigandu, Kabupaten Batang. Tidak adanya bangunan/struktur  pelindung pantai menyebabkan energi gelombang yang mencapai pantai cukup tinggi sehingga pantai berpotensi mengalami abrasi. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, Pemerintah membangun pemecah gelombang ambang rendah (PEGAR) sebagai upaya perlindungan pantai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya redam gelombang serta sedimentasi akibat PEGAR di perairan Pantai Sigandu. Analisis data menggunakan pendekatan model numerik dua dimensi. Hasil analisis memperlihatkan bahwa saat kondisi pasang, kecepatan arus sebesar 0,036 – 0,079 m/s dan bergerak menuju Tenggara, sementara saat kondisi surut, kecepatan arus sebesar 0,005 – 0,025 m/s dan berbalik arah dari Tenggara ke Barat Laut. Besar koefisien transmisi gelombang akibat adanya pemecah gelombang ambang rendah sebesar 32,68%. Sementara itu, hasil pemodelan sedimen mengindikasikan adanya sedimentasi dan erosi di sekitar Pantai Sigandu dengan laju sedimentasi sebesar 0,00117 m/hari. Hal ini menunjukkan bahwa arus dan gelombang berperan dalam transpor sedimen, yang berkontribusi terhadap proses sedimentasi di belakang bangunan pantai.
Bimbingan Teknis Penanaman Dalam Rangka Rehabilitasi Kawasan Mangrove Di Pesisir Sawapudo Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Wa Nurgayah; Ratna Dyah Palupi; Rahmadani, Rahmadani; A. Ginong Pratikino; Muhammad Trial Fiar Erawan; Chairun Annisa Aryanti
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i4.9134

Abstract

Desa Sawapudo dikenal dengan keunikan pesisirnya yang terdiri dari pantai, tebing karst, dan vegetasi mangrove. Kurangnya pengelolaan yang bijaksana telah menyebabkan degradasi, termasuk terganggunya ekosistem mangrove. Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk pengelolaan pesisir yang berkelanjutan. Oleh karena itu sebuah pengabdian kepada masyarakat dilakukan guna merehabilitasi ekosistem mangrove yang telah rusak melalui penanaman mangrove. Kondisi pantai yang baik untuk ditumbuhi mangrove gelombang rendah; daerah intertidal; mengandung endapan lumpur; dan lereng endapan tidak lebih dari 0.25 % - 0.50 %. Bibit mangrove yang digunakan berumur tiga sampai enam bulan. Untuk membantu bibit terlindung dari terjangan ombak, penggunaan tiang pancang atau ruas bambu sangat dianjurkan. Hasil pengabdian kepada masyarakat yaitu 200 bibit mangrove spesies Rhizophora sp. telah ditanam di pesisir Desa Sawapudo, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Seluruh masyarakat Desa Sawapudo, dosen dari FPIK UHO, UNG, maupun pegawai Bintang Samudera sebagai mitra Kolaborasi Nasional. Kegiatan ini, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungan pesisir.
ANALISA POTENSI BUDIDAYA AIR TAWAR DAN PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN KABUPATEN KONAWE UTARA, SULAWESI TENGGARA La Ode Muhammad Arsal; Haslianti; Dedy Oetama; Ahmad Mustafa; Muhammad Trial Fiar Erawan; Chairun Annisa Aryanti
Techno-Fish Vol. 9 No. 1 (2025): TECHNO-FISH
Publisher : TECHNO-FISH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.vi.10621

Abstract

Indonesia is the largest archipelago in the world with more than 81,000 km of coastline and more than 17,508 islands. The aquaculture and fishery product processing sectors have the potential to become one of the economic drivers in North Konawe Regency. There is a need for qualitative and quantitative information related to the development of the sector. The methodology used is; (1) survey and data collection, (2) data analysis using a set of analyses directed at mapping. (3) spatial database development. The land area of freshwater fish farming in North Konawe Regency is 11,928 ha, with potential land that can still be utilized amounting to 56,098 Ha. Commodities from freshwater aquaculture are dominated by goldfish, catfish and mujaer fish with a total production for 1 year of 5375 kg. Processing of fishery products in North Konawe Regency uses a traditional system and is on a household industry scale with a total of 88 business actors. The majority are located in Lasolo sub-district with a production of 145 tons/month. Tembang fish is the most dominating processing product at 90% of the total production. Based on the results of the study, we recommend the need to increase the area of freshwater aquaculture by opening new land to increase production. It is necessary to increase the capacity of business actors by modernizing the processing process and improving business institutions to be effective and efficient.
Literature Review: Identifikasi Mikroplastik Terhadap Lingkungan Laut Dan Biota Laut Chairun Annisa Aryanti; Fatmawati; Fitriah Amir; Haeruddin; Maria Yosephine Simbolon
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 7 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v7i1.111

Abstract

Laut Indonesia diperkirakan menerima kiriman limbah plastik yang digunakan untuk kebutuhan manusia dalam jumlah sangat besar setiap tahunnya. Limbah plastic dapat berubah menjadi mikroplastik yang berukuran 1µm - 5µm, dimana tidak memiliki daya larut dalam air sehingga dapat mencemari lingkungan pesisir dan biota laut. Kajian komprehensif terkait dampak negatif mikroplastik terhadap keanekaragaman hayati laut dan kualitas lingkungan pesisir. Penelitian ini adalah sebuah tinjauan pustaka. Pencarian literatur dalam penelitian ini dilakukan melalui Google Scholar dengan menggunakan kata kunci "mikroplastik, marine microplastic, dan microplastic in biota”, yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Artikel yang didapat ditapis sesuai topik terkait pencemaran mikroplastik di wilayah pesisir, yang dapat terunduh dan artikel yang terbit sejak 2019-2024. Penelitian ini didukung oleh kajian mendalam terhadap lima artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil tinjauan pustaka menemukan bahwa kelimpahan mikroplastik di suatu perairan tergantung pada aktivitas dan populasi kepadatan di lokasi tersebut. Dari 5 artikel yang di riview bentuk mikroplastik yang paling banyak ditemukan adalah fiber dan fragmen, sedangkan polimer mikroplastik yang dominan adalah polystyrene dan polycarbonate. Polimer mikroplastik tersebut jika masuk kedalam biota berpotensi masuk ke dalam rantai makanan serta menyebabkan dampak negatif bagi organisme laut dan manusia yang mengkonsumsinya. Berdasarkan hasil tinjauan pustaka, ditemukan bahwa lingkungan perairan laut telah terkontaminasi mikroplastik baik pada sedimen dan air laut. Pencemaran mikroplastik di lingkungan perairan dapat menyebabkan kontaminasi pada biota laut.
Analisis Sedimentasi dan Peredaman Gelombang Akibat Pemecah Gelombang Ambang Rendah di Pantai Sigandu Simbolon, Maria Yosephine; Hendra Achiari; Dede M Sulaiman; Chairun Annisa Aryanti
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 7 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v7i1.118

Abstract

Kurangnya pertimbangan aspek lingkungan dalam pemanfaatan ruang pantai menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan Pantai Sigandu, Kabupaten Batang. Tidak adanya bangunan/struktur  pelindung pantai menyebabkan energi gelombang yang mencapai pantai cukup tinggi sehingga pantai berpotensi mengalami abrasi. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, Pemerintah membangun pemecah gelombang ambang rendah (PEGAR) sebagai upaya perlindungan pantai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya redam gelombang serta sedimentasi akibat PEGAR di perairan Pantai Sigandu. Analisis data menggunakan pendekatan model numerik dua dimensi. Hasil analisis memperlihatkan bahwa saat kondisi pasang, kecepatan arus sebesar 0,036 – 0,079 m/s dan bergerak menuju Tenggara, sementara saat kondisi surut, kecepatan arus sebesar 0,005 – 0,025 m/s dan berbalik arah dari Tenggara ke Barat Laut. Besar koefisien transmisi gelombang akibat adanya pemecah gelombang ambang rendah sebesar 32,68%. Sementara itu, hasil pemodelan sedimen mengindikasikan adanya sedimentasi dan erosi di sekitar Pantai Sigandu dengan laju sedimentasi sebesar 0,00117 m/hari. Hal ini menunjukkan bahwa arus dan gelombang berperan dalam transpor sedimen, yang berkontribusi terhadap proses sedimentasi di belakang bangunan pantai.
Pahlawan Kecil Penjaga Laut Edukasi Ekosistem Laut kepada Siswa/i SDN 04 Moramo Utara: Pahlawan Kecil Penjaga Laut: Edukasi Ekosistem Laut kepada Siswa/i SDN 04 Moramo Utara Oetama, Dedy; Asriyana; Haslianti; Chairun Annisa Aryanti; Wa Jali; Adi Imam Wahyudi
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.5468

Abstract

Ekosistem laut rentan rusak akibat dari perubahan iklim, eksploitasi berlebih dan pencemaran laut. Kendala upaya konservasi adalah kurangnya pemahaman publik akan pentingnya melestarikan laut. Peningkatan pemahaman harus dilakukan di berbagai wilayah. Kesadaran siswa mengenai urgensi pelestarian ekosistem laut, dapat ditingkatkan melalui pendidikan yang bersifat interaktif dan berorientasi lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi pemahaman ekosistem laut bagi siswa/i SDN 04 Moramo Utara bertema “Pahlawan Kecil Penjaga Laut”. Kegiatan ini berupa pengenalan dan pentingnya menjaga ekosistem laut. Metode yang digunakan presentasi, diskusi dan tanya jawab dengan semua anak didik kelas 1 sampai 6 SD yang berjumlah 136 Murid. Untuk menimbulkan rasa tanggung jawab terhadap ekosistem laut, kegiatan dilanjutkan dengan lomba menggambar yang diikuti oleh murid kelas 1 sampai 4 SD. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa siswa/i memiliki antusias yang tinggi terhadap topik ekosistem laut. Mampu menjelaskan fungsi dan kenapa kita harus menjaga laut serta memiliki rasa tanggung jawab akan kelestarian laut.
PENANAMAN MANGROVE SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN LAUT DESA TANJUNG BUNGA, KECAMATAN WAWOLESEA, KONAWE UTARA Sjamsu Alam Lawelle; Azwar Sidiq; Chairun Annisa Aryanti; Yustika Intan Permatahati; Wa Ode Intiyani Mangurana
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6147

Abstract

Indonesia is one of the countries with extensive mangrove forests, covering around 22.8% of the world's total mangrove area. Mangrove ecosystems are a natural resource that plays an important role in human survival, and their existence is crucial in maintaining ecological balance in coastal areas. In addition, mangroves also play a significant role in the economy. This activity has a specific goal of preserving the mangrove ecosystem and maintaining the marine environment, particularly in the coastal area of Tanjung Bunga Village, North Konawe. This activity is carried out in four stages, namely: observation, program planning, mangrove socialization, and mangrove planting. The mangrove planting was carried out with the direct assistance of the National Collaboration Community Service Team, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Halu Oleo University. This activity can provide enormous benefits for the coastal environment, especially in helping to restore the condition of mangroves on the coast of Tanjung Bunga Village, North Konawe. Mangrove restoration in the coastal area of Tanjung Bunga Village demonstrates that a collaborative and participatory approach can yield significant positive impacts in efforts to preserve a sustainable marine environment. It has been proven that by involving local communities in the mangrove restoration process, we not only protect the coastal ecosystem but also improve community welfare through the economic benefits that can be derived from the existence of that ecosystem.
Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Pesisir di Kelurahan Tondonggeu Kecamatan Nambo Kota Kendari Ermayanti Ishak; Andi Besse Patadjai; Waode Nilda Arifiana Effendy; Chairun Annisa Aryanti; Asriyana; Wa Jali
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.230

Abstract

Kelurahan Tondonggeu, yang terletak di pesisir Kecamatan Nambo, memiliki kekayaan sumber daya alam dan hayati yang berlimpah, seperti hasil laut, ekosistem lamun, dan potensi wisata bahari. Namun, pemanfaatan potensi ini masih didominasi oleh kegiatan ekonomi tradisional yang nilai tambahnya rendah.  Selain itu, permasalahan lain seperti permasalahan lingkungan berupa penumpukan sampah plastik dan sampah organik, dan pemanfaatan hasil laut yang kurang optimal menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat.  Tujuan Kegiatan ini adalah untuk memberdayakan masyarakat pesisir untuk pengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi pesisir yang ramah lingkungan, memanfaatkan potensi lokal, dan menciptakan peluang usaha baru. Untuk mengatasi permasalahan yang ada di Kelurahan Tondoggeu maka beberapa program kerja telah dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu sosialisasi dan diskusi mengenai tahapan-tahapan kegiatan/program, pembentukkan tim atau kelompok kerja dari mahasiswa untuk mendamping anggota kelompok nelayan, pengumpulan dan pemilahan sampah plastik dengan menyediakan wadah pengumpulnya, pengolahan sampah anorganik (botol plastik) menjadi produk bernilai jual, serta pelatihan pembuatan inovasi produk turunan dari ikan. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir sekaligus menumbuhkan semangat wirausaha berbasis potensi lokal. Masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mampu mengubah limbah dan hasil laut menjadi produk bernilai ekonomi. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan kreatif dan berkelanjutan dapat memberikan dampak positif secara sosial, ekonomi, dan lingkungan.