Pringgo Mardesia
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Latihan Kekuatan Otot Lengan Terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 Meter Mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga Matakuliah Spesialisasi Renang Aldy Fazerio Pratama; Romi Pardela; Pringgo Mardesia; Desi Purnama Sari
Jurnal Gladiator Vol 6 No 4 (2026): Jurnal Gladiator
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/gltdor2418011

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa berpengaruh latihan kekuatan otot lengan terhadap kecepatan renang gaya bebas 50 meter bagi mahasiswa kepelatihan olahraga yang mengambil matakuliah Renang Spesialisasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (one group pretest-posttes design). Penelitain ini menggunakan metode purposive sampling dengan populasi 20 orang dan sampel 17 orang. Dan di sini peneliti melihat kecepatan tes awal (pretest) setelah itu diberikan perlakuan berupa program latihan kekuatan otot lengan dan melakukan tes kecepatan akhir (posttest) 50 meter gaya bebas. Data dianalisis menggunakan Uji normalitas Shapiro-Wilk dan Uji hipotesis paired sampel t-test.Hasil penelitian menunjukan nilai signifikan sebesar 0,001 (p<0,05), yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan latihan kekuatan otot lengan terhadap kecepatan renang gaya bebas 50 meter. Peningkatan ini di tunjukan oleh penurunan waktu tempuh renang setelah diberikan perlakuan berupa melakkan latiahan kekuatan otot lengan.
PENGARUH LATIHAN SQUAT THRUST TERHADAP KECEPATAN RENANG GAYA DADA 50 METER PADA ATLET RENANG WOMAN SWIMMING CLUB PADANG Nanda; Pringgo Mardesia; Desi Purnama Sari; Ronni Yenes
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/1dfpq340

Abstract

Studi ini difokuskan untuk mengungkap dampak latihan squat thrust terhadap performa kecepatan renang gaya dada sejauh 50 meter pada atlet Woman Swimming Club Padang. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sebanyak 7 atlet putra usia 13–15 tahun dijadikan subjek penelitian. Program latihan dilaksanakan selama 16 sesi dengan intensitas empat kali per minggu. Data diperoleh melalui pengukuran waktu tempuh renang menggunakan stopwatch sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas, serta uji t berpasangan. Temuan menunjukkan adanya peningkatan performa yang ditandai dengan penurunan waktu rata-rata dari 50,55 detik menjadi 48,03 detik. Nilai signifikansi sebesar 0,001 (<0,05) menegaskan bahwa latihan squat thrust memberikan dampak yang bermakna terhadap kecepatan renang. Oleh karena itu, latihan ini dapat dijadikan strategi efektif dalam peningkatan performa atlet.
Pengaruh Penggunaan, Media Latihan Untuk Meningkatkan Kecepatan, Renang, Gaya Bebas Atlet Renang Klub Searia Aquatic Padang M. Ghufran Asy Syifa Adha; Romi Mardela; Phil Yanuar Kiram; Pringgo Mardesia
Jurnal Gladiator Vol 6 No 1 (2026): jurnal gladiator
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/gltdor2119011

Abstract

Masalah dalam, penelitian ini adalah rendahnya pencapaian dalam renang, terutama saat mengevaluasi latihan, mengindikasikan adanya elemen yang mempengaruhi kecepatan gaya bebas. Penelitian ini dilakukan bertujuan, untuk, mengetahui Pengaruh Penggunaan Media Latihan Untuk Meningkatkan Kecepatan, Renang, Gaya Bebas Atlet Renang Klub Searia Aquatic Padang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet renang Sea-Ria Aquatic berjumlah 49 orang atlet, diantaranya 24 orang laki-laki dan 25 orang perempuan dan aktif berlatih dibawah binaan Sea-Ria Aquatic. Berdasarkan populasi diatas, maka sampel dalam penelitian ini adalah atlet renang Sea-Ria Aquatic yang termasuk ke dalam KU II-IV. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Teknik ini dilakukan berdasarkan pertimbangan peneliti dalam penentuan jumlah sampel. Sampel yang diambil adalah berjumlah 15 orang laki-laki. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kecepatan renang gaya bebas 50 meter yang menggunakan stopwatch untuk pre-test dan post-test. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan taraf signifikan ɑ=0,05 dan uji normalitas menggunakan uji liliefors. Hasil penelitian ini adalah yang dilihat dari nilai thitung 6.915 sedangkan ttabel 1.761 dengan taraf signifikan 0.05 dan n = 14, thitung > ttabel (6.915 > 1.761). Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan, terdapat pengaruh latihan renang menggunakan fins dan paddle terhadap kecepatan renang 50 meter gaya bebas atlet renang klub SeaRia Aquatic Padang.
Pengaruh Latihan Pull Buoy Terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas Pada Atlet Searia Akuatik Andre Febrianto; Naluri Denai; Pringgo Mardesia
Jurnal Gladiator Vol 6 No 1 (2026): jurnal gladiator
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/gltdor2315011

Abstract

Masalah dalam penelitian ini yaitu belum optimalnya kecepatan renang gaya bebas pada atlet Searia Akuatik. Kondisi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain lemahnya gerakan tangan dan kaki yang menyebabkan dorongan di dalam air belum maksimal saat berenang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Pull Buoy terhadap kecepatan renang gaya bebas pada atlet Searia Akuatik Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasy experiment) menggunakan desain one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 15 atlet berusia 11–14 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes kecepatan renang gaya bebas 50 meter yang dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan latihan Pull Buoy sebanyak 16 kali pertemuan. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Paired Sample T-Test dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata waktu kecepatan renang gaya bebas pada saat pretest adalah 39,25 detik, sedangkan pada posttest menurun menjadi 37,41 detik, sehingga terjadi peningkatan kecepatan dengan selisih rata-rata 1,84 detik. Uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kecepatan renang gaya bebas setelah diberikan latihan Pull Buoy.
Pengaruh Metode Latihan Interval Terhadap Kecepatan Renang 50 Meter Gaya Bebas Pada Atlet RAM Swimming Club Padang Juliana Juliana; Ronni Yenes; Pringgo Mardesia; Naluri Denay
Jurnal Gladiator Vol 6 No 2 (2026): jurnal gladiator
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/gltdor2369011

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh observasi di lapangan yang menunjukkan bahwa masih rendahnya performa kecepatan renang 50 meter gaya bebas pada atlet RAM Swimming Club. Hal tersebut teridentifikasi melalui catatan waktu dalam berbagai kompetisi yang diikuti, di mana atlet belum mampu mencapai target waktu maksimal. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui sejauh mana pengaruh pemberian metode latihan interval terhadap peningkatan kecepatan renang gaya bebas.Metode penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Instrumen pengambilan data yang digunakan adalah tes kecepatan renang gaya bebas sejauh 50 meter. Subjek dalam penelitian ini merupakan atlet Kelompok Umur (KU) IV di RAM Swimming Club yang berjumlah 8 orang, yang ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi tertentu. Penelitian dilaksanakan secara intensif di kolam latihan RAM Swimming Club.Teknik analisis data menggunakan statistika inferensial melalui uji-t pada taraf signifikansi 5% (a = 0,05)$. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari pemberian latihan interval terhadap kecepatan renang 50 meter gaya bebas. Berdasarkan analisis data, diperoleh nilai thitung = 4,657 yang lebih besar dari ttabel = 1,894. Dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima. Simpulan penelitian ini adalah latihan interval secara sistematis terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas anaerobik dan kecepatan sprint atlet renang.
Pengaruh Metode Latihan Menggunakan Kickband Terhadap Peningkatan Kecepatan Renang Gaya Dada 50 Meter Pada Atlet Women Swimming Club (Wsc) Kota Padang Ismal Arif; Romi Mardela; Pringgo Mardesia; Desi Purnama Sari
Jurnal Gladiator Vol 6 No 3 (2026): jurnal gladiator
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/gltdor2394011

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kecepatan renang gaya dada atlet Women Swimming Club (WSC) Kota Padang akibat lemahnya kekuatan otot tungkai dan teknik gerakan kaki yang belum efisien. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode latihan menggunakan alat bantu kick band terhadap peningkatan kecepatan renang gaya dada 50 meter. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen pre-test dan post-test, melibatkan 7 atlet sebagai sampel dengan pemberian treatment sebanyak 8 kali pertemuan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-Test berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata waktu pre-test sebesar 52,119 detik menurun menjadi 47,09 detik pada post-test, dengan peningkatan sebesar 9,92%. Nilai Sig. (2-tailed) 0,004 < 0,05 dan t hitung 4,487 > t tabel 2,447, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Disimpulkan bahwa latihan menggunakan alat bantu kick band terbukti berpengaruh meningkatkan kecepatan renang gaya dada 50 meter melalui penguatan otot tungkai dan perbaikan efisiensi teknik gerakan kaki atlet.
Pengembangan Kompetensi Guru untuk Gerak Dasar Anak Usia Dini (tgmd3) dan Pelatihan Kebugaran Jasmani Irfan Oktavianus; Pringgo Mardesia; Maltha Kharisma; Eko Purnomo; Alex Aldha Yudi; Muhammad Fakhrur Rozi; Adiska Rani Ditya Candra
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jaso.v4i2.52

Abstract

Motor learning in preschool and school education is very important to pay attention to because it has an impact on children's growth and development, as well as their mental abilities (Komaini et al. 2021). Many challenges Indonesian children face, overweight or obesity and lack of physical activity are two major challenges. More than half (65%) of the world's population lives in countries where overweight and obesity kill many people, identified as the fourth leading risk factor for global mortality(Gallahue 1989). The problem is not limited to adults and nearly 43 million children worldwide under the age of five were overweight in 2010. It is clear we need to look critically and progressively at physical activity and motor skills development. In this service, the service will run basic physical fitness and movement programs that have been adapted to the needs of school and early childhood students in Indonesia, namely the TKJI and INDO-SKIP tests. INDO SKIP is a basic motion learning program that focuses on locomotor motion and control objects that have been proven in improving the quality of children's basic movements. Meanwhile, TKJI is an Indonesian Physical Fitness Test. The target that will be carried out this year is to be able to provide training to kindergarten schools in the region to implement basic movement learning in PAUD and Sipora Middle School, Mentawai Regency. Has collaborated with the Academic community of Padang State University to develop school teachers and Village Kindergarten Teachers. For this reason, it is important to do coaching for these teachers. After training, teachers will provide independent learning about basic movements in accordance with the curriculum that has been prepared for kindergarten students.