p-Index From 2021 - 2026
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Health Idea
Atira Atira
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Luhur Cimahi

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengenalan Flora Normal Pada Berbagai Organ Tubuh Manusia Atira Atira
Health Idea Vol 3, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi3103

Abstract

Flora normal adalah mikroorganisme yang secara alami hidup di tubuh manusia tanpa menyebabkan penyakit pada kondisi normal. Flora normal pada tubuh manusia memiliki beberapa fungsi penting, di antaranya adalah melindungi tubuh dari infeksi patogen, membantu proses pencernaan, menghasilkan nutrisi, dan merangsang sistem imun. Namun belum diketahui spesies mikroba dominan sebagai penghuni tetap diberbagai daerah anatomi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui spesies  mikroba dominan sebagai penghuni tetap diberbagai daerah anatomi manusia.  Metode penelitian menggunakan studi literatur mengenai flora normal di berbagai daerah anatomi manusia. Hasil penelitian mengenai spesies Flora normal tubuh manusia didaerah anatomi manusia adalah sebagai berikut: 1. Flora Normal area Kulit ( bakteri dominan: Staphylococcus epidermidis). 2. Flora Normal area Hidung dan Nasofaring (bakteri dominan: Staphylococcus epidermidis). 3. Flora Normal area Mulut (Staphylococcus epidermidis, Streptococcus salivarius, dan Candida albicans). 4. Flora Normal area Orofaring (Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus auereus, Difteroid).  5. Flora Normal area Usus Halus (Enterococcus, Candida albicans). 6. Flora Normal area Usus Besar (Bacillus Gram negative dan Bscillus gram Positif, Escrechia coli, Enterococcus, dan Candida albicans). 7. Flora Normal area Vagina (Lactobacillus dan jamur Candidda spp.). 8. Flora Normal area Konjungtiva (Haemophilus).  9. Flora Normal area Telinga  (Streptococcus pneumonia). Simpulan: Terdapat berbagai spesies Flora normal pada area anatomi tubuh manusia yaitu pada area kulit, hidung, mulut, orofaring, usus halus, usus besar, vagina, konjungtiva, dan telinga.
Gambaran Personal Hygiene dan Kejadian Scabies Pada Santri Afrieani Deasy; Atira Atira; Santi Oktaviani
Health Idea Vol 2, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi2305

Abstract

Prevalensi skabies di Indonesia berkisar antara 4,60% hingga 12,95% setiap tahunnya. Data Dinas Kesehatan Jawa Barat bahwa prevalensi penderita skabies pada tahun 2016 sebesar 16%, sedangkan prevalensi meningkat dari tahun ke tahun hingga pada tahun 2020 prevalensi penderita skabies menjadi 20,5% dari total penduduk di Jawa Barat. Namun penderita Skabies belum diketahui mengenai Personal Hygiene dan Kejadian Scabies Pada Santri Di Pondok Pesantren Darussalam Gunung Bentang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Personal Hygiene dan Kejadian Scabies Pada Santri Di Pondok Pesantren Darussalam Gunung Bentang. Metode penelitian ini menggunakan metode Survei Deskriptif. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 52 responden. Hasil Penelitian didapatkan  personal hygiene kategori baik sebanyak 39 responden dan kejadian Scabies sebanyak 13 (25%) responden kategori buruk. Kata Kunci: Scabies, Santri, Pondok Pesantren
Edukasi Kesehatan Reproduksi Menggunakan Media Booklet terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang Infeksi Menular Seksual Pada Wanita Usia Subur Wulan Novika Ambarsari; Atira Atira; Assyani Nursafitri
Health Idea Vol 1, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi1302

Abstract

Sexually Transmitted Infections (STIs) are one of the public health problems in West Java in 2017, namely 1,877 cases. The incidence of STIs in women of childbearing age based on laboratory results from the Cimahi City Health Service is 462 people who contracted STIs in 2022. The causes of this incident include the low level of knowledge possessed by women of childbearing age. One method that is thought to be able to increase reproductive health knowledge about sexual infections in women of childbearing age is providing reproductive health education using Booklet Media. The aim of this research is to determine the effect of reproductive health education using booklet media on the level of knowledge about sexually transmitted infections in women of childbearing age. The research method uses pre-experimental designs with a one group pretest posttest design. The research sample was 60 respondents with a total sampling technique. Test knowledge data analysis using Marginal Homogeneity. The research results show that there is an influence of reproductive health education using booklet media on the level of knowledge about sexually transmitted infections in women of childbearing age with a value of p = 0.000 < α = 0.05, so Ho is rejected and H1 is accepted. Suggestion: Health education using booklet media can be applied in order to increase public knowledge so that people can avoid sexually transmitted infections, especially women of childbearing age so that they are free from STIs.
Hubungan Sikap Siswa dengan Perilaku Penerapan Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, dan Mengurangi Mobilisasi dalam Pencegahan Penularan Covid-19 Atira Atira; Ayu Astuti; Dianto Dianto
Health Idea Vol 1, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi1103

Abstract

ABSTRACT Covid-19 in West Java ranks second in Indonesia with 709,602 cases, of which 693,921 cases recovered, and 14,761 died. In Cimahi City there were 13218 positive cases, 12820 recovered cases, and 239 dead cases. One of the triggers for the Covid-19 incident was due to a lack of implementing 5M behavior (wearing masks, washing hands, keeping distance, staying away from crowds, and reducing mobilization) in prevention transmission of Covid-19. Attitude is thought to be one of the determining factors in the behavior of implementing 5M. The purpose of this study was to determine the relationship between attitude and behavior in implementing 5M in preventing the transmission of Covid-19 at MTs (Madrasah and Tsyanawiyah) Pasundan Cimahi. The research method uses cross sectional analytic surveys. The sample size in this study was 73 respondents using the Total Sampling Technique. Data collection using a questionnaire. The results of the study were analyzed univariately and bivariately with the Chi-Square test. From 73 respondents, 64.4% of the respondents got a "positive" attitude and the highest 5M implementation behavior was in the "bad" category, namely 50.7% of the respondents. Based on the bivariate analysis of data, the highest was 47 (64.4%) of respondents who were "positive" and those who behaved "badly" were 37 (50.7%) of respondents. The results of the Chi-Square analysis obtained a p value of 0.000 ≥ 0.05. The results of the study show that there is a significant relationship between the attitudes of respondents and the behavior of implementing 5M (p value of 0.000 ≥ α (0.05) then Ho is rejected or Ha is accepted. Suggestion: health facilities are needed in schools related to the behavior of implementing 5M in schools, so that students avoid the incident of Covid-19.Keywords: covid-19; attitude; behavior of implementing 5M ABSTRAK Covid-19 di Jawa Barat menempati urutan kedua di Indonesia sebanyak 709.602 kasus, diantaranya 693.921 kasus sembuh, dan 14.761 meninggal dunia. Di Kota Cimahi terdapat 13218 kasus positif, kasus sembuh 12820, dan kasus meninggal 239. Salah satu pemicu kejadian Covid-19 tersebut adalah karena kurangnya perilaku penerapan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilisasi) dalam pencegahan penularan Covid-19. Sikap diduga merupakan salah satu faktor penentu dalam perilaku penerapan 5M. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sikap dengan perilaku penerapan 5M dalam pencegahan penularan Covid-19 di MTs (Madrasah dan Tsyanawiyah) Pasundan Cimahi. Metode penelitian menggunakan survei analitik Cross Sectional. Besaran sampel pada penelitian ini sebanyak 73 responden dengan Teknik Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Sebanyak 73 responden, didapatkan gambaran sikap “Positif” 64,4% responden dan perilaku penerapan 5M yang tertinggi kategori “buruk” yaitu 50,7% responden. Berdasarkan analisis bivariat data yang tertinggi yaitu 47 (64,4%) responden yang bersikap “Positif” dan yang berperilaku “buruk” yaitu 37 (50,7%) responden. Hasil analisis Chi-Square didapatkan p value 0,000 ≥ 0,05. Hasil penelitian ada hubungan yang signifikan antara sikap responden dengan perilaku penerapan 5M  (nilai p sebesar 0,000 ≥ α (0,05) maka Ho ditolak atau Ha diterima. Saran: diperlukan fasilitas kesehatan di sekolah yang berhubungan dengan perilaku penerapan 5M di sekolah, agar siswa terhindar dari kejadian Covid-19.Kata Kunci: covid-19, sikap, perilaku penerapan 5M