Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pembelajaran guru dalam meningkatkan keterampilan menulis anak tunagrahita di Permata Diakonia. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis anak tunagrahita akibat keterbatasan intelektual, motorik halus, daya ingat, dan pemahaman simbol tulisan. Kondisi tersebut menuntut penerapan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik belajar anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif study kasus. Subjek penelitian ini menggunakan subjek tunggal karena hanya melibatkan satu siswa dan guru pendamping dan anak tunagrahita di Permata Diakonia. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan tiga strategi utama dalam pembelajaran menulis, yaitu scaffolding melalui pemberian contoh dan pendampingan bertahap, drill and practice melalui latihan menulis berulang, serta penggunaan media visual dan konkret seperti kartu huruf dan gambar. Strategi tersebut membantu anak menebalkan huruf, menyalin tulisan, menulis kata sederhana, serta meningkatkan fokus belajar. Namun, pembelajaran masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan sarana dan perbedaan kemampuan anak. Berdasarkan hasil penelitian, strategi pembelajaran bertahap dan penggunaan media konkret mampu meningkatkan keterampilan menulis anak tunagrahita.