Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : WASANA NYATA

Pengembangan Dan Peningkatan Nilai Tambah Budidaya Jamur Tiram Melalui Pelatihan Nugget Jamur Di Desa Gerdu Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar Ambar Wariati; Andjar Putri Wijayanti; Muhammad Khoiruman
WASANA NYATA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v2i2.362

Abstract

Produksi jamur tiram cukup melimpah di Kabupaten Karanganyar termasuk di Desa Gerdu Kecamatan Karangpandan yang menjadi desa mitra Tim Pengabdian. Nilai jual jamur tiram dapat ditingkatkan dengan membuat produk makanan berbahan dasar jamur tiram, seperti : kripik jamur tiram, sate jamur, stick jamur, serundeng jamur dan produk jamur lain yang mempunyai nilai tambah. Kelompok Ibu PKK Desa Gerdu mencari alternatif produk berbahan dasar jamur tiram yang dianggap mampu diproduksi dan bisa meningkatkan tambahan pendapatan dari para anggota PKK. Nuget Jamur menjadi pilihan produk yang akan dikembangkan oleh mitra dengan alasan : 1) Produk nuget jamur masih sangat jarang di jual di pasar, 2) Diharapkan nuget jamur bisa menjadi alternatif pengganti nuget sapi dan ayam yang sudah terlebih dahulu populer di masyarakat. 3) Nuget Jamur diharapkan menjadi produk unik yang dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata di kabupaten Karanganyar. Untuk pencapaian tujuan tersebut maka Tim Pengabdian melakukan pelatihan dan pendampingan bagi mitra berupa : 1) pelatihan pembuatan produk nuget jamur tiram 2) pelatihan pengemasan produk nuget jamur tiram dan 3) pendampingan perijinan usaha. Kata Kunci : Jamur Tiram, produk nuget jamur, pengemasan, perijinan usaha
PELATIHAN PEMBUATAN TAS KAIN PERCA UNTUK PENINGKATAN MINAT PRODUK RAMAH LINGKUNGAN PADA IBU-IBU PKK DI KELURAHAN JEBRES KECAMATAN JEBRES SURAKARTA Dinna Riana; Ambar Wariati
WASANA NYATA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v1i2.197

Abstract

Saat ini, kerusakan lingkungan banyak terjadi karena disebabkan oleh eksploitasi sumber daya alam dan konsumsi yang berlebihan dikarenakan terjadinya pertumbuhan ekonomi yang cepat. Pemanasan global, penipisan lapizan ozon dan degradasi lingkungan (tanah, udara dan air) merupakan konsekuensi yang harus ditanggung akibat kerusakan lingkungan yang dapat mengancam kesehatan dan jiwa. Maka dari itu perlu kesadaran diri agar dapat melestarikan lingkungan salah satunya dengan menggunakan produk-produk ramah lingkungan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan pembuatan tas dari kain perca dimana memanfaatkan kain yang sudah tidak terpakai lagi. Selain itu, pelatihan ini juga dapat mendorong untuk membuka wirausaha baru di bidang produk ramah lingkungan. Pelatihan akan dilaksanakan di  Kelurahan Jebres   Kecamatan Jebres Surakarta, peserta pelatihan ditargetkan sebanyak 35 orang dari anggota ibu-ibu PKK di Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres Surakarta.Kata kunci: kewirausahaan, produk ramah lingkungan
PENGEMBANGAN DAN PENINGKATAN NILAI TAMBAH BUDIDAYA JAMUR TIRAM MELALUI PELATIHAN SOSIS JAMUR KEPADA KELOMPOK WANITA MANDIRI DESA GERDU Ambar Wariati; Siti Fatonah; Muhammad Khoiruman
WASANA NYATA Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v4i1.578

Abstract

ABSTRAKProduksi jamur tiram cukup melimpah di Kabupaten Karanganyar termasuk di Desa Gerdu Kecamatan Karangpandan yang menjadi desa mitra Tim Pengabdian. Nilai jual jamur tiram dapat ditingkatkan dengan membuat produk makanan berbahan dasar jamur tiram, seperti : kripik jamur tiram, sate jamur, stick jamur, serundeng jamur dan produk jamur lain yang mempunyai nilai tambah. Kelompok Wanita Mandiri  Desa Gerdu mencari alternatif produk berbahan dasar jamur tiram yang dianggap mampu diproduksi dan bisa meningkatkan tambahan pendapatan dari para anggota kelompok. Sosis Jamur menjadi pilihan produk yang akan dikembangkan oleh mitra dengan alasan : 1) Produk sosis  jamur masih sangat jarang di jual di pasar, 2) Diharapkan sosis  jamur bisa menjadi alternatif pengganti sosis  sapi dan ayam yang sudah terlebih dahulu populer di masyarakat. 3) Sosis  Jamur diharapkan menjadi produk unik yang dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata di kabupaten Karanganyar. Untuk pencapaian tujuan tersebut maka Tim Pengabdian melakukan pelatihan dan pendampingan bagi mitra berupa : pelatihan pembuatan produk sosis  jamur tiram Kata Kunci : Jamur Tiram, produk sosis  jamur
PENDAMPINGAN PENGURUSAN IZIN USAHA PRODUK NUGET JAMUR UNTUK MEMBANGUN KEMANDIRIAN EKONOMI DARI KELOMPOK PKK DESA GERDU KECAMATAN KARANG PANDAN KABUPATEN KARANGANYAR Ambar Wariati; Siti Fatonah; Muhammad Khoiruman
WASANA NYATA Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v3i2.519

Abstract

Produksi jamur tiram cukup melimpah di Kabupaten Karanganyar termasuk di Desa Gerdu Kecamatan Karangpandan yang menjadi desa mitra Tim Pengabdian.  Mitra telah berhasil membuat produk berbahan bakujamur tiram yang diberi nama “NUKGER” singkatan dari Nuget Jamur Tiram Khas Desa Gerdu, untuk memasarkan produk NUGKER maka perlu dibuat legalitas mitra sebagai produsen dan legalitas produk yang akan dipasarkan untuk itu perlu dilakukan pendampingan pengurusan perizinan usaha bagi mitra. Perizinan Usaha tersebut dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut: 1) memberikan pengetahuan bagi mitra dan menimbulkan kesadaran mengenai pentingnya memiliki perizinan dalam setiap kegiatan usaha; 2) memberikan pemahaman bahwa mengurus izin usaha adalah hal yang tidak sulit; dan 3) memberikan pemahaman tentang tata cara mengurus perizinan usaha bagi produk yang telah mereka kembangkan.  Hasil yang diperoleh dari pendampingan perizinan usaha disimpulkanberhasil karena persepsi peserta menganggap penting kegiatan ini bahwa mitra sebagai sasaran kegiatan memiliki pemahaman tentang perizinan usaha yang ditunjukan dari hasil angket yang disebarkan dan mitra telah berhasil mendapatkan Surat Izin Usaha dari Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar dan izin tersebut sudah didapatkan dengan nomor : 503/30/11.34.08/SIUP-PMK/IX/2018.
Sosialisasi Dan Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme Pada Masyarakat Di Desa Gebyog Kecamatan Mojogedang, Karanganyar Wariati, Ambar; Fatonah, Siti; Khoiruman, Muhammad
WASANA NYATA Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v7i1.1454

Abstract

Masalah sampah merupakan masalah penting yang dapat merusak keseimbangan ekosistem lingkungan. Berdasar perhitungan Bappenas dalam buku infrastruktur Indonesia pada tahun 1995 perkiraan timbulan sampah di Indonesia sebesar 22.5 juta ton dan akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2020 menjadi 53,7 juta ton (Mungkasa, 2004). Penerapan 3R atau reuse, reduce dan recycle sampah merupakan salah satu program terbaik dalam rangka pelestarian lingkungan hidup karena mengedepankan penanganan sampah dari sumbernya. Pengolahan sampah organik tuntas di tempat bila digulirkan secara terpadu bisa menuntaskan permasalahan sampah dari sumber yang pada akhirnya mendapat mendukung tercapainya kondisi lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman. Akan tetapi ternyata pengolahan sampah dengan sistem pemilahan sampah belum terlaksana secara terpadu. Sampah yang sudah dipilah sejak level rumah tangga belum tentu akan ditangani secara terpisah ketika telah sampai di tempat pembuangan akhir (TPA).Pemotongan alur distribusi sampah menuju TPA adalah cara yang efektif dan mempercepat pemrosesan sampah menjadi produk yang lebih bermanfaat. Cara efektif tersebut dapat direalisasikan melalui pembuatan eco-enzyme yang dapat diterapkan pada level rumah tangga. Eco-enzyme adalah ekstrak cairan yang dihasilkan dari fermentasi sisa sayuran dan buah-buahan dengan substrat gula merah. Prinsip proses pembuatan eco-enzyme sendiri sebenarnya mirip proses pembuatan kompos, namun ditambahkan air sebagai media pertumbuhan sehingga produk akhir yang diperoleh berupa cairan yang lebih disukai karena lebih mudah digunakan.
Digitalisasi dan Perluasan UMKM Kampung Batik di Desa Pungsari Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen Khristiana, Yenni; Kardha, Dessyana; Indriani, Etty; Khoiruman, Muhammad; Wariati, Ambar
WASANA NYATA Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v8i2.1850

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2024 di Balai Desa Pungsari, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. Program ini bertujuan untuk mendorong digitalisasi dan perluasan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kampung Batik Desa Pungsari melalui pendampingan dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi digitalisasi UMKM, pelatihan pemanfaatan teknologi digital, serta pendampingan langsung dalam pembuatan NIB bekerja sama dengan PT. Mikrobisnis Digital Sejahtera melalui program INAmikro. Kegiatan ini berlangsung dalam tiga sesi utama, yaitu pembukaan oleh Kepala Desa, pemaparan materi digitalisasi, serta sesi praktik dan pendampingan langsung.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta, yang terdiri dari pelaku UMKM setempat, sangat antusias dalam mengikuti program ini. Sebagian besar berhasil memperoleh NIB dan memahami pentingnya digitalisasi dalam pengembangan usaha mereka. Masukan dari peserta menunjukkan perlunya pendampingan lebih lanjut, khususnya dalam aspek pemasaran digital dan pengelolaan keuangan usaha. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan UMKM Kampung Batik di Kecamatan Plupuh dapat lebih siap bersaing di pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital.
Penguatan Literasi Pembayaran Digital UMKM Masaran melalui Pelatihan dan Pendampingan PosPay Susanti, Nani Irma; Sapariyah, Rina Ani; Khoiruman, Muhammad; Hariyanti, Hariyanti; Wariati, Ambar
WASANA NYATA Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i2.2065

Abstract

Transformasi pembayaran digital pada UMKM semakin penting seiring pergeseran perilaku konsumen menuju transaksi non-tunai, namun kesenjangan adopsi masih nyata di wilayah non-metropolitan, termasuk Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Kondisi ini berdampak pada keterbatasan pilihan pembayaran pelanggan, rendahnya pemanfaatan jejak transaksi untuk pencatatan, serta keraguan pelaku usaha terkait keamanan dan prosedur transaksi. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada penerapan PosPay sebagai alternatif kanal pembayaran digital bagi UMKM, dengan tujuan meningkatkan literasi, memfasilitasi onboarding, dan mendorong pemanfaatan riwayat transaksi untuk pencatatan sederhana. Metode yang digunakan adalah penerapan (implementatif) dengan pendekatan partisipatif, berbasis learning by doing, serta evaluasi pretest–posttest yang diperkuat observasi dan pendampingan. Pelaksanaan dilakukan pagi hari melalui kolaborasi Tim PKM Undha AUB Surakarta, mahasiswa, Pemerintah Kecamatan Masaran, dan Pos Indonesia. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi yang sangat baik, sebagian besar peserta mampu mengaktivasi dan mengoperasikan fitur inti, serta mulai menerapkan transaksi non-tunai di titik usaha. Peningkatan pemahaman paling terasa pada alur transaksi dan aspek keamanan, disertai perubahan perilaku layanan seperti kebiasaan menawarkan opsi non-tunai dan verifikasi pembayaran. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan praktik dan pendampingan kolaboratif efektif mempercepat kesiapan adopsi pembayaran digital pada UMKM dan layak diperluas melalui pendampingan lanjutan agar penggunaan semakin konsisten dan berdampak berkelanjutan.