Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Koneksi Matahari-Bumi 25 - 26 Agustus 2018: CME, MC, dan Badai Geomagnetik Kuat Khamdani, Muhamad; Herdiwijaya, Dhani
Sunan Kalijaga Journal of Physics Vol. 2 No. 1 (2020): Sunan Kalijaga Journal of Physics
Publisher : Prodi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Basis Revolusi Industri 4.0 adalah perkembangan teknologi, termasuk teknologi informasi dan komunikasi yang sangat rentan terdampak cuaca antariksa. Baik berupa gangguan sementara atau kerusakan permanen pada sistem teknologi landas Bumi dan, terlebih teknologi ruang angkasa. Dampak masif badai geomagnetik menjadikannya dianggap sebagai inti dari cuaca antariksa. Data per jam parameter geomagnet (indeks Dst) menunjukkan terjadinya badai geomagnetik kuat selama 9 jam pada 26 Agustus 2018. Puncak badai geomagnetik kuat ini terjadi pada pukul 06:00 UT dengan indeks Dst -174 nT. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui penyebab badai geomagnetik kuat yang terjadi pada fase menurun siklus Matahari ke-24, baik yang berada di ruang antar planet maupun di permukaan Matahari. Data plasma angin surya, medan magnet antar planet, dan parameter geomagnet yang digunakan dalam penelitian diperoleh dari laman OMNIWeb Plus yang disediakan oleh The Space Physics Data Facility (SPDF) dengan resolusi satu jam, sementara data lontaran massa korona (CME) diperoleh dari laman katalog CME yang dihasilkan dan dikelola oleh Coordinate Data Analysis Workshop (CDAW) Data Center. Berdasarkan analisis data (kecepatan dan temperatur) plasma dan rapat proton angin surya, medan magnet antar planet (komponen By dan Bz), dan turunan keduanya, kami menemukan awan magnetik (MC) di ruang antar planet. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyebab badai geomagnetik ini adalah lontaran massa korona yang terdapat di ruang antar planet (ICME). Lebih lanjut, keberadaan CME dan kondisi permukaan Matahari didiskusikan dalam tulisan ini. Penelitian ini penting untuk mematangkan pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan untuk memprediksi cuaca antariksa beserta mitigasi dampaknya.
Pemberdayaan UMKM Melalaui Pendekatan Asset-Based Community Development dan Digital Marketing di Desa Sugihan: Empowering MSMEs through an Asset-Based Community Development Approach and Digital Marketing in Sugihan Village Khamdani, Muhamad; Sagita, Diah Mutiara; Himmatus Sa'diyah, Nelly; 'Aini, Wirdatul; Rahayu, Sella Fajar; Masruri, Dava Lazuardy
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v6i1.4869

Abstract

Abstract Consumer behavior tendencies that depend on digital platforms require MSMEs to undergo digital transformation to remain competitive. The lack of digital literacy is a significant issue in digital transformation, necessitating knowledge transfer through socialization, training, and mentoring to ensure the program's sustainability. The Asset-Based Community Development (ABCD) approach used in this research goes through five stages, namely identifying community potential, formulating a shared vision, designing and implementing digital marketing strategies, and monitoring program sustainability. The results show an increase in digital literacy capacity among MSME actors with the ability to operate various digital platforms. The synergy between students, village governments, and local communities has proven to be the key to the success and sustainability of the program. This emphasizes that MSME development should be based on a combination of education, practical experience, and ongoing mentorship. Thus, this program can serve as a model for the development of MSMEs as well as tangible evidence of community service in creating independent, adaptive, and sustainable competitive MSMEs. Keywords: Empowerment, MSMEs, ABCD approach, digital marketing Abstrak Kecenderungan perilaku konsumen yang bergantung pada platform digital menuntut UMKM melakukan transformasi digital agar tetap kompetitif. Minimnya literasi digital menjadi masalah utama dalam transformasi digital, sehingga memerlukan transfer pengetahuan dalam bentuk sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan untuk memastikan keberlanjutan program. Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang digunakan dalam penelitian ini melalui lima tahap, yakni identifikasi potensi komunitas, perumusan visi bersama, perancangan dan pelaksanaan strategi pemasaran digital, serta monitoring keberlanjutan program. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kapasitas literasi digital pelaku UMKM dengan kemampuan mengoperasikan beragam platform digital. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan komunitas lokal terbukti menjadi kunci keberhasilan dan keberlanjutan program. Hal ini menegaskan bahwa pengembangan UMKM harus berlandaskan pada kombinasi edukasi, praktik, dan pendampingan berkelanjutan. Dengan demikian, program ini dapat dijadikan model bagi pengembangan UMKM, sekaligus bukti nyata pengabdian masyarakat dalam mencetak UMKM yang mandiri, adaptif, dan berdaya saing berkelanjutan. Kata kunci: Pemberdayaan, UMKM, pendekatan ABCD, digital marketing