Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENDAMPINGAN UMKM DALAM MENGELOLA POTENSI MASYARAKAT MELALUI LAPAK MENUJU EKONOMI DIGITAL DI DESA SAJANG KEC. SEMBALUN Hidayanti, Nur Fitri; Hulaimi, Ahmad
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.28173

Abstract

ABSTRAK                                                                            Dalam rangka memajukan potensi UMKM di Indonesia, banyak pihak yang berperan aktif dalam memberikan pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil,dan menengah(UMKM). Desa Sajang, kecamatan Sembalun merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi UMKM yang cukup besar. Namun, banyak dari pelaku UMKM di daerah tersebut masih mengalami kendala dalam pengelolaan dan pemasaran produk. Selain itu, mayoritas pelaku UMKM di desa Bawak nao adalah ibu-ibu rumah tangga yang belum memiliki kemampuan dan akses yang cukup untuk mengembangkan bisnis mereka. Adapun tujuan dari pendampingan ini antara lain: 1)Memberikan gambaran mengenai proses pendampingan yang dilakukan kepada pelaku UMKM. 2)Menjelaskan strategi yang digunakan dalam kegiatan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan dan pemasaran produk UMKM. 3) Menjelaskan hasil yang telah dicapai dari kegiatan pendampingan tersebut, seperti peningkatan kualitas produk, peningkatan penjualan, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. 4) Memberikan rekomendasi dan saran untuk kegiatan pendampingan UMKM di masa yang akan datang, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat. Metode Yang digunakan dalam kegitan ini adalah Penyuluhan dan Praktik, dimana mitra dalam kegitan ini adalah Karang Taruna di Desa Sajang kec. Sembalun, kegiatan ini diikuti sekitar 23 ibu-ibu rumah tangga dan beberapa diantaranya adlah pelaku UMKM. Hasil yang telah dicapai dalam kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga dan pelaku UMKM di desa sajang, kec. Sembalun mampu mengelola potensi yang mereka miliki melalui lapak dan menuju pemasaran produk secara digital sehingga mampu memaksimalkan laba demi tercapainya kesejahteraan masyarakat. Kata kunci: UMKM; Potensi; Lapak; Ekonomi Digital. ABSTRACTIn order to advance the potential of MSMEs in Indonesia, many parties play an active role in providing assistance to micro, small, and medium enterprises (MSMEs). Sajang Village, Sembalun District is one of the areas in Indonesia that has quite large MSME potential. However, many MSMEs in the area still experience obstacles in product management and marketing. In addition, the majority of MSMEs in Bawak Nao Village are housewives who do not yet have sufficient skills and access to develop their businesses. The objectives of this mentoring include: 1) Providing an overview of the mentoring process carried out for MSME actors. 2) Explaining the strategies used in mentoring activities to improve the management and marketing capabilities of MSME products. 3) Explaining the results that have been achieved from the mentoring activities, such as improving product quality, increasing sales, and improving the economic welfare of the local community. 4) Providing recommendations and suggestions for MSME mentoring activities in the future, so that they can provide greater benefits to the local community. The method used in this activity is Counseling and Practice, where the partner in this activity is Karang Taruna in Sajang Village, Sembalun District, this activity was attended by around 23 housewives and some of them are UMKM actors. The results that have been achieved in this activity are that housewives and UMKM actors in Sajang Village, Sembalun District are able to manage their potential through stalls and towards digital product marketing so as to maximize profits in order to achieve community welfare. Keywords: UMKM; Potential; Stall; Digital Economy.
Vehicle Trade of Defaulted Finance Lease Companies in Mataram City Sharia Economic Perspective Hidayanti, Nur Fitri; Hulaimi, Ahmad; Ariani, Zaenafi
Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE) Vol 7 No 3 (2024): Sharia Economics
Publisher : Sharia Economics Department Universitas KH. Abdul Chalim, Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/iijse.v7i3.5693

Abstract

In Indonesia, auctions were officially entered in 1908 with the Auction Law, Vendu Reglement, in Staatblad 1908 Number 189. Public sales or auctions are any sale of goods in public by oral and/or written bidding efforts to gather interested parties/auction participants. Vehicle auctions for defaulted owners who can no longer make payments will proceed with auctioning the vehicle. Auction sales in fiqh muamalah are called Bai' imuzayyadah or more commonly known as auction sales, which is a form of offering merchandise in a crowd where buyers bid with higher prices until the highest price is reached, and a contract is made, and the buyer takes the goods from the seller. The purpose of this study is to thoroughly explore the auction sale process of defaulted vehicles by finance companies in Mataram City. The method used in this research is qualitative, with key informants being debt collectors, both freelance and permanent employees from PT. Adira Dinamika Multi Finance Syariah Tbk Mataram branch. The study results show that the entire auction sale process has complied with the applicable regulations and follows Islamic Sharia.
Kesejahteraan Pengerajin Pandai Besi Tradisional di Kopang Lombok Tengah Ahmad Hulaimi; Lisa Anggraini
Journal of Sharia Economy and Islamic Tourism Vol 3, No 2 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jseit.v3i2.28281

Abstract

Abstract: This research is motivated by developments in the modern era which have resulted in many new business actors emerging. This is a challenge for traditional blacksmith industry players in Montong Gamang Village, Kopang District, Central Lombok to continue trying to win the existing competition in order to maintain the continuity of the industry that has been running for a long time. So, blacksmith industry players who still use traditional technology are required to determine development strategies for the welfare of the community of blacksmith craftsmen in Montong Gamang Village appropriately so that their businesses are able to compete and develop amidst the times. This research aims to determine the development strategies implemented by craftsmen at the traditional blacksmith industry center in Montong Gamang Village in facing business competition. To find out the supporting and inhibiting factors faced by craftsmen in developing a traditional blacksmith industrial center in Montong Gamang Village to face business competition. This type of research is qualitative which uses a descriptive approach. The methods used in collecting data are interviews, observation and documentation. Data analysis techniques are carried out through collecting information and reducing data from the local community.Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh perkembangan zaman yang serba modern membuat banyaknya pelaku usaha baru bermunculan. Hal ini merupakan tantangan bagi para pelaku industry pengerajin pandai bes itradisional di Dusun Mumbang Kecamatan KopangLombok Tengah untuk terus berupaya memenangkan persaingan yang ada guna mempertahankan kelangsungan industri yang sudah lama dijalankan. Sehingga para pelaku industri pandai besi yang masih menggunakan teknologi tradisional dituntut untuk menentukan strategi pengembangan demi kesejahteraan masyarakat pengerajin pandai besi di Dusun Mumbang dengan tepat agar usahanya mampubersaing dan berkembang ditengah perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan yang diterapkan oleh para pengrajin sentra industri pandai besi tradisional di Desa Montong Gamang dalam menghadapi persaingan usaha. Mengetahui faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi para pengrajin dalam melakukan pengembangan sentra industri pandai besi tradisional di Desa Montong Gamang untuk menghadapi persaingan usaha. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui pengumpulan informasi, reduksidata dari masyarakat setempat. 
Penerapan Etika Bisnis Islam dalam Transaksi Jual Beli pada Pedagang di Pasar Pagesangan Mataram Ahmad Hulaimi; Abd. Hafiz; Asmawati Juma
Journal of Sharia Economy and Islamic Tourism Vol 5, No 1 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jseit.v5i1.27958

Abstract

Abstract: The high number of market demand for needs makes businesses increase, but many of them do not fully understand Islamic business ethics in buying and selling transactions. This study aims to find out and analyze the application of Islamic business ethics in buying and selling transactions of traders in the Pagesangan Market, Mataram. The research method used is a descriptive qualitative method. The techniques used in collecting research data are using observation, interviews, and documentation. The results of this study state that the application of Islamic business ethics in buying and selling transactions at traders at the Pagesangan Market in Mataram. The results of this study show that traders in the Pagesangan traditional market do not fully understand Islamic business ethics. So that the application of Islamic business ethics to traders in buying and selling transactions in the traditional market of Pagesangan, Mataram City, has not been optimally applied to the five principles of Islamic business ethics. There are still traders who do not apply the principle of responsiveness (responsibility) and the principle of benovelenece (ihsan). Although the five principles of Islamic business ethics have not been fully implemented, there are still traders who apply some of the five principles of Islamic business ethics. This is proven that there are still traders who are kind and friendly when explaining the condition of their merchandise and giving freedom to buyers to bid on their merchandise. However, it is necessary to maximize the application of Islamic business ethics so that no party feels disadvantaged in transactions.Abstrak: Tingginya jumlah permintaan pasar terhadap kebutuhan membuat usaha semakin meningkat, tetapi banyak dari mereka tidak sepenuhnya paham tentang etika bisnis islam dalam Transaksi jual beli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis terkait Penerapan etika bisnis Islam dalam transaksi jual beli pedagang di Pasar Pagesangan Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deksriptif. Teknik yang Digunakan dalam pengumpulan data penelitian yaitu menggunakan observasi, wawancara, dan Dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa penerapan etika bisnis Islam dalam Transaksi jual beli pada pedagang di Pasar Pagesangan Mataram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pedagang di pasar tradisional Pagesangan belum sepenuhnya paham mengenai etika bisnis Islam. Sehingga penerapan etika bisnis Islam pada pedagang dalam transaksi jual beli di pasar tradisional Pagesangan Kota Mataram belum diterapkan dengan optimal kelima prinsip etika bisnis Islam. Masih ada pedagang yang tidak menerapkan prinsip responbilty (tanggunjawab) dan prinsip benovelenece (ihsan). Walaupun kelima prinsip etika bisnis Islam belum terlaksana semua tetapi, masih ada pedagang yang menerapkan beberapa diantara kelima prinsip etika bisnis Islam. Hal ini terbukti masih ada pedagang yang bersikap baik dan ramah ketika menjelaskan bagaimana kondisi barang dagangannya serta memberikan kebebasan kepada pembeli untuk menawar barang dagangannya. Namun perlunya memaksimalkan penerapan etika bisnis Islam agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan dalam bertransaksi.