Ratih Rintan Susandra
Universitas Sebelas Maret

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analysis of The Implementation of Problem-Based Learning Model Integrated with Ethnoscience in Enhancing Critical Thinking Skills in Elementary Science Education Ratih Rintan Susandra; Sri Yamtimah; Sudiyanto Sudiyanto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98980

Abstract

Seiring perkembangan zaman, Pendidikan bertujuan untuk mempersiapkan generasi yang kompeten secara teknologi dan memiliki daya saing tinggi. Keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi, menjadi sangat penting dalam menghadapi tantangan kehidupan yang kompleks. Namun, rendahnya kemampuan berpikir kritis pada peserta didik, terutama dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), menjadi penghambat tercapainya tujuan tersebut. Metode pengajaran yang tidak melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses berpikir kritis menyebabkan hasil belajar yang kurang optimal. Salah satu solusi adalah penerapan model Problem-Based Learning (PBL) yang terintegrasi dengan etnosains, yaitu pendekatan pembelajaran yang menggabungkan pemecahan masalah dengan etnosains, sehingga membantu peserta didik menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman nyata mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan PBL yang terintegrasi dengan etnosains dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran IPAS peserta didik kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini melibatkan 32 peserta didik di SD Negeri 1 Wonoharjo, Kabupaten Boyolali, yang diamati secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL terintegrasi dengan etnosains meningkatkan keterlibatan peserta didik dan kemampuan berpikir kritis. Dengan mengintegrasikan kearifan lokal, peserta didik mampu mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari mereka, sehingga mendorong berpikir kritis dan membantu mereka menemukan solusi atas permasalahan dunia nyata.