Ramadhan, Bintang Anugrah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Kekerasan pada Anak Angkat dalam Film Untuk Angeline: Analisis Semiotika John Fiske Abdul aziz, Muhammad; Ramadhan, Bintang Anugrah
Literature Research Journal Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i2.906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi kekerasan pada anak angkat pada film Untuk Angeline. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Sumber data penelitian ini berupa film Untuk Angeline. Data yang terdapat pada penelitian ini berupa adegan-adegan yang mengindikasikan kekerasan pada anak angkat dalam film Untuk Angeline. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis semiotik menurut John Fiske yang terdiri dari tiga level yaitu level realitas, representasi, dan ideologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film Untuk Angeline mengandung unsur-unsur kekerasan yang dilakukan oleh ibu angkat kepada anaknya. Pada level realitas, bentuk kekerasan direpresentasikan melalui aspek gestur, ekspresi, dan perilaku. Pada level representasi terdapat pada aspek pengambilan gambar, pencahayaan, dan musik latar. Pada level ideologi, film tersebut merepresentasikan orang tua yang menggunakan pola asuh otoriter.Representation of Violence in Adopted Children in the Film Untuk Angeline: John Fiske's Semiotic AnalysisThis research aim to describe the representation of violence towards adopted children in the film "For Angeline". Descriptive qualitative methods were used in this research. The data source for this research is the film "For Angeline". The data contained in this research are scenes that indicate violence against adopted children in the film "For Angeline". The data in this research was collected using observation and documentation techniques. The data was analyzed using semiotic analysis techniques according to John Fiske which consists of three levels, namely the level of reality, representation and ideology. The results of this research indicate that the film "For Angeline" contains elements of violence perpetrated by the adoptive mother against her child. At the reality level, forms of violence are represented through aspects of gestures, expressions and behavior. At the representation level there are aspects of shooting, lighting and background music. At the ideological level, the film represents parents who use authoritarian parenting.
Korelasi Antara Kemampuan Menggunakan Ejaan dengan Kualitas Karangan Cerita Pendek Karya Siswa SMP Negeri 2 Jamblang Aisy, Rihadatul; Kartika, Lia; Ramadhan, Bintang Anugrah
Jurnal Guru Indonesia Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/jgi.v5i1.1476

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis korelasi antara kemampuan menggunakan ejaan dengan kualitas karangan cerita pendek karya siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Jamblang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan desain ex-post facto. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII, dengan sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui dua instrumen utama: (1) tes objektif pilihan ganda untuk mengukur kemampuan menggunakan ejaan, dan (2) rubrik penilaian untuk mengukur kualitas karangan cerita pendek berdasarkan aspek-aspek seperti isi atau organisasi, diksi, dan mekanik termasuk ejaan. Data dianalisis menggunakan uji statistik korelasi Pearson Product Moment untuk menguji signifikansi dan arah hubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara kemampuan menggunakan ejaan dengan kualitas karangan cerita pendek. Hal ini ditunjukkan oleh koefisien korelasi (r) sebesar 0,721 yang termasuk dalam kategori kuat, dengan nilai signifikansi (p) 0,000 < 0,05. Artinya, semakin tinggi kemampuan siswa dalam menggunakan ejaan, semakin tinggi pula kualitas karangan cerita pendek yang dihasilkan, khususnya dalam koherensi isi dan keefektifan diksi yang didukung oleh ketepatan mekanik. Simpulan penelitian mengonfirmasi bahwa kemampuan menggunakan ejaan memiliki hubungan yang erat dan signifikan dengan kualitas penulisan cerita pendek siswa. Penguasaan ejaan bukan hanya sekadar keterampilan mekanis, tetapi merupakan fondasi yang mendukung kejelasan ekspresi dan kualitas keseluruhan karangan naratif. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pembelajaran ejaan yang terintegrasi dan kontekstual dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Guru disarankan untuk memperkuat pengajaran ejaan secara aplikatif melalui kegiatan menulis kreatif, serta memberikan umpan balik yang terfokus pada aspek kebahasaan untuk meningkatkan kualitas tulisan siswa secara holistik.Correlation between Spelling Ability and the Quality of Short Story Compositions by Students of SMP Negeri 2 JamblangThe purpose of this study was to describe and analyze the correlation between spelling ability and the quality of short story compositions by eighth grade students at SMP Negeri 2 Jamblang. The research method used was quantitative correlation with an ex-post facto design. The study population was all eighth-grade students, with samples taken using a purposive sampling technique. Data were collected through two main instruments: (1) a multiple-choice objective test to measure spelling ability, and (2) an assessment rubric to measure the quality of short story compositions based on aspects such as content or organization, diction, and mechanics including spelling. Data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation statistical test to test the significance and direction of the relationship. The results showed that there was a significant positive correlation between spelling ability and the quality of short story compositions. This was indicated by a correlation coefficient (r) of 0.721 which was included in the strong category, with a significance value (p) of 0.000 < 0.05. This means that the higher the students' spelling ability, the higher the quality of the short story compositions produced, especially in content coherence and diction effectiveness supported by mechanical accuracy. The study's conclusions confirm that spelling skills have a close and significant relationship with the quality of students' short story writing. Spelling mastery is not merely a mechanical skill, but a foundation that supports clarity of expression and the overall quality of narrative writing. The implications of this study emphasize the importance of integrated and contextual spelling learning in Indonesian language subjects. Teachers are advised to reinforce spelling teaching in an applied manner through creative writing activities, as well as provide feedback focused on linguistic aspects to improve the quality of students' writing holistically.