This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kognisia
Saputra, Muhammad Singgih
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN KEMAMPUAN EMPATI PADA ANAK GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN HIPERAKTIF (GPPH) Saputra, Muhammad Singgih; Safitri, Jehan; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i2.2667

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kemampuan empati pada anak Gangguan Pemusatan Perhatian Hiperaktif (GPPH). Menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian adalah pada kemampuan empati pada anak GPPH. Kemampuan empati adalah bagaimana seseorang mengekspresikan perasaan serta emosinya, ikut merasakan apa yang dialami orang lain, yang mana dalam proses pengekspresiannya melibatkan kemampuan afektif dan kognitif. Tiga ciri-ciri kemampuan empati yang harus dimiliki: mendengarkan dengan baik saat orang lain berbicara, menerima sudut pandang orang lain, Peka terhadap perasaan orang lain. Penelitian ini melibatkan tiga partisipan anak GPPH dan enam orang significant other. Subjek pertama L (8 tahun), subjek kedua (10 tahun), dan subjek ketiga (11 tahun). Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik analisa data model Miles dan Huberman. Didapatkan hasil penelitian bahwa kemampuan empati ketiga subjek dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif rendah. Dari indikator mampu mendengarkan orang lain: Subjek hanya mau mendengarkan dari orang terdekatnya saja. Subjek akan mendengarkan namun harus diulang-ulang dan hanya jika orang tersebut dikenal oleh subjek dan dekat dengan subjek selebih itu subjek acuh dan tidak menghiraukan. Menerima sudut pandang orang lain: Subjek juga hanya akan menerima arahan atau sudut pandang itu dari orang-orang terdekatnya juga ataupun orang-orang yang subjek takuti sepeti ayah dan ibunya, dan subjek juga harus diberikan penjelasan secara perlahan. Peka terhadap perasaaan orang lain: Subjek sering kesulitan dalam mengutarakan perasaannya, pada orang-orang terdekatnya seperti pengasuhnya yang sering bersama subjek, subjek bisa mengatakan perasaannya jika subjek sedih, marah, ataupun senang. Subjek sering mengekspresikan itu secara non-verbal, subjek akan mendekati atau mondar-mandir ketika ada orang yang sedih atau sedang marah. Walaupun untuk mengungkapkannya subjek masih kesulitan.