Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Introduction to Robotics Technology for High School Students in Nganjuk Regency through Line Follower Robot Training Firdaus, Rohim Aminullah; Meta Yantidewi; Endah Rahmawati; Dzulkiflih; Muhimmatul Khoiro; Nugrahani Primary Putri
Journal of Dedication in Community Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jodic.v2n2.p17-24

Abstract

In the era of rapid technological advancement, mastering robotics has become crucial for the younger generation. A community service program by the Physics Study Program lecturer team of Surabaya State University introduced robotics training to high school students at SMAN 1 Nganjuk. This program aimed to foster interest in science and technology, enhance critical thinking, and develop problem-solving skills. The training included systematic steps such as needs analysis, material preparation, implementation, and evaluation. Students learned to design, assemble, and test line follower robots, integrating theory and hands-on practice to understand robotics concepts and techniques comprehensively. The program's outputs include video documentation, news articles, training modules registered as Intellectual Property Rights (IPR), and scientific articles for national journals. Supported by the Nganjuk Regency Education Office, the program aims to enhance students' technological competencies and inspire greater achievements. It also serves as a model for similar initiatives in other regions, promoting technology education development in Indonesia. Evaluation based on participant questionnaires showed positive results: understanding of material (80%), material relevance (81%), usefulness (83%), instructor quality (87%), facilities (93%), and training time adequacy (83%). Overall, the program achieved very good results, successfully engaging students and meeting its objectives.
Analisis Kinerja Sistem LiDAR (Light Detection and Ranging) dalam Pengukuran Jarak dengan Pendekatan Simulasi: Evaluasi Ketepatan dan Keandalan Pengukuran: Analysis of LiDAR (Light Detection and Ranging) System Performance in Distance Measurement using Simulation Approach: Evaluation of Measurement Accuracy and Reliability Nikmah, Afiyah; Riski Ramadani; Dzulkiflih; Muhimmatul Khoiro; Firdaus, Rohim Aminullah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.5250

Abstract

Studi ini menyajikan analisis kinerja sistem LiDAR dalam pengukuran jarak dengan memanfaatkan pendekatan berbasis simulasi. Sistem LiDAR banyak digunakan dalam berbagai bidang karena kemampuannya untuk mengukur jarak secara akurat. Namun, menilai akurasi dan keandalan pengukuran LiDAR dalam berbagai kondisi sangat penting untuk memastikan efektivitasnya dalam aplikasi praktis. Dalam penelitian ini, sebuah kerangka kerja simulasi dikembangkan untuk meniru operasi sistem LiDAR dan menghasilkan pengukuran jarak dengan mempertimbangkan faktor lingkungan dan noise pengukuran. Pengukuran yang disimulasikan kemudian dianalisis untuk mengevaluasi akurasi dan keandalan sistem LiDAR dalam pengukuran jarak. Melalui analisis perbandingan dan evaluasi statistik, wawasan tentang kinerja sistem LiDAR diperoleh, yang menyoroti kelebihan dan keterbatasannya. Temuan dari penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang teknologi LiDAR dan memberikan panduan untuk mengoptimalkan kinerjanya dalam aplikasi berbagai bidang. Penelitian ini menegaskan pentingnya penilaian berbasis simulasi dalam menilai kemampuan sistem LiDAR dan memberikan informasi bagi proses pengambilan keputusan dalam berbagai bidang yang bergantung pada pengukuran jarak yang akurat.
ANALISIS PENGARUH VARIASI PANJANG KOPLING TERHADAP EFISIENSI TRANSFER CAHAYA PADA SENSOR FIBER OPTIK DIRECTIONAL COUPLER Waluyo, Febbrya Eka Dewi; Muhimmatul Khoiro; Dzulkiflih
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 14 No. 3 (2025): Vol 14 No 3
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v14n3.p349-360

Abstract

Abstrak Industri air minum dalam kemasan yang berkembang pesat memicu peningkatan permintaan akan kualitas air yang lebih baik. Namun, kontaminasi logam berat, terutama kadmium (Cd²⁺), berisiko membahayakan kesehatan manusia. Kadmium dapat merusak organ dan sistem tubuh, sehingga diperlukan metode deteksi yang efisien dan sensitif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sensor fiber optik berbasis Directional Coupler untuk mendeteksi kadmium dalam air minum. Sistem deteksi menggunakan Laser BF4R (660 nm) sebagai pemancar cahaya dan Sensor BF5R sebagai penerima. Variabel penelitian meliputi suhu larutan (25±0,5°C), panjang coupling (2,8 cm, 2,9 cm, dan 3,0 cm), konsentrasi larutan Cd (0,05 ppm, 0,10 ppm, dan 0,15 ppm), serta variasi konfigurasi nyala laser (ON-OFF, OFF-ON, ON-ON). Kalibrasi dilakukan dengan memeriksa perbandingan antara fiber optik dengan cladding dan tanpa core, memastikan kedua core fiber optik menempel dengan tepat. Teknik pengambilan data dilakukan dengan mengukur intensitas cahaya yang terkopel pada fiber optik. Hasil penelitian menunjukkan panjang coupling 3,0 cm memberikan intensitas output tertinggi pada konfigurasi laser ON-OFF, dengan sensitivitas yang optimal untuk deteksi kadmium. Pembahasan menunjukkan bahwa panjang coupling yang lebih besar meningkatkan perpindahan cahaya antar fiber, dengan mode ganjil memperkuat gelombang evanescent yang meningkatkan efisiensi transfer energi. Penelitian ini membuktikan bahwa metode Directional Coupler pada fiber optik dapat diterapkan secara efisien untuk deteksi logam berat dalam air secara real-time dan dengan biaya rendah.   Abstract The rapidly growing bottled drinking water industry has led to increased demand for higher water quality. However, contamination by heavy metals, particularly cadmium (Cd²⁺), poses significant health risks. Cadmium can damage organs and body systems, necessitating efficient and sensitive detection methods. This study aims to develop an optical fiber sensor based on the Directional Coupler method for detecting cadmium in drinking water. The detection system employs a BF4R laser (660 nm) as the light emitter and a BF5R sensor as the receiver. Research variables include solution temperature (25±0.5°C), coupling lengths (2.8 cm, 2.9 cm, and 3.0 cm), cadmium solution concentrations (0.05 ppm, 0.10 ppm, and 0.15 ppm), and laser activation configurations (ON-OFF, OFF-ON, ON-ON). Calibration was performed by comparing fiber optics with and without cladding, ensuring the precise alignment of the cores. Data collection was done by measuring the coupled light intensity on the optical fibers. Results showed that a coupling length of 3.0 cm provided the highest output intensity in the ON-OFF laser configuration, demonstrating optimal sensitivity for cadmium detection. The discussion revealed that longer coupling lengths enhance light transfer between fibers, with the odd mode strengthening the evanescent wave, thus increasing energy transfer efficiency. This research demonstrates that the Directional Coupler method in optical fibers can effectively detect heavy metals in water in real-time and at a low cost.
RANCANG BANGUN ALAT DETEKSI DISLEKSIA BERBASIS ELEKTROENSEFALOGRAFI DAN MIKROKONTROLER Febrianto, Dharmayuda; Muhimmatul Khoiro
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 15 No. 1 (2026): Inpress Vol 15 No 1
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v15n1.p1-13

Abstract

Abstrak Disleksia adalah gangguan neurobiologis yang memengaruhi kemampuan membaca, menulis, dan mengeja, yang berdampak pada sekitar 19,8% siswa sekolah dasar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat deteksi disleksia berbasis Elektroensefalografi (EEG) yang terintegrasi dengan mikrokontroler ESP32. Sistem ini dirancang untuk memproses sinyal EEG dari subjek normal dan disleksia untuk merekam data aktivitas listrik otak selama pengujian. Dalam penelitian ini, sistem deteksi terdiri dari elektroda EEG, penguat sinyal AD8232, dan mikrokontroler ESP32 yang mengirimkan data ke platform ThingSpeak untuk analisis lebih lanjut. Alat ini dikalibrasi menggunakan input Audio Function Generator (AFG) dan output osiloskop untuk memastikan kemampuan membaca sinyal frekuensi gelombang neuron (4 Hz, 20 Hz, 40 Hz). Proses pengambilan data dilakukan dengan menempatkan elektroda pada titik-titik tertentu di kepala subjek, diikuti dengan pencatatan aktivitas listrik otak saat subjek mengerjakan tugas tertentu. Data yang diperoleh kemudian diproses melalui filter bandpass untuk menyaring sinyal yang tidak relevan, sebelum diubah menjadi amplitudo frekuensi gelombang otak (theta, beta, gamma) yang digunakan untuk analisis. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam amplitudo gelombang theta dan gamma antara subjek disleksia dan subjek normal, yang menandakan adanya gangguan dalam pemrosesan informasi kognitif pada subjek disleksia. Dengan demikian, sistem ini menawarkan solusi yang lebih efisien, portabel, dan terjangkau untuk deteksi dini disleksia. Alat ini berpotensi untuk memperluas aksesibilitas diagnosis dan intervensi yang lebih cepat dan tepat bagi anak-anak dengan disleksia, serta dapat menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut dalam bidang ini.   Abstract Dyslexia is a neurobiological disorder that affects the ability to read, write, and spell, impacting approximately 19.8% of primary school students in Indonesia. This study aims to develop a dyslexia detection tool based on Electroencephalography (EEG), integrated with the ESP32 microcontroller. The system is designed to process EEG signals from both normal and dyslexic subjects to record brain electrical activity during testing. In this study, the detection system consists of EEG electrodes, the AD8232 signal amplifier, and the ESP32 microcontroller, which sends data to the ThingSpeak platform for further analysis. The tool was calibrated using an Audio Function Generator (AFG) input and oscilloscope output to ensure the ability to read neural wave frequency signals (4 Hz, 20 Hz, 40 Hz). Data acquisition was performed by positioning electrodes at specific points on the subject's head, followed by recording brain activity as the subject performed a task. The obtained data was then processed through bandpass filtering to remove irrelevant signals, before being converted into amplitude frequency data for theta, beta, and gamma waves used for analysis. The results show a significant difference in the amplitude of theta and gamma waves between dyslexic and normal subjects, indicating disruptions in cognitive information processing in dyslexic subjects. Therefore, this system offers a more efficient, portable, and affordable solution for early dyslexia detection. The tool has the potential to expand accessibility to diagnosis and enable faster, more accurate interventions for children with dyslexia, and can serve as a foundation for further development in this field.