Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLA ASUH ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK KAJIAN ETNOPEDAGOGIK BUDAYA GAYO Mahdi, Mahdi; Azhar , Azhar
Sasangga: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 1 No 1 (2023): January-June
Publisher : Titik Fokus Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70345/sasangga.v1i1.5

Abstract

The Bener Meriah District Police (Polres) reported that on February 15, 2023, 14 teenagers, consisting of 4 females and 10 males aged between 14, 15, 16, and 17 years old, were arrested for involvement in online prostitution. On May 21, 2022, two teenage girls, aged 16 and 17, were raped by 8 young men, one of whom was still underage. This demonstrates how crucial it is to pay attention to children's character development. There is a common thread between the parenting practices of the Gayo community in the past and present, but there are also differences in patterns, particularly in shaping children's character. This qualitative research employs a suitable concept of naturalistic approach, where the researcher seeks to understand and experience the parenting patterns of the Gayo community in shaping children's character using the phenomenological method based on etnopedagogy. The parenting style of the Gayo community's parents appears to be authoritative and influenced by gender bias due to the patrilineal kinship system. Keywords Parenting Style; Character Education; Etnopedagogy; Gayo’s Culture   Abstrak Catatan kepolisian resor (Polres) Bener Meriah menyebutkan pada tanggal 15 Februari 2023 ditangkap 14 remaja terdiri 4 perempuan dan 10 laki-laki yang berumur kisaran 14,15,16 dan 17 tahun terlibat prostitusi online. Pada tanggal 21 Mei 2022 terjadi pemerkosaan terhadap 2 remaja putri berumur 16 dan 17 tahun oleh 8 pemuda dan 1 masih di bawah umur. Hal ini menunjukkan betapa karakter anak menjadi hal yang krusial untuk diperhatikan. Ada benang merah dengan praktik pengasuhan masyarakat gayo masa dahulu dan masa kini terdapat persamaan dan juga perbedaan pola, terutama dalam membentuk karakter anak. Pendekatan penelitian ini kualitatif dengan konsep yang sesuai adalah naturalistic, yaitu peneliti memahami dan menghayati pola asuh orang tua masyarakat Gayo  dalam membentuk karakter anak dengan menggunakan metode fenomenologi berbasis etnopedagogi. Pola asuh orang tua Masyarakat Gayo terkesan Otoriter dan bias gender karena mengacu kepada sistem kekerabatan patrilineal Kata kunci Pola Asuh; Pendidikan Karakter; Etnopedagogik; Budaya gayo.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, EFIKASI DIRI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. PELINDO LHOKSEUMAWE Adelina, Dian; Matriadi, Faisal; Faliza , Nur; Azhar , Azhar
AGILITY: Jurnal Lentera Manajemen Sumber Daya Manusia Vol 3 No 04 (2025): November 2025
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lmsdm.v3i04.1003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, efikasi diri, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. PELINDO Lhokseumawe. Penelitian ini didasari oleh pentingnya kinerja karyawan dalam menunjang keberhasilan perusahaan, di mana ditemukan beberapa permasalahan seperti tekanan kerja tinggi, kurangnya pelatihan, serta motivasi yang rendah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan sensus terhadap seluruh populasi karyawan sebanyak 53 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan analisis data dilakukan melalui regresi linear berganda dengan menggunakan bantuan perangkat lunak Statistical Program For Product and Service Solution (SPSS). Dimana semua variabel tersebut akan menggunakan skala likert.Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Efikasi diri tidak memengaruhi kinerja secara signifikan. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan. Dari ketiga variabel tersebut hanya efikasi diri yang tidak memengaruhi kinerja secara signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan.Penelitian ini merekomendasikan kepada pihak manajemen untuk meningkatkan efikasi diri karyawan, perusahaan dapat menyediakan program coaching, mentoring, dan kesempatan bagi karyawan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, perusahaan dapat mencapai efisiensi kerja yang optimal.