Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integration of E-Service Quality (E-Servqual) And Importance Performance Analysis (IPA) Methods on BTN Mobile Application User Satisfaction: Integrasi Metode E-Service Quality (E-Servqual) dan Importance Performance Analysis (IPA) Terhadap Kepuasan Pengguna Aplikasi BTN Mobile Agustina, Deva; Suyatno, Dwi Fatrianto
Journal of Emerging Information Systems and Business Intelligence (JEISBI) Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jeisbi.v5i3.62192

Abstract

Bank Tabungan Negara (BTN) is one of the banks that provide mobile banking services, namely BTN Mobile, which answers the needs of Bank BTN customers to conduct banking or financial transactions digitally using only their smartphones. Currently BTN Mobile has developed by providing various services to facilitate customers in digital transactions such as interbank transfers, top-up digital wallets, payment via QR, cash withdrawals without using ATMs, and so on.This study aims to measure the level of satisfaction of BTN Mobile application users using the E-Servqual and Importance Performance Analysis (IPA) methods. From distributing questionnaires, data was obtained from 173 respondents who used the BTN Mobile application in the general public. From the results of the study, it was found that the level of satisfaction based on the gap analysis results obtained an average gap value of -0.28 which indicates that the quality of the BTN Mobile application currently does not meet users' expectations. The level of user satisfaction based on the customer satisfaction index (CSI) is 80%, which means that users are very satisfied with the BTN Mobile application. Then the indicators that need improvement in quadrant I of the IPA method are indicators, B3 (Fulfillment), C6 (System Availability), and D2 (Responsiveness). Recommendations for improvement include providing easy and accurate transaction services, features for purchasing credit, data, and top-ups, as well as a quick response if there is a problem with the customer's account.
DAMPAK PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN DI SEKOLAH TERHADAP ASUPAN GIZI PADA ANAK USIA SEKOLAH: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Agustina, Deva; Syafiq, Ahmad
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i3.2938

Abstract

Program pemberian makanan di sekolah merupakan salah satu intervensi gizi yang penting untuk mengatasi rendahnya kualitas asupan gizi pada anak usia sekolah terutama di kelompok berpendapatan rendah yang rentan mengalami defisit energi dan mikronutrien. Kajian ini bertujuan menganalisis dampak program makanan sekolah terhadap asupan gizi melalui tinjauan literatur sistematis. Metode penelusuran dilakukan pada beberapa basis data PubMed, Scopus, dan MDPI dengan kriteria inklusi mencakup studi primer yang ditulis menggunakan bahasa inggris dan terbuka (open access) dalam rentang tahun 2021–2025 serta memiliki kaitan dengan makanan di sekolah yang mempengaruhi asupan gizi pada anak usia sekolah. Dari kajian menunjukkan bahwa program makanan sekolah mampu meningkatkan kualitas pola makan melalui penurunan konsumsi kalori berlebih, gula, dan lemak jenuh, serta memperbaiki keragaman pangan dan kecukupan beberapa zat gizi seperti protein, zat besi, seng, dan kalsium. Kombinasi program makan siang dengan edukasi gizi terbukti meningkatkan pengetahuan dan praktik makan sehat, disertai penurunan prevalensi anemia. Meskipun demikian, beberapa studi menekankan bahwa kontribusi energi, serat, vitamin C, dan beberapa mikronutrien lain masih belum optimal, terutama akibat variasi menu yang terbatas dan rendahnya konsumsi buah dan sayur. Program makan sekolah juga dipengaruhi oleh preferensi makan anak dan perilaku konsumsi yang menyebabkan tingginya sisa makanan. Temuan ini menunjukkan bahwa program pemberian makanan di sekolah berperan penting dalam meningkatkan kualitas diet dan status gizi, namun diperlukan perbaikan pada aspek keberagaman menu, penerimaan anak, serta integrasi edukasi gizi agar manfaat program dapat optimal dan berkelanjutan.