Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Remaja Desa dalam Mengatasi Permasalahan Pernikahan Dini melalui Komunitas PIK Remaja di Desa Wonokampir, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo Ambar Teguh Sulistiyani; Aulia Putri Hijriyah; Nurmalita Shofia Hamiidah; Nanda Cindy Hendaliani; Miladiyatu Tsania Zulfa
Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna Vol 1 No 1 (2023): Mei
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/parikesit.v1i1.8049

Abstract

One of the contributing factors of high population growth in Desa Wonokampir, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, Central Java is the high number of early marriage cases, which has an impact on the high birth rate. This study aims to establish a Youth Information and Counseling Center (PIK) based mentoring system for early marriage cases in the local area. The research is an applied research based on action research by providing educational information. Data were collected through participant observation with the local community. The results showed that some of the causes of the high cases of early marriage were family economic factors and education. Early marriage can have an impact on health, one of which causes stunting. This statement was also supported by the explanation from the Wonokampir village midwife. Stunting occurs due to the condition of the fetus which has not grown properly due to the early gestational age. In an effort to reduce the number of early marriages in Desa Wonokampir, the KKN-PPM UGM team took the initiative to establish a PIK-Remaja program in Desa Wonokampir. This PIK-Remaja program has collaborated with PLKB Kecamatan Watumalang and Midwife in Desa Wonokampir. They assist in providing materials and mentoring to the youth in Desa Wonokampir. The applied research of this PIK-Remaja program provides an understanding of adolescents through information and counseling services on early marriage, reproductive health and family planning for adolescents so that they will have a better understanding of the importance of early marriage and family planning. In order to support Regulation of the Head of BKKBN Number 88/PER/F2/2012 about Guidelines for the Management of Information and Counseling Centers for Adolescents and the goals of Sustainable Development Goals (SDGs) points.
Swadaya Masyarakat: Implementasi Metode Takakura dalam Pengelolaan Sampah Organik di Kampung Purbonegaran, Yogyakarta Ambar Teguh Sulistiyani; Shafa Sannishara; Dimas Bherlyano Ekarezky Rindingpadang; Miladiyatu Tsania Zulfa
Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna Vol 2 No 1 (2024): Mei
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/parikesit.v2i1.8151

Abstract

Sampah merupakan masalah yang serius khususnya di wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk yang tinggi seperti Kota Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program swadaya masyarakat melalui metode penerapan Takakura melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) dalam pengelolaan sampah organik Kampung Purbonegaran, Yogyakarta. Penuhnya kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan membuat pemerintah kota berinisiatif untuk membatasi timbunan sampah melalui beberapa regulasi. Keadaan ini menunjukkan betapa pentingnya inovasi pengelolaan sampah, salah satunya menggunakan Takakura. Metode pengomposan Takakura hadir sebagai bentuk inovasi pengolahan sampah organik dengan memusatkan fermentasi pengurai sampah sehingga tidak berbau. Penelitian dilakukan oleh Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada melalui sosialisasi dan program aksi pembuatan komposter di Kampung Purbonegaran. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya minat dan partisipasi yang tinggi dari masyarakat Kampung Purbonegaran. Swadaya pengadaan keranjang Takakura adalah sebesar 35 orang dari 40 anggota, atau mencapai 80,7% anggota PKK. Perubahan sosial bertahap melalui pemahaman kognitif, tertanamnya kesadaran secara afektif, terbentuknya ketrampilan psikomotorik dan semangat perubahan perilaku secara konatif. Bentuk perubahan sosial ini diikuti penerapan metode Takakura dalam pengolahan sampah organik di 35 anggota PKK yang mewakili kepala keluarga. Keberhasilan program ini berkontribusi pada pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) untuk pelestarian lingkungan.