Jose Bonatua Hasibuan
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Illuminative evaluation of mathematics curriculum implementation in improving students’ numeracy achievement Jose Bonatua Hasibuan; Deni Darmawan; Suhendra Suhendra; Deni Kurniawan
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 15, No 3: June 2026
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v15i3.39078

Abstract

Persistent evidence from national and international assessments indicates that students’ numeracy achievement remains low, suggesting a gap between intended curriculum goals and classroom implementation. This study conducts an illuminative evaluation of secondary mathematics curriculum implementation as an instructional system, examining how curriculum enactment relates to students’ numeracy achievement in the Indonesian secondary context. Employing a sequential explanatory mixed-methods design, the quantitative phase assessed the numeracy performance of 288 secondary students across content domains, cognitive levels, and item formats, while the qualitative phase investigated instructional practices, assessment culture, and the school learning milieu to explain the observed achievement patterns. The findings indicate uneven numeracy achievement, with performance concentrated at procedural levels and declining from knowing to applying and reasoning. Students perform relatively better on objective formats but demonstrate a limited ability to justify solutions in open-ended tasks. Qualitative evidence further indicates a misalignment between reasoning-oriented curriculum intentions and efficiency-driven classroom practices that emphasize procedural accuracy. These findings provide evidence-based insights into aligning curriculum design, classroom instruction, and assessment practices to strengthen reasoning-oriented numeracy learning.
STUDI MIXED METHODS CAPAIAN NUMERASI SISWA SEKOLAH MENENGAH BERDASARKAN DOMAIN, LEVEL, DAN JENIS SOAL Jose Bonatua Hasibuan; Deni Darmawan; Suhendra Suhendra; Deni Kurniawan
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i4.14490

Abstract

Kemampuan numerasi siswa sekolah menengah di Indonesia menunjukkan kesenjangan yang jelas antara penguasaan soal rutin dan kemampuan menalar, menafsirkan data, serta memahami konteks. Kondisi ini menuntut pemetaan yang lebih komprehensif untuk memahami variasi capaian numerasi berdasarkan domain, level kognitif, dan karakteristik asesmen. Penelitian ini bertujuan memetakan kompetensi numerasi siswa SMA dan SMK di Provinsi Riau serta mengidentifikasi faktor pembelajaran, strategi guru, dan karakteristik soal yang memengaruhi hasil tersebut. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan desain sekuensial eksplanatori, melibatkan tes kuantitatif pada 288 siswa dan wawancara mendalam dengan guru serta siswa dari dua sekolah berprestasi tinggi. Instrumen tes mencakup 30 soal numerasi yang merepresentasikan tiga domain (geometri & pengukuran, aljabar, data & ketidakpastian), tiga level kognitif (Knowing, Applying, Reasoning), dan enam jenis soal. Hasil penelitian menunjukkan pola capaian hierarkis yang menurun dari Knowing ke Reasoning dengan perbedaan signifikan antar domain dan jenis soal. Capaian terendah ditemukan pada domain data dan ketidakpastian serta soal uraian yang menuntut penalaran tingkat tinggi dan interpretasi teks panjang. Temuan kualitatif menegaskan bahwa kesulitan utama siswa berkaitan dengan beban kognitif saat membaca konteks, keterbatasan hubungan konseptual–prosedural, dan kurangnya pembelajaran berbasis situasi nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan numerasi memerlukan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan literasi membaca, penalaran matematis, dan strategi pedagogis reflektif secara berkelanjutan.
Implementation of think pair share model to improve mathematics learning outcomes Jose Bonatua Hasibuan; Deni Darmawan; Suhendra Suhendra; Deni Kurniawan
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.66900

Abstract

The mathematics learning outcomes of students in class X APHP 1 SMKN Pertanian Terpadu Provinsi Riau in the 2022/2023 academic year show that the percentage of classical achievement is only 35.9 percent. From the reflection of the learning process carried out by the teacher, the following conclusions: (1) the learning process was still teacher-centered; (2) during the teaching and learning process, only a small number of students actively participated in the teaching and learning process; (3) there were still students who did not do their work and only copied their friends' work. This study aims to increase students' activity and learning outcomes by applying the Think Pair Share cooperative learning model. This type of research is Classroom Action Research with two cycles. The subjects of this study were 39 students of class X APHP 1 at the SMKN Pertanian Terpadu Provinsi Riau. The results showed that applying the TPS type of cooperative learning model can be active in learning outcomes, as seen by an increase from cycle I to cycle II. The number of students who achieved KKM in the first cycle was 79.5 percent, while in the second cycle, it was 89.7 percent. Therefore, the TPS-type cooperative learning model can be used as an alternative to learning mathematics to improve student learning outcomes.   Abstrak Hasil belajar Matematika peserta didik kelas X APHP 1 SMKN Pertanian Terpadu Provinsi Riau semester ganjil tahun ajaran 2022/2023 menunjukkan bahwa persentase ketercapaian secara klasikal hanya sebesar 35,9 persen. Dari hasil refleksi proses pembelajaran yang dilakukan guru diperoleh kesimpulan bahwa: (1) proses pembelajaran masih berpusat pada guru; (2) pada saat proses belajar mengajar berlangsung hanya sebagian kecil peserta didik yang melakukan aktif untuk berpartisipasi dalam proses belajar mengajar; (3) masih terdapat peserta didik yang tidak mengerjakan pekerjaannya dan hanya selalu meniru pekerjaan temannya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus. Subyek penelitian ini adalah 39 peserta didik kelas X APHP 1 SMKN Pertanian Terpadu Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat aktivitas dan hasil belajar, terlihat dengan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II. Jumlah peserta didik yang mencapai KKM pada siklus pertama 79,5 persen, sedangkan pada siklus II 89,7 persen. Oleh karena itu, model pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran Matematika untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kata Kunci: hasil belajar; pembelajaran kooperatif; penelitian tindakan kelas; think pair share