Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Digital Marketing Berbasis Tiktok Shop dan Google Maps bagi UMKN Desa Pulosari Jombang Satiya Amara Syakilla; Nur Lailil Safa’ah; Muhammad Zaim Zen; Nuril Hikmah; Nanik Sri Setyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i1.476

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian suatu daerah, namun masih banyak yang menghadapi kendala dalam pemanfaatan teknologi digital, khususnya pemasaran. Permasalahan mitra di Desa Pulosari adalah rendahnya kemampuan implementasi pemasaran digital meskipun telah memiliki pengetahuan dasar. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan platform digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan mixed methods melalui kuesioner, observasi, dan diskusi, dengan analisis data kuantitatif secara deskriptif dan data kualitatif melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Jumlah mitra atau peserta sebanyak 18 UMKM/orang. Hasil evaluasi menunjukkan 100 % peserta  memahami  dan sadar akan pentingnya digital marketing dan kesadaran pentingnya digital marketing, 80 % peserta mampu  menggunakan platform digital dan 85% peserta trampil mempraktikan digital marketing. Metode ceramah efektif meningkatkan pemahaman, sedangkan praktik dan pendampingan  efektif meningkatkan keterampilan. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas digital UMKM dan  dapat mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Digital Marketing Training and Mentoring for Local Wisdom-Based Ecoprint Batik Artisans Nuril Hikmah; Susi Darihastining; Ahmad Yahya Hamiduddin; Joan Rhobo Andrianto; Rindiani Agus Windari
Abdimas Indonesian Journal Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.2025

Abstract

Small and Medium Enterprises (SMEs) engaged in ecoprint batik production possess considerable potential to contribute to local cultural heritage preservation while strengthening economic opportunities within the creative economy. However, limited digital marketing capabilities, inconsistent social media management, weak brand positioning, underutilized e-commerce platforms, and limited promotional content production remain significant challenges for ecoprint enterprises. This community engagement program aimed to strengthen the digital marketing capabilities and competitiveness of hy_ecoprint through the integration of digital technology, cultural storytelling, and participatory capacity building. The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach involving socialization and initial assessment, training, technology implementation, mentoring, evaluation, and sustainability planning. Training activities covered digital marketing strategies, Instagram Business, TikTok, WhatsApp Business, smartphone-based product photography, Canva, CapCut, e-commerce marketplace management through Shopee and TikTok Shop, and cultural storytelling for brand positioning. The implementation emphasized experiential learning and the practical application of digital tools using accessible smartphone-based technologies. Mentoring activities focused on content development, publication consistency, digital catalog management, promotional video production, persuasive copywriting, online store optimization, and brand identity strengthening. The program resulted in improved partner capacity in managing digital marketing channels, producing visual promotional content, developing digital product catalogs, optimizing e-commerce platforms, and integrating local cultural and environmental narratives into marketing communication. The program also strengthened product differentiation by positioning ecoprint batik not merely as an aesthetic textile product but as a culturally rooted and environmentally responsible creative product. Overall, the program demonstrates that participatory digital capacity building can support MSME digital transformation, expand market access, strengthen brand competitiveness, and contribute to the sustainable preservation of local cultural heritage.