Asmadianto
Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Yapis Biak

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS PELAYANAN PERIZINAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KABUPATEN BIAK NUMFOR Asmadianto; Irsat; Ismar Hi. Garuan Mahmud; Sukriadi
Journal Governance and Politics (JGP) Vol 4 No 1 (2024): Journal Governance and Politics (JGP)
Publisher : IISIP YAPIS Biak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pelayanan Perizinan Berbasis Teknologi Informasi Pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Dpmptsp) Kabupaten Biak Numfor. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode deskriptif dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat indicator pendekatan dalam penelitian ini maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pelayanan perizinan berbasis teknologi informasi sangat memabntu masyarakat dalam melakukan urusan perizinan pada kantor DPMPTSP.
OPTIMALISASI PELAYANAN PADA KANTOR DISTRIK DALAM MENINGKATKAN KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA PADA DISTRIK NUMFOR TIMUR KABUPATEN BIAK NUMFOR Irsat; Asmadianto; Ismar Hi. Garuan Mahmud; Sukriadi
Journal Governance and Politics (JGP) Vol 4 No 1 (2024): Journal Governance and Politics (JGP)
Publisher : IISIP YAPIS Biak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Optimalisasi Pelayanan pada Kantor Distrik dalam meningkatkan Kinerja Aparatur Sipil Negara pada Distrik Numfor Timur Kabupaten Biak Numfor. Adapun jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif yang dipandu oleh fakta-fakta yang terjadi di lapangan dengan berdasarkan karakteristik penelitian kualitatif yakni data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar, sehingga tidak menekankan pada angka. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ke lima indicator pelayanan yang digunakan yaitu, realibity, tangibles, responsiveness, assurance, dan empaty memberikan jawaban yang jelas bahwa optimalisasi pelayanan sudah dilakukan dengan baik.
Implementasi Merit System dalam Tata Kelola Birokrasi Djamil Hasim; Asmadianto; Edyanto
Journal Governance and Politics (JGP) Vol 5 No 2 (2025): Journal Governance and Politics (JGP)
Publisher : IISIP YAPIS Biak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merit system merupakan salah satu pilar utama dalam reformasi birokrasi modern yang menekankan profesionalisme, objektivitas, dan integritas dalam pengelolaan aparatur negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran, dinamika, dan tantangan implementasi merit system dalam birokrasi, khususnya dalam konteks Indonesia. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (literature review) melalui analisis berbagai sumber akademik, termasuk jurnal internasional terindeks, buku administrasi publik, laporan kelembagaan, dan regulasi nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa merit system berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas birokrasi, memperkuat integritas aparatur, serta menekan praktik-praktik non-merit seperti nepotisme, patronase, dan intervensi politik. Negara-negara yang menerapkan merit system secara konsisten cenderung memiliki kualitas pelayanan publik yang lebih baik dan tingkat korupsi yang lebih rendah. Namun, implementasi merit system di Indonesia masih menghadapi kendala berupa lemahnya kepatuhan instansi pemerintah, budaya birokrasi yang belum sepenuhnya profesional, serta intervensi politik dalam manajemen kepegawaian. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan merit system membutuhkan komitmen politik yang kuat, reformasi kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM, serta digitalisasi sistem kepegawaian. Dengan penguatan tersebut, merit system dapat menjadi fondasi strategis dalam mewujudkan birokrasi Indonesia yang profesional, akuntabel, dan melayani.