Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Motivasi Belajar: Produktifitas dan Profitabilitasnya Maryono Maryono
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 1 No 1 (2009): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21137/jpp.2009.11.1

Abstract

Motivasi merupakan dorongan dasar yang menggerakkan seorang individu untuk melakukan suatu perbuatan. Karena itulah, baik buruknya perbuatan seseorang dapat bergantung pada motivasi yang mendorong perbuatan tersebut. Apalagi motivasi tersebut, digunakan untuk meningkatnya produktifitas dan profitabilitas pembelajaran.
Sinerginitas Pembangunan Sumber Daya Manusia terhadap Budaya Masyarakat Maryono Maryono
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 1 No 2 (2009): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset paling berharga suatu bangsa. Karena padanya, maju mundurnya suatu bangsa dipertaruhkan. SDM yang berkualitas pun, turut mewarnai cipta, rasa dan karsa peradaban bangsa di kemudian hari. Jika, suatu bangsa memiliki SDM yang baik, bisa dipastikan ia akan memiliki budaya yang baik. Sebaliknya, jika suatu bangsa memiliki SDM yang buruk, buruk pula budaya dan peradabannya. Rekayasa pembangunan SDM yang berkualitas perlu segera diretaskan, mengingat sudah terlalu lama bangsa kita larut dalam keterpurukan dan keterbelakangan.
Kajian Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Pengembangan Sentra Batu Mulia di Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan Maryono Maryono
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 2 No 1 (2010): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan merupakan salah satu sentra pengembangan batu mulia. Sentra batu mulia merupakan terobosan untuk memberikan pekerjaan baru selain sebagai petani. Hal ini merupakan fenomena yang menarik untuk dikaji lebih lanjut apakah berkembangnya sentra batu mulia berimplikasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sampel para pengrajin batu mulia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berkembangnya sentra batu mulia dapat memberdayakan perekonomian masyarakat. Namun untuk pengembangan sentra batu mulia lebih lanjut perlu adanya pembinaan guna meningkatkan sumber daya manusia.
Keefektifan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Maryono Maryono; Edi Irawan
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 3 No 1 (2011): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswamenggunakan model pembelajaran problem based learning. Penelitian ini dilaksanakan pada 25orang siswa kelas VII MTS Muhammadiyah Nawangan tahun akademik 2008/2009. Observasidilakukan untuk mengumpulkan data tentang aktivitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran.Sedangkan prestasi siswa diukur dengan menggunakan tes. Hasil analisis data disajikan dalambentuk perhitungan persentase dan rata-rata nilai. Hasilnya menunjukkan bahwa: 1) Aktivitasbelajar siswa pada Siklus I 32 %, Siklus II 60%, Siklus III 100%; 2) Aktivitas mengajar guru jugamenunjukkan adanya peningkatan dari setiap siklus, 3) Prestasi belajar siswa juga mengalamipeningkatan, dari Siklus I 5,96, Siklus II 6,68, dan Siklus III 7,76. Hasil ini menunjukkan bahwapenggunaan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan aktivitas dan prestasibelajar siswa.
Implementasi Kebijakan Sekolah Bertaraf Internasional Maryono Maryono
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 2 No 2 (2010): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: government through the National Education Department hasdetermined new policies in the education sectors such as; the act of NationalEducation System(UU Sisdiknas), PP or Government Regulation, Permen orministerial regulation, Kepmen or ministerial decree, policy of pioneering effortof international level school (RSBI), policy of International Level Schools (SBI),immersive schools policy, accelerative schools policy, bilingualism, policy of thechange of education curriculum from year to year, determining the incorporate ofeducation institutions, increasing the quality of SDM ( Peoples resources), and theoperational aid to the education institutions, and so on. All of the efforts have apurpose to increase the national education quality to achieve the nationaleducation aim. The result of the research shows that SBI or International LevelSchool regulation in official of education at Pacitan Regency is only following thepolicy of provide government, and the national government. There is noproponent regulation which is more operational and relevant with the localschools needs.
Eksperimentasi Strategi Pembelajaran TTW dan TPS di SMPN Pacitan Maryono Maryono
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 3 No 2 (2011): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial 2 x 3. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri I di Kabupaten Pacitan semester ganjil tahun pelajaran 2010/2011. Pengujian hipotesis menggunakan anava dua jalan dengan frekuensi sel tak sama, dengan taraf signifikan 5%. Sebelumnya dilakukan uji prasyarat, yaitu: uji normalitas menggunakan uji Liliefors dan uji homogenitas menggunakan uji Bartlett dan hasilnya adalah normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukkan: 1) hasil belajar siswa dengan strategi Think-Talk-Write (TTW) lebih baik daripada strategi Think-Pair- Share (TPS); 2) hasil belajar matematika siswa dengan aktivitas tinggi lebih baik daripada aktivitas sedang, hasil belajar dengan aktivitas sedang lebih baik daripada aktivitas rendah, dan hasil belajar dengan aktivitas tinggi lebih baik daripada aktivitas rendah; 3) Aktivitas belajar siswa tinggi, hasil belajar dengan strategi TTW, lebih baik daripada strategi TPS; 4) Aktivitas belajar siswa sedang, hasil belajar dengan strategi TTW lebih baik, daripada strategi TPS; 5) Aktivitas belajar siswa rendah, hasil belajar matematika siswa dengan strategi TTW lebih baik, daripada strategi TPS.