ABSTRAKCorona virus-19 (COVID-19) yaitu penyakit menular yang disebabkan oleh corona virus baru yang dialami oleh individu yang terinfeksi virus COVID-19. Penyakit yang disebabkan virus corona atau dikenal COVID-19 adalah suatu jenis yang baru dan ditemukan diakhir tahun 2019 dan sebelum tidak pernah teridentifikasi menyerang manusia merupakan penyakit yang menginfeksi saluran pernafasan akut. Covid-19 mengakibatkan munculnya permasalahan secara fisik maupun psikologis, dampak secara psikologis salah satunya yang muncul adalah stress psikososial. stres psikososial dapat menimbulkan banyak keluhan, dalam keadaan akut dapat berupa bentuk kegelisahan, dalam bentuk kronis dapat berupa gangguan fisik maupun mental seperti depresi, kebosanan, kelelahan dan dapat menimbulkan kematian. Dalam menangani stress psikososial diperlukan terapi secara farmakologis dan non farmakologis.Terapi farmakologis yang diberikan berupa obat anti cemas axiolytic golongan benzodiazepine seperti diazepam, lorezepam, alprazolam dan anti depresi seperti fluoxetine, sertraline (Zoloft). Terapi non farmakologis yang dapat digunakan dalam menurunkan kecemasan adalah relaksasi nafas dalam, hipnosis lima jari dan relaksasi otot progresif. Salah satu terapi non farmakologis yang digunakan dalam menurunkan stress psikososial keluarga pasien covid-19 adalah terapi relaksasi otot progesif. Relaksasi otot progresif adalah suatu keterampilan yang dapat dipelajari dan digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan ketegangan dan mengalami rasa nyaman tanpa tergantung pada hal/subjek diluar dirinya. Relaksasi otot progresif ini digunakan untuk melawan rasa cemas, stres, atau tegang. Tujuan pokok teknik relaksasi adalah untuk menahan terbentuknya respon stress psikososial terutama dalam sistem saraf dan hormon. Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah metode deskriptif. Pada akhirnya teknik relaksasi dapat membantu mencegah atau meringankan gejala fisik akibat stres ketika tubuh bekerja berlebihan dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.Kata kunci: Covid-19, Stres Psikososial, Relaksasi Otot Progesif