Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi dan Budidaya Tanaman Hias Aglaonema (Aglaonema Sp.) dan Anggrek (Orchidaceae) La Ode Santiaji Bande; Putu Arimbawa; Mursalim; Weka Gusmiarty Abdullah; Indriyani Nur; Muhammad Arba
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JAPIMAS) Vol. 2 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/japimas.v2i1.10

Abstract

Tanaman hias merupakan semua jenis tanaman yang memiliki fungsi sebagai penambah keindahan dari kecantikan. Identifikasi tanaman baik secara fisik maupun hortikultura, pemilihan dan penepatan tanaman hias akan menjadi lebih tepat dan sesuai, sesuai dengan kedua karakter tersebut. Pengelolaan tanaman menjadi lebih mudah karena pemilihan tanaman yang tepat, serta fungsi tanaman akan menjadi lebih optimal. Tanaman hias dibudidayakan untuk pelengkap kuliner, obat-obatan, kecantikan, dan lain-lain. Unsur utama dari budidaya tanaman hias adalah kualitas penampilan tanaman. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media tanam dari campuran tanah, pupuk organik (pupuk kandang sapi) dan arang sekam untuk tanaman hias. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Lambusa, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan pada bulan Agustus sampai September 2022. Metode kegiatan pada tanaman hias ini yaitu menyurvei dan identifikasi tanaman hias, memilih 2 tanaman hias yaitu anggrek dan aglaonema, pengambilan bibit tanaman hias anggrek dan aglaonema, penyediaan pot dan polybag kemudian di isi dengan media tanam siap pakai, penanaman tanaman, penenyiraman tanaman hias dan perawatan tanaman Anggrek dan Aglaonema. Berdasarkan hasil kegiatan yang di lakukan, maka di peroleh perlakuan dengan menggunakan pupuk organik dan arang sekam memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman hias yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan banyak bunga pada tanaman hias.
Evaluation of the Rationality of Antibiotic Use in Pneumonia Patients Using the Gyssens Method Agustiana Agustiana; Adryan Fristiohady; Muhammad Arba; Asriullah Jabbar; Nur Illiyyin Akib; Suryani Suryani
Journal La Medihealtico Vol. 6 No. 6 (2025): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v6i6.2757

Abstract

Pneumonia is one of the leading causes of morbidity and mortality worldwide. The irrational use of antibiotics in pneumonia management can reduce therapeutic effectiveness and increase the risk of antimicrobial resistance. This study aimed to evaluate the rationality of antibiotic use in pneumonia patients at Hospital X using the Gyssens method. This research employed a descriptive observational design with a retrospective approach, utilizing medical record data of adult inpatients diagnosed with pneumonia during the period of January–December 2024. A total of 86 patient records meeting the inclusion criteria were analyzed. Evaluation was conducted using the Gyssens method by comparing the appropriateness of therapy with the Guidelines for the Management of Adult Pneumonia issued by the Indonesian Ministry of Health (Regulation No. 28 of 2021) and the Infectious Diseases Society of America/American Thoracic Society (IDSA/ATS, 2023) guidelines. The results showed that the most frequently used antibiotics were Ceftriaxone (34.88%), Azithromycin (32.56%), and Levofloxacin (32.56%). The most common duration of therapy was five days (53.9%). Based on the Gyssens categories, rational antibiotic use (category 0) was found in 57 cases (66.28%), while the remaining cases were categorized as I (6.98%), IIa (11.63%), IIIa (9.30%), and IIIb (5.81%). These findings indicate that most antibiotic use at Hospital X was rational; however, continuous monitoring and periodic evaluation through the Antimicrobial Resistance Control Program (PPRA) are still necessary to optimize therapeutic effectiveness and prevent antibiotic resistance.