Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Profesionalisme Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Munawwir Munawwir; Yustia Shindy Irnanda; Rochmattul Ilmiah
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Januari - April 2025 (In Processing)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.1.2025.5678

Abstract

Profesionalisme guru merupakan faktor kunci dalam menentukan kualitas pembelajaran dan pencapaian tujuan pendidikan, sehingga pemahaman mendalam terhadap empat aspek kompetensi guru sangat penting untuk merancang strategi peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan dan relevan dengan tantangan zaman. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis profesionalisme guru dalam empat aspek utama, yaitu pedagogik, profesionalisme, sosial, dan kepribadian. Metode yang digunakan yakni studi literatur dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, dimana data diperoleh dari berbagai jurnal akademik. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa setiap aspek kompetensi pada guru memiliki karakteristik yang dapat mempengaruhi efektivitas pembelajaran. Kompetensi pedagogik berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengajar, menyusun perencanaan pembelajaran, dan mengevaluasi siswa. Kompetensi profesional mencerminkan penguasaan materi dan penerapan teknologi dalam pembelajaran. Kompetensi sosial menggambarkan interaksi guru dengan siswa, orang tua, dan rekan kerja, sementara kompetensi kepribadian mencerminkan dedikasi, etika dan tanggung jawab guru dalam menjalankan tugasnya. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan pengelompokkan dan analisis data dari berbagai sumber untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai tingkat kompetensi guru. Penelitian ini menekankan bahwa kompetensi kepribadian menjadi faktor dominan dalam keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan harus diimbangi dengan pengembangan profesionalisme guru melalui pelatihan dan penguatan kompetensi pedagogik, profesional, serta sosial yang lebih optimal.
Ecoprint sebagai Media Eksplorasi Vegetasi Lokal dalam Pembelajaran Kontekstual Siswa Madrasah Ibtidaiyah Desa Jabung Adelia Zuhro Sabrina; Elly Uzlifatul Jannah; Ramadhan Rasyel Farellino; Divani 'Aina Nurlita; Yufika Yasinta; Rochmattul Ilmiah; Martha Tri Mualimah
Jurnal Pengabdian Cendekia Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Cendekia
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/jpc.v2i2.175

Abstract

Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar kontekstual masih belum optimal di Madrasah Ibtidaiyah, meskipun sekolah memiliki potensi vegetasi lokal yang melimpah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan ecoprint sebagai media eksplorasi vegetasi lokal dalam pembelajaran kontekstual bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah di Desa Jabung, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Juli 2026 di MI Muhammadiyah 11 Jabung dan MI Thoriqotul Hidayah Jabung dengan melibatkan 45 siswa. Pelatihan dilakukan menggunakan teknik pounding dengan memanfaatkan daun dan bunga yang berasal dari lingkungan sekitar sekolah dan pekarangan warga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu mengenali berbagai jenis vegetasi lokal, memahami proses pembuatan ecoprint, serta menghasilkan karya yang beragam sesuai kreativitas masing-masing. Pembelajaran berbasis pengalaman ini juga meningkatkan partisipasi aktif, kreativitas, keterampilan motorik, dan kepedulian siswa terhadap pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan bahan alami. Dengan demikian, ecoprint tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran seni, tetapi juga sebagai sarana mengenalkan keanekaragaman hayati lokal secara kontekstual dan berkelanjutan. Model pembelajaran ini berpotensi direplikasi pada sekolah lain yang memiliki karakteristik lingkungan serupa.