Fandy Adpen Lazzavietamsi
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLA IMPELEMENTASI PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DIGITAL DALAM PENGUATAN PELAJAR PANCASILA DI SMPN 2 KALANGANYAR Nisa Nafisha Aulia; Wasehudin Wasehudin; Habudin Habudin; Mufti Ali; Fandy Adpen Lazzavietamsi
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 11, No 2 (2025) - IN PRESS
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v11i2.15629

Abstract

The merdeka curriculum mandates teachers to strengthen the profile of Pancasila students. The basic character values of Pancasila must be reflected in students, namely the values of faith and devotion to God Almighty, working together, global diversity, critical reasoning, independence and creativity. This research aims to explore patterns of implementing Islamic education in the digital era in empowering Pancasila students. This study is qualitative research using a case study method at SMPN 2 Kalanganyar. Interview techniques, documentation studies and observations were used to obtain data in this research. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, namely data collection, data presentation, drawing conclusions and verification. The research results show that the pattern of implementing Islamic education in the digital era in facing the strengthening of Pancasila students at SMPN 2 Kalanganyar is carried out through planning, implementation and evaluation. The planning process is carried out by including the dimensions of the Pancasila student profile in terms of achievement and learning objectives. Project and problem-based learning models are used to strengthen the Pancasila student profile. Meanwhile, in the evaluation pattern, apart from measuring understanding of PAI material, PAI teachers also use instruments to measure the profile of Pancasila students such as non-test instruments.
Pola Asuh 24 Jam Pesantren: Strategi Pengembangan Afektif dan Pembentukan Karakter Mandiri Santri Chandra Nuruliana; Ahmad Fauzi; Hunainah Hunainah; Fandy Adpen Lazzavietamsi
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i3.6491

Abstract

Pendidikan Islam menekankan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pola asuh di Pondok Pesantren Daar El Qolam dan dampaknya terhadap perkembangan ranah afektif (sikap, nilai, dan emosi) santri. Menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus tunggal, data dikumpulkan melalui observasi langsung dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh 24 jam di pesantren sangat efektif dan terintegrasi, direalisasikan melalui beberapa komponen utama: (1) Penanaman Disiplin Tinggi melalui jadwal harian ketat (seperti bangun dini hari dan salat berjamaah) yang menumbuhkan sikap cekatan; (2) Pelatihan Kemandirian yang menuntut santri mengurus kebutuhan pribadi untuk menghilangkan ketergantungan; (3) Pengembangan Nilai dan Kepercayaan Diri melalui kajian kitab dan latihan berbicara (muhadhoroh), di mana unsur keteladanan ditekankan dengan mengharuskan santri mengamalkan apa yang disampaikan; (4) Penanaman Sikap Sosial melalui kehidupan berasrama yang melatih santri memahami karakter sesama; serta (5) Penerapan Tata Tertib dan Sanksi sebagai instrumen regulasi emosi dan ketertiban. Pola asuh terpadu ini, yang juga didukung oleh pengembangan bakat dan minat (seperti kesenian dan olahraga) yang dilakukan secara sukarela, terbukti menghasilkan perubahan signifikan dan positif pada perkembangan afektif santri. Kesimpulan dari kajian ini adalah bahwa sistem pola asuh pesantren berperan vital dalam membentuk generasi yang tidak hanya disiplin dan mandiri, tetapi juga memiliki karakter, stabilitas emosi, dan kesiapan sosial untuk hidup bermasyarakat.