Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CRITICAL THINKING IN BUILDING ETHICAL LEADERSHIP IN THE DIGITAL ERA Muhammad Bagas F; Salminawati; Indra Sakti Siagian; Muhammad Halomoan
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol. 6 No. 1 (2026): Algebra : Jurnal Pendidikan Sosial dan Sains
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/3d1t0a59

Abstract

The digital era presents significant challenges in managerial and leadership practices, where leaders are not only required to possess technical skills but also the ability to think critically and ethically. Digital transformation impacts decision-making within organizations, with technologies like artificial intelligence and big data often raising moral dilemmas. Therefore, critical thinking and ethical leadership become essential foundations for guiding decisions that consider social and moral implications. Critical thinking in management encompasses not only data analysis and strategy effectiveness but also the ability to evaluate the moral consequences of each decision. Meanwhile, ethical leadership focuses on moral responsibility, transparency, and social justice. This study aims to develop a conceptual model linking critical thinking and ethical leadership through a qualitative-descriptive approach with a conceptual literature study. It is expected that this research will contribute to value-based leadership theory and provide guidance for leaders in the digital era to apply ethical principles in management. Through the "Critical-Ethical Leadership Framework (CELF)" model, this research offers insights into how leadership can better focus on human values while helping organizations adapt to technology in an ethical manner.
Sosialisasi Nilai-Nilai Multikultural kepada Siswa sebagai Upaya Mencegah Intoleransi Yusuf Hadijaya; Hasnan Nasrun; Indra Sakti Siagian; Madar Zauabi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i1.486

Abstract

Keberagaman merupakan realitas sosial yang perlu dipahami oleh siswa sejak dini agar mereka mampu hidup berdampingan secara damai, toleran, dan saling menghargai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa melalui edukasi kebinekaan berbasis pendidikan multikultural. Kegiatan dilaksanakan di MA Plus Al Jabbar Medan dengan melibatkan 35 siswa sebagai peserta. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi kasus, refleksi individu, dan deklarasi komitmen “Siswa Sahabat Kebinekaan”. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman dan sikap siswa sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata skor siswa meningkat dari 66,2% sebelum kegiatan menjadi 87,4% sesudah kegiatan, dengan peningkatan sebesar 21,2 poin persentase atau sekitar 32,0%. Peningkatan terjadi pada aspek pemahaman kebinekaan, pemahaman pendidikan multikultural, kemampuan mengenali bentuk intoleransi, sikap toleransi terhadap perbedaan, serta empati dan kerja sama lintas perbedaan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kebinekaan melalui pendidikan multikultural dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk karakter siswa yang toleran, empatik, inklusif, dan mampu menghargai keberagaman di lingkungan sekolah. Program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pembiasaan sekolah, keteladanan guru, dan integrasi nilai multikultural dalam kegiatan pembelajaran maupun ekstrakurikuler.