Fitri Ani Lubis
STAIN Mandailing Natal

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Program Magrib Mengaji di Desa Baru Barat Jorong Serumpu Seiyo Kecamatan Ranah Batahan sebagai Peningkatan Motivasi Belajar Alqur’an untuk Anak-anak Muhamad Alfi Sahrin Ramadan Rangkuti; Mutiah Nasution; Rahmi Aisyah; Fitri Ani Lubis; Khoirunnisah Nasution; Nazril Maulana Rangkuti; Mipa Aulia Batubara; Nur Kholijah; Muhammad Rafliansyah Rangkuti
Ambacang: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Edisi November
Publisher : PT. Willy Print Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program "Magrib Mengaji" di Desa Baru Barat Jorong Serumpun Seiyo dirancang untuk meningkatkan motivasi anak-anak dalam mempelajari dan memahami Alqur’an. Lokasi pengabdian dilakukan di TPA Nurul Iman dan Mesjid Al-Anwar. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan motivasi belajar Alqur’an pada anak-anak. Metode pembelajaran yang digunakan meliputi permainan edukatif, pemberian penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan penggunaan teknologi. Program ini berhasil membuat anak-anak lebih antusias dan termotivasi dalam belajar Alqur’an, memperlancar bacaan mereka, serta meningkatkan pemahaman mereka terhadap hukum tajwid dan huruf hijaiyah.  Kegiatan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai kontribusi Program Magrib Mengaji dalam meningkatkan motivasi belajar Alqur’an dan dapat menjadi acuan untuk pengembangan program serupa di daerah lain guna memperkuat pendidikan agama dan pembentukan karakter anak-anak sejak dini.
Penegakan Hukum sebagai Pencegahan Perkawinan di Bawah Umur Nur Atikah; Fitri Ani Lubis; Rizal Bakri; Muhammad Aris Nasution; Muhammad Rahim Harahap
Ambacang: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): Edisi Maret
Publisher : PT. Willy Print Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkawinan di Indonesia diatur oleh hukum negara dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Undang-Undang Perkawinan telah mengatur batas usia minimal untuk menikah sebagai upaya untuk melindungi hak-hak individu dan memastikan kesiapan fisik serta mental pasangan yang menikah. Namun, praktik perkawinan anak masih marak terjadi, terutama di daerah yang memiliki pengaruh kuat dari adat dan agama. Kegiatan pengabdian yang dilakukan di Kejaksaan Kabupaten Mandailing Natal bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat terkait perkawinan anak. Melalui sosialisasi dan pendampingan, program ini berupaya memberikan pemahaman mengenai dampak negatif perkawinan anak serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pencegahannya. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan pemahaman hukum dan keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan perkawinan anak. Selain itu, pendampingan yang dilakukan membantu mengalihkan beberapa kasus perkawinan anak ke jalur pendidikan atau program pemberdayaan ekonomi sebagai solusi alternatif. Oleh karena itu, strategi yang terintegrasi melalui edukasi, pemberdayaan ekonomi, dan penegakan hukum sangat diperlukan untuk menekan angka perkawinan anak di Indonesia.