Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Accuracy Testing of Three-Phase kWh Meters in Direct and Indirect Measurement APP Wiring Yani Kamisa Putri; Akbar Abadi; Muhardika; Roy Bayu Negara; Ahmad Ilyas Putra Riancefi
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 01 (2026): Januari: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v5i01.2551

Abstract

The reliability of electric power systems depends significantly on the accuracy of electrical energy metering instruments, as measurement errors directly influence consumption records and the fairness of transactions between utilities and customers. This study assesses the accuracy of kilowatt-hour (kWh) meters installed in three-phase Measuring and Limiting Devices (APP), considering both direct measurement configurations at low voltage (LV) and indirect measurement configurations at medium voltage (MV). The methodology includes field measurements of current, voltage, and power, followed by the calculation of kWh meter errors and Current Transformer (CT) errors using the collected data. The findings show that the kWh meter error is 0.27% for direct measurements and −1.78% for indirect measurements, with an average CT error of 1.97%. All measured error values are within the applicable standard tolerance limits; thus, the kWh meters are considered accurate, reliable, and suitable for operational use.
Studi Kasus Dampak Sambaran Petir Terhadap Tower Transmisi 150 kV Berbasis Simulasi ATPDRAW di Jaringan Gardu Induk Kota Solok Yudia Meka Seftiani; Aldi Rahman; Julsam; Nazris Nazaruddin; Aditya Wardhani; Afif Pratama; Muhardika
Jurnal Surya Energy Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v9i1.285

Abstract

Listrik merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan modern sehingga ketersediaan listrik yang stabil menjadi kunci dalam mencapai keseimbangan lingkungan dan mendukung kemajuan masyarakat. Saluran transmisi listrik terdiri dari tower transmisi yang menyalurkan energi dari pembangkit listrik ke konsumen. Namun, tower transmisi rentan terhadap gangguan eksternal terutama sambaran petir yang dapat menyebabkan lonjakan tegangan dan mengganggu sistem kelistrikan. Perlindungan sistem transmisi dari dampak tersebut memerlukan penggunaan transmission line surge arrester (TLA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sambaran petir terhadap kawat fasa serta mengevaluasi efektivitas pemasangan TLA pada tower transmisi di wilayah kerja Gardu Induk Solok. Simulasi dilakukan menggunakan software alternative transient program (ATP), dengan parameter tower transmisi yang disesuaikan dengan standar kelistrikan di Indonesia. Variasi arus sambaran petir sebesar 30, 40, dan 50 kA serta waktu muka dan ekor 1,2/50 μs digunakan dalam simulasi untuk mengkaji kenaikan tegangan induksi pada setiap fasa. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semakin besar arus petir, semakin tinggi tegangan lebih yang terjadi pada saluran transmisi. Setelah pemasangan TLA, hasil simulasi menunjukkan bahwa alat tersebut mampu mereduksi tegangan lebih akibat petir dengan efektivitas antara 73% hingga 87%. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa TLA sangat efektif dalam mengurangi lonjakan tegangan akibat sambaran petir, sehingga meningkatkan keandalan sistem transmisi listrik.
Sistem Kontrol Pada Unit Proses Chilled Water System Muhardika; Wiwik Wiharti; Riza Widia; Andira Agustin; Yani Kamisa Putri; Yudia Meka Seftiani
Jurnal Surya Energy Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v10i1.916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana sistem kontrol otomatis pada unit Process Chilled Water (PCW) di PT. Infineon berfungsi dalam mendukung proses pendinginan yang efisien. Kami fokus pada kinerja sistem dalam mengatur suhu dan tekanan, serta bagaimana kontrol Proportional-Integral-Derivative (PID) berperan dalam menjaga kestabilan operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini bekerja dengan baik, mampu mempertahankan suhu dalam rentang 15˚C hingga 23°C dan tekanan antara 2,5 hingga 3,2 bar. Kontrol PID yang diterapkan terbukti responsif terhadap perubahan suhu dan tekanan, sehingga sistem dapat menyesuaikan diri dengan cepat dan akurat. Dengan menggunakan sensor tekanan dan suhu, sistem secara otomatis mengaktifkan atau menonaktifkan pompa, yang membantu menjaga kondisi operasional yang optimal. Salah satu aspek penting dari sistem ini adalah tampilan Human-Machine Interface (HMI), yang memudahkan operator dalam memantau status operasional secara real-time. HMI memungkinkan operator untuk membuat keputusan yang lebih cepat dan tepat, serta meningkatkan respons terhadap situasi darurat. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa integrasi antara sistem kontrol otomatis dan HMI tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mengurangi kemungkinan kesalahan manusia dalam pengelolaan proses pendinginan.Secara keseluruhan, temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem kontrol otomatis di PT. Infineon memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja sistem pendinginan. Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi referensi berharga bagi industri lain yang ingin menerapkan sistem kontrol otomatis serupa untuk meningkatkan efisiensi operasional mereka.