Artikel ini membahas doktrin keselamatan (soteriologi) dalam perspektif teologi sistematika. Soteriologi merupakan salah satu pokok ajaran yang paling mendasar dalam iman Kristen, berasal dari bahasa Yunani sōtēria (keselamatan) dan logos (ajaran), yang berarti ajaran tentang keselamatan. Keselamatan tidak dapat dipahami dengan benar tanpa terlebih dahulu memahami realitas dosa, karena dosa telah merusak kemuliaan Allah dalam diri manusia dan mendatangkan hukuman maut. Dasar Alkitabiah keselamatan terbentang dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, dimulai dari peristiwa keluaran dari Mesir, nubuat para nabi tentang Mesias, hingga penggenapan dalam diri Yesus Kristus yang mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Menurut teologi sistematika, doktrin keselamatan mencakup beberapa tahapan yang saling berhubungan: panggilan Allah, pertobatan, iman, regenerasi (kelahiran baru), pembenaran, pengangkatan menjadi anak Allah, pengudusan, dan pemuliaan. Artikel ini juga membahas aplikasi doktrin keselamatan dalam kehidupan orang percaya masa kini, meliputi hidup dengan kepastian iman, hidup dalam pertobatan yang berkelanjutan, hidup yang berbuah, dan hidup dengan pengharapan eskatologis.
Copyrights © 2026