Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis dan Desain Sistem Produksi Asam Glutamat dari Biomassa Nira Sorgum Menggunakan ARM (Association Rules Mining) Suardi, Rozalia; Suarna, Agnes
GreenTech Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i1.4

Abstract

Nira sorgum manis memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai media pertumbuhan Corynebacterium glutamicum dalam memproduksi asam glutamat. Namun, produksi asam glutamat dari nira sorgum masih terbatas dalam skala laboratorium. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan analisis dan perancangan sistem produksi asam glutamat dari nira sorgum. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi korelasi masing- masing atribut dari formulasi asam glutamat yang saling terkait, dan prediksi hubungan antara variabel X dan Y. Digital Business Ecosystem (DBE) digunakan sebagai konsep untuk menganalisis, merancang, dan mengimplementasikan sistem. Metode yang digunakan yaitu Associatio Rules Mining (ARM) digunakan untuk mengidentifikasi korelasi masing-masing atribut. Kemudian juga digunakan metode Multiple Linear Regression untuk memprediksi korelasi beberapa atribut. Dataset yang digunakan adalah dataset hipotetis dari formulasi produksi asam glutamat. Hasil akhir yang diperoleh yaitu berupa sepuluh aturan teratas dengan enam atribut yang memiliki korelasi kuat. Selain itu, korelasi antara Y (Konsentrasi asam glutamat) dan X(Kadar gula, kadar biotin dan kadar urea) sebagai uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa data dalam model bersifat linier dan memiliki galat yang terdistribusi normal. Variabel X memiliki korelasi yang tinggi dan dapat digunakan sebagai prediktor.
Karakteristik Enzim Invertase dari Saccharomyces cerevisiae pada Berbagai Kondisi Rozalia, Rozalia; Permata, Deivy Andhika; Sari, Dini Novita; Sara, Ayulian
GreenTech Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i1.38

Abstract

Sukrosa merupakan disakarida umum yang banyak digunakan dalam berbagai industri, termasuk industri molase. Sukrosa dapat dihidrolisis menjadi fruktosa dan glukosa dengan bantuan enzim invertase. Gula invert sangat dibutuhkan dalam industri karena memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi dibandingkan sukrosa. Enzim invertase berperan penting dalam proses pemecahan sukrosa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara aktivitas enzim invertase dengan variasi konsentrasi substrat, pH, suhu, serta pengaruh penghambatan aktivitas enzim oleh CuSO₄. Tahapan penelitian dimulai dengan penyiapan larutan enzim invertase sebesar 0,04 g/L dan larutan sukrosa. Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap pengaruh variasi konsentrasi substrat (0,0–3 mL), pengaruh pH (rentang pH 3 hingga pH 9), pengaruh suhu (18 °C, 30 °C, dan 95 °C), serta pengaruh penghambatan oleh CuSO₄ pada konsentrasi sukrosa 50 g/L dan 200 g/L terhadap aktivitas enzim invertase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemecahan sukrosa oleh enzim invertase memiliki pH optimum pada kisaran 3–4,5. Suhu optimum aktivitas enzim berada pada 30 °C. Peningkatan konsentrasi substrat menghasilkan peningkatan aktivitas enzim, ditandai dengan meningkatnya kadar gula pereduksi. Enzim menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi ketika jumlah substrat meningkat karena lebih banyak substrat yang dapat berikatan dengan sisi aktif enzim. Peningkatan konsentrasi CuSO₄ menunjukkan korelasi positif dengan peningkatan kadar gula sisa, yang mengindikasikan efek penghambatan terhadap aktivitas enzim.
Pemanfaatan Microwave untuk Meningkatkan Rendemen Distilasi Serai Wangi (Cymbopogon nardus) Studi Kasus Perbedaan Waktu Pemaparan Syahrani, Nia; Kasim, Anwar; Dewi, Kurnia Harlina; Rozalia, Rozalia
GreenTech Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i2.20

Abstract

Serai wangi adalah salah satu tanaman penghasil minyak atsiri dengan komponen utama cironellal. Untuk memperoleh minyak atsirinya dilakukan pada umumnya dengan destilasi uap dan air. Pada penelitian ini di distilasi juga menggunakan metode uap dan air, yang sebelumnya diberikan perlakuan pendahuluan yaitu pemaparan daun serai wangi menggunakan microwave dengan variasi waktu : P0 (tanpa pemaparan), P1(2 menit), P2 (4 menit), P3 (6 menit), P4 (8 menit), P5 (10 menit). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lamanya waktu pemaparan serai wangi menggunakan microwave terhadap rendemen yang dihasilkan dan mengetahui kandungan senyawa di dalam minyak serai wangi. Parameter pengamatan adalah kadar air dan kadar minyak pada bahan baku serai wangi, rendemen, warna, bobot jenis, indeks bias, kelarutan dalam etanol 80%, dan analisis GC-MS pada minyak serai wangi. Analisis data dilakukan dengan ANOVA dan uji lanjut Duncan New Analysis Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian didapatkan bahwa perlakuan pendahuluan pemaparan serai wangi menggunakan microwave berpengaruh signifikan terhadap rendemen hasil distilasi. Karakteristik minyak serai wangi pada pemaparan 10 menit menghasilkan rendemen sebanyak 1,43%; warna kuning pucat; bobot jenis 0,892 gr/ml; indeks bias 1,473; kelarutan dalam etanol 80% 1:2 jernih; kadar citronellal 17,28% dan kadar geraniol 20,39%.
Coffee Supply Chain in West Sumatra: A Systematic Literature Review Saputra, Hendra; Yunita, Imelda; Rozalia, Rozalia; Salim, Emil
Andalasian International Journal of Applied Science, Engineering and Technology Vol. 5 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aijaset.v5i3.242

Abstract

This systematic literature review explores the coffee supply chain in West Sumatra, a region renowned for its strong agricultural heritage and substantial coffee production. The study aims to synthesize previous research and identify key factors influencing the supply chain stages—production, processing, marketing, and distribution. Using a structured methodology based on systematic review protocols, this research integrates findings from various academic sources to provide a comprehensive understanding of the topic. The reviewed literature reveals both challenges and opportunities within the West Sumatran coffee supply chain. Major challenges include post-harvest quality management, limited market access, and low adoption of sustainable practices, all of which affect competitiveness. The findings highlight the importance of effective governance and stakeholder collaboration in improving operational efficiency and market adaptability. Additionally, technological innovation and digital marketing are recognized as crucial in transforming the supply chain, supporting smallholder farmers, and expanding market reach. Overall, this review underscores the complexity and significance of West Sumatra’s coffee supply chain, emphasizing the need for integrated, sustainable, and innovative strategies to strengthen resilience and global competitiveness.
Potensi Cangkang Kemiri (Aleurites moluccana (L.) Willd) sebagai Prekursor Karbon Aktif dengan Variasi Aktivator: Review Rozalia, Rozalia; Sara, Ayulian
GreenTech Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i2.74

Abstract

Karbon aktif merupakan salah satu adsorben yang banyak dimanfaatkan dalam pengolahan air karena memiliki luas permukaan tinggi dan struktur pori yang berkembang. Produksi karbon aktif masih bergantung pada bahan baku tak terbarukan dan berbiaya tinggi. Oleh karena itu, pemanfaatan limbah biomassa sebagai prekursor karbon aktif menjadi pendekatan yang semakin relevan dalam kerangka ekonomi sirkular. Salah satu biomassa yang berpotensi dikembangkan menjadi karbon aktif yaitu cangkang kemiri (Aleurites moluccana (L.) Willd). Artikel review ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif potensi cangkang kemiri sebagai bahan baku karbon aktif dengan fokus pada pengaruh variasi aktivator terhadap karakteristik dan kinerja absorpsi karbon aktif yang dihasilkan. Kajian dilakukan melalui analisis kritis literatur terkait potensi tempurung kemiri sebagai bahan baku, proses produksi karbon aktif, jenis aktivator dan pengaruhnya terhadap arang aktif serta analisis kritis mengenai karbon aktif cangkang kemiri. Hasil kajian menunjukkan bahwa jenis aktivator (asam maupun basa) berperan signifikan dalam menentukan struktur pori, luas permukaan dan kapasitas adsorpsi karbon aktif. Aktivator asam cenderung menghasilkan karbon aktif dengan gugus fungsi permukaan yang kaya, sedangkan aktivator basa efektif dalam pembentukan mikropori. Cangkang kemiri memiliki potensi besar sebagai prekursor karbon aktif. Namun, tantangan mengenai keberlanjutan proses, konsumsi energi dan limbah kimia masih perlu diatasi. Review ini diharapkan menjadi dasar pengembangan riset lebih lanjut dan penerapan teknologi karbon aktif yang efisien, ramah lingkungan dan berkelanjutan.