Sultan Takdir Ali Sahbana
Universitas Krisnadwipayana, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah di Sekretariat Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Sultan Takdir Ali Sahbana; Veithzal Rivai Zainal; Azis Hakim
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i1.6834

Abstract

Kepala sekolah memiliki peran yang sangat strategis dalam peningkatan kualitas pendidikan terutama dalam mengupayakan pengembangan sekolah dan perannya sebagai pelaksana delapan Standar Nasional Pendidikan. Guru Penggerak fokus kepada pengembangan kepemimpinan pembelajaran dan kemandirian guru dalam pengembangan profesional dirinya. Guru Penggerak juga menggerakkan ekosistem sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran murid dan menjadikan refleksi serta evaluasi menjadi basis yang menentukan kebijakan atau program di sekolah. Ke depan, arah kebijakan Program Guru Penggerak direncanakan akan menjadi program pendidikan calon kepala sekolah. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Instrumen penelitian dengan melakukan wawancara, Observasi dan dokumentasi. Mekanisme pendaftaran pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) melalui Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian dan Karier Pendidik dan Tenaga Kependidikan (SIM KSPSTK) adalah proses seleksi bertahap yang melibatkan pengusulan, seleksi administrasi, dan seleksi substansi telah berjalan dengan baik. Antusias guru yang mengikuti pendaftaran pelatihan bakal calon kepala sekolah cukup banyak walaupun masih ada kendala-kendala teknis dan non teknis seperti platform yang digunakan pendaftaran online ada gangguan, pandangan negatif terhadap jabatan kepala sekolah. Mereka melihatnya sebagai jabatan dengan beban kerja yang berat, insentif rendah, dan tugas kepemimpinan yang besar, sehingga banyak guru menolak untuk mengikuti seleksi kepala sekolah.