Yohana Febriana Tabun
STKIP Sinar Pancasila

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Guru Dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas V Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Mata Pelajaran PKN Di SDI Betun Kota Ferdinandus Nahak; Marianus Teti; Yuventius Tamelab; Yohana Febriana Tabun
Bidar Education: Journal of Educational Research and Innovation Vol. 1 No. 1 (2026): Bidar Education: Journal of Educational Research and Innovation
Publisher : SUSILO ACADEMIC PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/bidar.v1i1.1

Abstract

Peran Guru Dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas V Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Mata Pelajaran Pkn Di SDI Betun Kota. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yakni Peran Guru Dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas V Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Mata Pelajaran PKN Di SDI Betun Kota. Pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan manusia karena dapat mempengaruhi perkembangan dalam seluruh aspek kepribadian dan kehidupannya. Pendidikan berlangsung sepanjang hayat selama manusia masih mampu mengembangkan aspek kepribadian tersebut, tujuan dari penelitian ini Mengetahui peran guru dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis kepada siswa kelas V di SDI Betun Kota. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dan subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas V dan peserta didik kelas V SDI betun Kota. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah merupakan metode pengajaran yang mengintegrasikan situasi dunia nyata ke dalam lingkungan kelas, sehingga membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta penerimaan konsep dan fakta yang penting. Meskipun demikian, penelitian tentang peran guru dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar melalui pembelajaran berbasis masalah masih terbatas. Peran guru sebagai fasilitator, pemimpin, dan model peran sangat mempengaruhi efektivitas PBM dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa.
Penggunaan Media Pembelajaran Digital Interaktif Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Kelas Va Di Sdi Betun Kota Densiana Berek; Yanuarius Bria Seran; Damian Puling; Yohana Febriana Tabun
Bidar Education: Journal of Educational Research and Innovation Vol. 1 No. 1 (2026): Bidar Education: Journal of Educational Research and Innovation
Publisher : SUSILO ACADEMIC PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/bidar.v1i1.2

Abstract

Penggunaan media pembelajaran digital interaktif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas IVA di SDI Betun Kota, penelitian ini untuk mengkaji bagaimana penggunaan media pembelajaran digital interaktif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VA di SDI Betun Kota. Metode penelitian yang digunakan yakni metode penelitian tindakan kelas. Penelitian diadakan pada siswa kelas VA di SDI Betun Kota Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes serta teknik Analisa yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitati. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus pembelajaran dengan subjek penelitian berjumlah 20 siswa yang mana hasil tes belajar diatas maka dapat diketahui siswa yang mencapai KKM ketuntasan hanya 12 orang atau 60% dan sisanya sebesar 8 orang atau 40% belum mencapai KKM ketuntasan. Pada siklus ini belum mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan yakni mencapai indikator keberhasilan pembelajaran yang ditentukan yakni 70%. Sedangkan nilai rata-rata siswa yang diperoleh masih dibawah KKM yang ditetapkan yaitu 70. Setelah melakukan perbaikan pada siklus II, terlihat adanya peningkatan yang sangat signifikan dimana dari hasil belajar pada siklus I hanya 60% siswa yang tuntas, maka pada siklus II siswa yang tuntas sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebanyak 90%. Hal ini menunjukan bahwa siswa yang tuntas pada siklus II telah melebihi indikator keberhasilan yakni 90% dari indikator keberhasilan 70%. Sesuai dengan hasil diatas maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran pada siklus II telah berhasil dan penelitian ini dianggap berhasil karena telah melebihi indikator keberhasilan yang ditetapkan yakni 90%>70%. Hal ini berarti penelitian ini dianggap tuntas karena telah mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan.