Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Actualization of Religious Moderation in Multicultural Society in Kerta Buana Village, Kutai Kartanegara Regency Alifia Nur Rizkilah Slamet; Noor Hasanah
Jurnal Al-Hikmah Vol. 22 No. 2 (2024): Ilmu Dakwah dan Pengembangan Masyarakat
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/sytw3h20

Abstract

This study explores the actualization of religious moderation within the multicultural community of Kutai Kartanegara. Efforts to promote principles of religious moderation remain a focus, particularly among the multicultural population of Kerta Buana Village in Tenggarong Seberang District, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan Province. This study identifies strategies for implementing religious moderation in multicultural communities, offering an adaptable model for other regions across Indonesia. This research utilizes a case study approach, with data sourced from interviews and field findings. The study aims to develop a conceptual framework for villages seeking to actualize religious moderation, specifically within multicultural settings. A multicultural society is one characterized by diversity across ethnicities, cultures, languages, and religions. Such diversity requires proactive measures in village governance and community engagement to foster harmony, peace, and tolerance, while preventing the formation of divisive, intolerant groups within or among multicultural communities.
INTEGRASI KONSEP TABAYUN DALAM AL-QUR'AN DAN FALSAFAH BUDAYA BANJAR "BISA-BISA MAANDAK AWAK" SEBAGAI NILAI ETIKA SOSIAL DI ERA DIGITAL Muhammad Arsyad; Noor Hasanah
TASHWIR Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v13i2.17042

Abstract

Artikel ini mengkaji integrasi antara konsep tabayyun dalam Al-Qur'an dengan falsafah Banjar “Bisa-Bisa Maandak Awak” sebagai dasar etika sosial di era digital. Pemilihan topik ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penyebaran informasi tanpa verifikasi yang memicu konflik sosial. Tabayyun sebagai prinsip kehati-hatian dalam Islam dinilai selaras dengan nilai budaya lokal Banjar yang menekan pengendalian diri dan keharmonisan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan tafsir tematik dan analisis budaya. Data primer diperoleh dari ayat Al-Qur'an QS al-Ḥujurāt [49]:6 dan literatur tentang budaya Banjar. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesesuaian nilai antara ajaran Qur'ani dan falsafah lokal dalam membentuk karakter masyarakat yang kritis dan bijak dalam bermedia. Integrasi dua nilai ini membentuk landasan etika sosial digital yang kontekstual dan Islami. Temuan ini penting untuk pengembangan dakwah budaya dan pendidikan karakter berbasis nilai lokal sebagai strategi penguatan moderasi beragama dan ketahanan sosial.