Illangsari Illangsari
Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bentuk-bentuk Bahasa Emosional Guru di Kabupaten Wajo Illangsari Illangsari; Sri Nani Hari Yanti
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1338

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan bentuk - bentuk bahasa emosi guru di Kabupaten Wajo. kajian difokuskan pada bentuk tuturan guru kepada siswanya. Bahasa emosi merupakan komponen kunci dalam membuat siswa memahami pelajaran atau tidak dan menaati peraturan yang berlaku pada sekolah atau bahkan melanggar peraturan sekolah. Seorang guru harus memahami betul kata- kata yang diucapkannya., meskipun sebenarnya emosi yang muncul kepada seorang guru diawali dengan sebab. Konsep emosi dalam bahasa adalah menyelidiki komunitas bahasa mengkonseptualisasikan sebab dan akibat dari emosi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, selanjutnya pendekatan penelitian ini psikolinguistik.. Metode pengumpulan data yakni simak. Teknik yang digunakan adalah observasi partisipan dan pencatatan kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada delapan bentuk bahasa emosi yang digunakan oleh guru. delapan bentuk bahasa emosi itu adalah: kata, frasa/ kosa kata, kalimat, preposisi, kongjungsi, campur kode, interferensi dan repetisi.
Strategi Persuasif dalam Rekrutmen dan Pemeliharaan Korban Skema Pongzi : Analisis Forensik Illangsari Illangsari; Siti Junawaroh
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi komunikasi persuasif yang digunakan oleh pelaku skema ponzi dalam merekrut dan mempertahankan korban, serta memahami bagaimana bahasa dan simbol dimanipulasi dalam konteks relasi kuasa dan penipuan ekonomi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis wacana kritis (AWK) dan linguistic forensik. Data diperoleh melalui dokumentasi digital (teks promosi, percakapan grup, video), wawancara mendalam dengan korban, dan observasi daring dalam komunitas tertutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku skema ponzi memanfaatkan berbagai prinsip persuasi seperti authority, social proof, dan scarcity untuk membangun kepercayaan semu. Komunikasi yang digunakan bersifat emosional dan repetitif, dengan gaya bahasa yang hiperbolik dan penuh ambiguitas. Strategi persuasi disusun melalui narasi keberhasilan, simbol kemewahan, tekanan sosial, serta retorika yang menciptakan ilusi kesuksesan kolektif.Temuan juga menunjukkan bahwa korban cenderung tetap bertahan dalam sistem meskipun menyadari potensi kerugian, karena pengaruh disonansi kognitif dan rasa konformitas sosial. Selain itu, platform digital mempercepat penyebaran skema ini melalui algoritma media sosial dan jaringan influencer yang memperkuat narasi pelaku. Strategi persuasi dalam skema ponzi merupakan bentuk komunikasi kriminal yang terstruktur dan sistematis. Pemahaman terhadap teknik linguistik dan psikologis dalam praktik ini penting sebagai langkah preventif dan edukatif untuk melindungi masyarakat dari skema penipuan serupa di masa depan.