Penelitian ini bertujuan mengungkapkan bentuk - bentuk bahasa emosi guru di Kabupaten Wajo. kajian difokuskan pada bentuk tuturan guru kepada siswanya. Bahasa emosi merupakan komponen kunci dalam membuat siswa memahami pelajaran atau tidak dan menaati peraturan yang berlaku pada sekolah atau bahkan melanggar peraturan sekolah. Seorang guru harus memahami betul kata- kata yang diucapkannya., meskipun sebenarnya emosi yang muncul kepada seorang guru diawali dengan sebab. Konsep emosi dalam bahasa adalah menyelidiki komunitas bahasa mengkonseptualisasikan sebab dan akibat dari emosi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, selanjutnya pendekatan penelitian ini psikolinguistik.. Metode pengumpulan data yakni simak. Teknik yang digunakan adalah observasi partisipan dan pencatatan kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada delapan bentuk bahasa emosi yang digunakan oleh guru. delapan bentuk bahasa emosi itu adalah: kata, frasa/ kosa kata, kalimat, preposisi, kongjungsi, campur kode, interferensi dan repetisi.
Copyrights © 2025