Devi Dianti
Universitas Tamansiswa Padang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERBANDINGAN ANGKA SERVICE PER CONCEPTION SAPI YANG DI IB DENGAN STRAW LEMBANG DAN TUAH SAKATO DIKABUPATENPADANGPARIAMAN Jefri Hariadi; Syafrizal Syafrizal; Devi Dianti; Fridarti Fridarti

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan pada tanggal 30 Desember2024 sampai tanggal 31Januari 2025 di kabupaten Padang Pariaman, bertujuan untuk mengetahui perbandingan angka Service per Conception sapi yang di IB dengan straw Lembang dan Tuah Sakato di Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian dilakukan dengan metode survei melalui pengamatan langsung dibantu dengan kuesioner untuk mengetahui penerapan aspek teknis pemeliharaan. Populasi penelitian adalah seluruh induk sapi yang telah melahirkan pada tahun 2023 dan di IB denganbibit Sapi Simental yang berasal dari BIB Lembang dan UPTD BPTSD Tuah Sakato. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan angka Service per Conception (S/C), pada sapi yang di IB dengan straw Lembang dan BIB Tuah Sakato.Angka S/C hasil IB dengan straw dari BIB Lembang adalah 1,28 sedangkan hasil IB dengan straw dari UPTD BPTSD Tuah Sakato sebesar 1,73. Perbedaan ini menunjukkan bahwa straw BIB Lembang memberikan performare produksi lebih baik. Perbedaan ini lebih disebabkan oleh faktor pengencer antara kedua balaipenghasil straw ini. Kesimpulannya penelitian menunjukkan bahwa penggunaan straw dari BIB Lembang lebih efisien dibandingkan dengan straw dari UPTD BPTSD Tuah Sakato dalam program Inseminasi Buatan (IB) di Kabupaten Padang Pariaman.
PENGARUH PEMBUATAN KEJU DENGAN PENAMBAHAN AIR SARI DAUN PANDAN TERHADAP pH DAN ORGANOLEPTIK Rudi Firmansayah; Fridarti Fridarti; Devi Dianti; Halimatuddini Halimatuddini

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan campuran daun pandan terhadap pH dan organoleptik pada keju. Penelitian ini dilaksanakan di laboratotium Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang. Penelitian ini menggunkan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan yaitu : Perlakuan air sari daun pandan 0 ml, campuran daun pandan 25 ml, campuran daun pandan 30 ml, campuran daun pandan 35 ml, campuran daun pandan 40 ml. Dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari daun pandan dalam pembuatan keju meningkatkan rata-rata pH berkisar antara 3,47-5,39. Organoleptik rata-rata Aroma berkisar antara 1,22-2,19, rata-rata warna 1,22-2,31, rata-rata rasa 1,22-2,31, rata-rata tekstur 1,22-2,21, rata-rata kesukaan 1,83-2,31. Hasil terbaik penelitian adalah pH 5,39 pada perlakuan daun pandan 30 ml. Aroma 2,19 pada perlakuan daun pandan 40 ml, warna 2,31 pada perlakuan 40 ml, rasa 2,31 pada perlakuan 40 ml, tekstur 2,21 pada perlakuan 40 ml dan kesukaan 2,31 pada perlakuan 40 ml daun pandan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan air sari daun pandan berbeda tidak nyata terhadap pH tetapi berbeda sangat nyata terhadap uji organoleptik (aroma, warna, rasa, tekstur dan kesukaan). This study aims to determine the effect of adding a mixture of pandan leaves on pH and organoleptic properties of cheese. This study was conducted in the laboratory of the Faculty of Agriculture, Tamansiswa University, Padang. This study used an experimental method with a completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments and 4 replications, namely: Treatment of 0 ml pandan leaf juice, 25 ml pandan leaf mixture, 30 ml pandan leaf mixture, 35 ml pandan leaf mixture, 40 ml pandan leaf mixture. And continued with the DMRT test.The results showed that the addition of pandan leaf extract in cheese making increased the average pH ranging from 3.47-5.39. The average organoleptic Aroma ranged from 1.22-2.19, the average color 1.22-2.31, the average taste 1.22-2.31, the average texture 1.22-2.21, the average preference 1.83-2.31. The best result of the study was pH 5.39 in the treatment of 30 ml pandan leaves. Aroma 2.19 in the treatment of 40 ml pandan leaves, color 2.31 in the treatment of 40 ml, taste 2.31 in the treatment of 40 ml, texture 2.21 in the treatment of 40 ml and preference 2.31 in the treatment of 40 ml pandan leaves.The results of the analysis of variance showed that the addition of pandan leaf juice did not significantly differ in pH but significantly differed in organoleptic tests (aroma, color, taste, texture and preference).
POTENSI PENGEMBANGAN USAHA TERNAK SAPI POTONG KECAMATAN PASAMAN KABUPATEN PASAMAN BARAT Yusi Amela; Fridarti Fridarti; Devi Dianti

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi pengembangan usaha sapi potong di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik wawancara dan pengisian kuisioner, pemilihan respoden dengan sengaja. Wawancara kuisioner dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap populasi ternak. Pengumpulan data sekunder yaitu dengan melakukan pengumpulan data dan laporan dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat, Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman Barat, instansi yang terkait lainnya. Hasil Penelitian : Kecamatan Pasaman merupakan daerah yang sangat berpotensi dalam pengembangan ternak sapi potong karena .mempunyai LQ = 7,38 ., karena LQ > dari 1 menunjukkan berpotensi untuk pengembangan ternak sapi potong. Kecamatan Pasaman merupakan wilayah prioritas untuk pengembangan peternakan sapi potong karena pada ketiga Nagari yang masing-masing mempunyai nilai dan daya tampung yang cukup banyak yaitu Nagari Lingkuang Aua sebanyak 26.966,52, ekor Nagari Aua Kuniang sebanyak 148.812 ekor dan Nagari Aia Gadang sebanayak 17.405,91 Ribu ekor dengan jumlah keseluruhan sebanyak 193.184, 43 ekor. Kecamatan Pasaman juga mempunyai nilai KPPTR yang cukup tinggi yaitu sebanyak 193.184,43 dengan demikian kapasitas peningkatan populasi ternak diwilayah Kecamatan Pasaman masih mempunyai peluang yang cukup besar. Sumber daya manusia tata pelaksanaan menunjukkan nilai yang sangat bagus dapat dilihat dari jumlah penduduk dan pengalaman beternak Strategi pengembangan peternakan sapi potong yang diusulkan antara lain: a) Optimalisasi pemanfatan lahan limbah pertanian untuk makanan ternak melalui pembuatan silase maupun hay, b) Optimalisasi penyediaan lahan yang sesuai atau memenuhi persyaratan teknis untuk peternakan sapi potong dilengkapi dengan peta, dan c) Optimalisasi kemampuan peternak dalam mengakses modal atau pembiayaan melalui pola pengembangan inti plasmaTujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi pengembangan usaha sapi potong di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik wawancara dan pengisian kuisioner, pemilihan respoden dengan sengaja. Wawancara kuisioner dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap populasi ternak. Pengumpulan data sekunder yaitu dengan melakukan pengumpulan data dan laporan dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat, Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman Barat, instansi yang terkait lainnya. Hasil Penelitian : Kecamatan Pasaman merupakan daerah yang sangat berpotensi dalam pengembangan ternak sapi potong karena .mempunyai LQ = 7,38 ., karena LQ > dari 1 menunjukkan berpotensi untuk pengembangan ternak sapi potong. Kecamatan Pasaman merupakan wilayah prioritas untuk pengembangan peternakan sapi potong karena pada ketiga Nagari yang masing-masing mempunyai nilai dan daya tampung yang cukup banyak yaitu Nagari Lingkuang Aua sebanyak 26.966,52, ekor Nagari Aua Kuniang sebanyak 148.812 ekor dan Nagari Aia Gadang sebanayak 17.405,91 Ribu ekor dengan jumlah keseluruhan sebanyak 193.184, 43 ekor. Kecamatan Pasaman juga mempunyai nilai KPPTR yang cukup tinggi yaitu sebanyak 193.184,43 dengan demikian kapasitas peningkatan populasi ternak diwilayah Kecamatan Pasaman masih mempunyai peluang yang cukup besar. Sumber daya manusia tata pelaksanaan menunjukkan nilai yang sangat bagus dapat dilihat dari jumlah penduduk dan pengalaman beternak Strategi pengembangan peternakan sapi potong yang diusulkan antara lain: a) Optimalisasi pemanfatan lahan limbah pertanian untuk makanan ternak melalui pembuatan silase maupun hay, b) Optimalisasi penyediaan lahan yang sesuai atau memenuhi persyaratan teknis untuk peternakan sapi potong dilengkapi dengan peta, dan c) Optimalisasi kemampuan peternak dalam mengakses modal atau pembiayaan melalui pola pengembangan inti plasma
Performa Produksi Sapi Brahman Cross (BX) Di UPT Pembibitan Dinas Pertanian Kota Padang Elsa Marlina; Syafrizal Syafrizal; Devi Dianti

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract