Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

pengaruh frekuensi pengambilan straw semen beku Terhadap MOTILITAS SPERMATOZOA dan angka kebuntingan Inseminasi BuataN Sapi turunan Simmental Di Kecamatan Lintau Buo Utara Ikhsan Putra; syafrizal syafrizal; devi dianti
Jurnal Embrio Vol 11 No 02 (2019): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.42 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v11i02.452

Abstract

Semen beku adalah semen yang telah diencerkan kemudian dibekukan di bawah titik beku air. Pembekuan semen merupakan usaha untuk menjamin daya tahan spermatozoa dalam waktu yang lama. Rendahnya kualitas semen dan tidak optimalnya teknik penanganan semen beku yang digunakan, kondisi reproduksi sapi betina, serta manajemen ternak dan keterampilan inseminator merupakan faktor yang menghambat keberhasilan IB. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh frekuensi pengambilan straw semen beku terhadap motilitas spermatozoa dan angka kebuntingan sapi turunan Simmental. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Layanan Inseminasi Buatan (ULIB) Tj.Bonai, kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar. Menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 (tiga) perlakuan yaitu frekuensi pengambilan straw semen beku A (frekuensi pengambilan 1 kali), B (frekuensi pengambilan 2 kali), C ( frekuensi pengambilan 3 kali). Setiap perlakuan diulangi sebanyak 7 kali. Analisis keragaman menunjukkan bahwa frekuensi pengambilan straw semen beku berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap angka motilitas spermatozoa dan berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap angka CR.
Pengaruh Penggunaan Beberapa Macam Feses Ternak Pada Lahan Bera Terhadap Kualitas Fraksi Serat (NDF, ADF, Selulosa, Hemiselulosa dan Lignin) Rumput Lapangan nofrizal nofrizal; syafrizal syafrizal; sri mulyani
Jurnal Embrio Vol 11 No 01 (2019): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.123 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v11i01.428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fraksi serat (NDF, ADF, Selulosa, Hemiselulosadan Lignin)rumput lapanganpada lahan bera yang menggunakan beberapa macam feses ternak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan May sampai bulan Agustus 2016 di Korong Kp. Jawi-jawi Nagari Balai Baiak Malai III Koto Kecamatan IV Koto Aur Malintang Kabupaten Padang Pariaman dan Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan A tanpa menggunakan feses ternak sebagai kontrol, perlakuan B menggunakan feses kerbau, perlakuan C menggunakan feses sapi, perlakuan D menggunakan feses domba dan perakuan E menggunakan feses kambing. Kualitas fraksi serat (ADF, NDF, Selulosa, Hemiselulosa dan Lignin) diukur dengan analisa Van Soest. Data yang diperoleh diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian didapatkualitas fraksi serat (NDF, ADF, Selulosa, Hemiselulosa dan Lignin)rumput lapangan pada lahan bera yang menggunakan beberapa macam feses ternak adalah 58,53%-62,64% NDF, 35,23%-40,06% ADF, 29,97%-31,16% Selulosa, 22,58%-23,30% Hemiselulosa dan 3,63%-4,21% Lignin. Hasil uji lanjut DMRT menunjukkan penggunaan beberapa macam feses ternak berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan penurunan 7,64% NDF, 14,55% ADF, 28,07% Lignin, dan peningkatan 6,78% Selulosa, 5,23% Hemiselulosa rumput lapangan pada lahan bera yang menggunakan feses kambing. Saran perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap kecernaan fraksi serat (NDF, ADF, Selulosa, Hemiselulosa dan Lignin) secara in vitro.
DETEKSI RESIDU ANTIBIOTIK PADA SUSU KAMBING DI PETERNAKAN KOTA PADANG Raisah Hayati Mutadayyinah; Syafrizal Syafrizal; Sri Mulyani
Jurnal Peternakan Tamansiswa Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Peternakan Tamansiswa
Publisher : Univerditas Tamansiswa Padang, Fakultas Pertanian, Prodi Pataernakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui residu anti antibiotik pada susu kambing di peternakan kota Padang dilakukan dengan metoda kualitatif deskriptif melalui uji bioassay pada laboratorium Pengujian Mutu Produk Peternakan (PMPP) pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat mulai 18 – 25 Juni 2025. 30 sampel penelitian berasal dari 6 lokasi peternakan pada 5 kecamatan (Nanggalo, Kuranji, Lubuk Kilangan, Koto Tangah, Padang Selatan) di Kota Padang. Residu antibiotik yang diamati pada penelitian ini meliputi Tylosin (Makrolida), Oksitetrasiklin (Tetrasiklin), Kanamisin (Aminoglikosida), dan Penisilin. Data penelitian berupa hasil deteksi residu antibiotik pada susu kambing di Kota Padang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian deteksi residu antibiotik pada susu kambing disimpulkan bahwa dari 30 sampel yang diuji ditemukan 7 sampel (23,33%) positif mengandung residu antibiotik Tylosin (Makrolida) pada kecamatan Kuranji dan Nanggalo. Sedangkan antibiotik lain Okitetrasiklin (Tetrasiklin), Kanamisin (Aminoglikosida), dan Penisilin tidak ditemukan. Keberadaan residu Tylosin (Makrolida) pada susu kambing yang berasal dari Kecamatan Nanggalo dan Kecamatan Kuranji disebabkan penggunaannya oleh peternak dalam pengobatan mastitis pada ternak.
PERBANDINGAN ANGKA SERVICE PER CONCEPTION SAPI YANG DI IB DENGAN STRAW LEMBANG DAN TUAH SAKATO DIKABUPATENPADANGPARIAMAN Jefri Hariadi; Syafrizal Syafrizal; Devi Dianti; Fridarti Fridarti
Jurnal Peternakan Tamansiswa Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Peternakan Tamansiswa
Publisher : Univerditas Tamansiswa Padang, Fakultas Pertanian, Prodi Pataernakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan pada tanggal 30 Desember2024 sampai tanggal 31Januari 2025 di kabupaten Padang Pariaman, bertujuan untuk mengetahui perbandingan angka Service per Conception sapi yang di IB dengan straw Lembang dan Tuah Sakato di Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian dilakukan dengan metode survei melalui pengamatan langsung dibantu dengan kuesioner untuk mengetahui penerapan aspek teknis pemeliharaan. Populasi penelitian adalah seluruh induk sapi yang telah melahirkan pada tahun 2023 dan di IB denganbibit Sapi Simental yang berasal dari BIB Lembang dan UPTD BPTSD Tuah Sakato. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan angka Service per Conception (S/C), pada sapi yang di IB dengan straw Lembang dan BIB Tuah Sakato.Angka S/C hasil IB dengan straw dari BIB Lembang adalah 1,28 sedangkan hasil IB dengan straw dari UPTD BPTSD Tuah Sakato sebesar 1,73. Perbedaan ini menunjukkan bahwa straw BIB Lembang memberikan performare produksi lebih baik. Perbedaan ini lebih disebabkan oleh faktor pengencer antara kedua balaipenghasil straw ini. Kesimpulannya penelitian menunjukkan bahwa penggunaan straw dari BIB Lembang lebih efisien dibandingkan dengan straw dari UPTD BPTSD Tuah Sakato dalam program Inseminasi Buatan (IB) di Kabupaten Padang Pariaman.
Performa Produksi Sapi Brahman Cross (BX) Di UPT Pembibitan Dinas Pertanian Kota Padang Elsa Marlina; Syafrizal Syafrizal; Devi Dianti
Jurnal Peternakan Tamansiswa Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Peternakan Tamansiswa
Publisher : Univerditas Tamansiswa Padang, Fakultas Pertanian, Prodi Pataernakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PERENDAMAN BEBERAPA JERAMI FAMILY GRAMINEAE DENGAN LARUTAN ALKALI ALAMI TERHADAP KANDUNGAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, DAN SERAT KASAR Danil Agus Muslim; Sri Mulyani; Fridarti fridarti; Syafrizal Syafrizal; Devi Dianti
STOCK Peternakan Vol 8, No 1 (2026): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v8i1.1842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman beberapa Jerami family Gramineae dengan larutan alkali alami terhadap kandungan bahan kering, bahan organik, dan serat kasar. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan (P1= Jerami jagung pakan ternak, P2= Jerami jagung manis, P3= Jerami sorgum, P4= Jerami gandum). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 yang bertempat di Laboratorium Unitas Padang dan Laboratorium Nutrisi Ruminansia Universitas Andalas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan dari beberapa family Gramineae setelah direndam dengan larutan alkali (alami) berpengaruh sangat nyata (P0,05) terhadap kandungan BK, BO, dan SK. Penurunan kandungan bahan kering berkisar 5,45% - 8,11%, penurunan bahan organik berkisar 16,34% - 26,42%, dan penurunan serat kasar berkisar 3,69% - 7,59%. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil Kesimpulan bahwa perendaman dari beberapa family Gramineae menggunakan larutan alkali (alami) dapat menurunkan kandungan BK, BO, dan SK.
SUBSTITUSI LEGUMINOSA INDIGOFERA DALAM PEMBUATAN SILASE RUMPUT PAKCHONG TERHADAP KANDUNGAN PK, SK, LK DAN ABU Sri Mulyani; Ulfi Rahmi; Syafrizal Syafrizal; Fridarti Fridarti; Devi Dianti
Jurnal Embrio Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v17i1.1151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi dari substitusi leguminosa indigofera dalam pembuatan silase rumput pakchong berupa kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan abu, dilaksanakan pada bulan November 2023 sampai Januari 2024 di Jl. Kali Serayu No 64 Padang. Analisa sampel dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Penelitian merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, semua perlakuan menambahkan aditif tepung jagung sebanyak 6%. Perlakuan yang diberikan yaitu P1 (Rumput Pakchong 100%), P2 (Rumput Pakchong 90% + Indigofera 10%), P3 (Rumput Pakchong 80% + Indigofera 20%) dan P4 (Rumput Pakchong 70% + Indigofera 30%). Parameter yang diukur adalah kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi leguminosa indigofera dalam pembuatan silase rumput pakchong sampai 30% memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan abu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah substitusi leguminosa indigofera dalam pembuatan silase rumput pakchong sampai 30% dapat menghasilkan silase dengan kualitas yang baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya dengan hasil protein kasar 15,42%, serat kasar 29,16%, lemak kasar 3,29%, dan abu 20,08%.
PENGOLAHAN LIMBAH PERTANIAN MENJADI AMONIASI JERAMI DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DI KELURAHAN BUNGUS BARAT KECAMATANA BUNGUS TELUK KABUNG KOTA PADANG Fridarti fridarti; Syafrizal Syafrizal; Devi Dianti; Nazaruddin Nazaruddin; Erwin Erwin; Syaifuddin Islami; Sri Mulyani; Zulkarnaini Zulkarnaini
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v7i1.739

Abstract

This community service activity takes the form of clinical coaching on agricultural waste management in raising goats/cattle which aims to transfer knowledge and improve skills regarding the management of agricultural waste processing such as rice straw as an alternative feed ingredient and the rice straw ammonization process. This activity also aims to increase public knowledge about management of the maintenance and processing of agricultural waste in the form of ammoniated rice straw, so that it can overcome difficulties in procuring animal feed. The method used in the coaching clinic is guidance on waste management using science and technology as well as practice or demonstration of making straw ammonia. This activity was carried out through several stages, namely socialization & coaching clinic about goat/cattle farming, animal feed ingredients and making straw ammonization. This activity received a very positive and enthusiastic response from members and succeeded in providing an understanding of solutions to feed difficulties in the dry season. Apart from that, the ammoniated rice straw that had been produced was tried to be given to livestock and the results were very clearly liked by cattle. This shows that ammoniated straw is preferred by cattle because the nutritional content of rice straw that has been processed using the ammonia process can be used as an alternative feed. The raw material for rice straw is easy to obtain in West Bungus Village, Teluk Kabung Subdistrict, so that every farmer can carry out rice straw ammonia processing using simple technology with optimal results. Rice straw that has been processed can reduce production costs so that it will improve the community's economy