Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh BAP (Benzil Amino Purin) Terhadap Inisiasi Tunas Bawang Merah Varietas Bima Brebes Secara In Vitro Warip Warip; Fitri Yulianti; Tubagus Kiki Kawakibi Azmi
JURNAL PERTANIAN Vol 17, No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v17i2.6987

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan memiliki prospek pasar yang baik. Kultur jaringan diharapkan mampu menjadi teknologi alternatif dalam menghasilkan bibit bebas patogen sehingga produktivitas bawang merah terus meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh konsentrasi BAP dalam menginisiasi tunas bawang merah varietas Bima Brebes secara in vitro. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2021 di Laboratorium Lanjut, Kampus F7, Universitas Gunadarma, Ciracas. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor yaitu konsentrasi BAP yang terdiri atas 4 perlakuan yaitu 0 ppm, 2 ppm, 4 ppm, dan 6 ppm. Setiap perlakuan diulang sebanyak 15 kali sehingga terdapat 60 satuan percobaan. Parameter yang diamati adalah persentase eksplan tumbuh, persentase kontaminasi, jenis kontaminan, waktu muncul tunas, jumlah tunas, panjang tunas, dan jumlah daun. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% jika berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan zat pengatur tumbuh BAP berpengaruh nyata terhadap jumlah daun tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap waktu muncul tunas, jumlah tunas, dan panjang tunas pada inisiasi tunas bawang merah varietas Bima Brebes secara in vitro.
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI BELIMBING DI DEPOK DENGAN METODE SWOT DAN QSPM Warip Warip; Agus Sulaksono
JURNAL AGRITA Vol. 7 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agri.v7i2.5812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal agroindustri olahan belimbing di Kota Depok, sehingga diperoleh alternatif dan prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengatasi permasalahan agroindustri belimbing di Depok. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan melalui wawancara, kuesioer dan studi kepustakaan dari berbagai sumber, termasuk pemilik usaha olahan belimbing, petani belimbing, dinas pemerintah terkait serta akademisi. Metode yang digunakan adalah analisis matriks SWOT serta prioritas alternatif strategi dipilih dengan QSPM. Hasil analisis lingkungan internal dan eksternal menunjukkan posisi agroindustri olahan belimbing di Depok berada pada sel V dengan nilai skor matriks IFE sebesar 2,69 dan EFE sebesar 2,51. Penelitian ini menghasilkan 8 alternatif strategi hasil dari matriks SWOT. Berdasarkan hasil pengolahan matriks QSPM, prioritas strategi pengembangan potensi agroindustri olahan belimbing di Depok ditunjukkan oleh nilai Total Attractive Score (TAS) yang paling besar yaitu memperluas pemasaran dengan cara melakukan konsinyasi dengan beberapa pihak usaha dengan nilai 6,33.